Cara Kerja Mobil Teknologi Hybrid – Yang penasaran dengan mobil teknologi hybrid silahkan menyimak artikel berikut ini. Sebelum masuk pembahasan cara kerja mobil hybrid, ketahui dulu perbedaan teknolgi hybrid dan teknologi konvensional. Perbedaan kedua teknologi mobil ini adalah terdapat pada sumber tenaganya. Jika mobil teknologi konvensional hanya bersumber tenaga dari mesin saja, sedangkan mobil berteknologi hybrid bersumber dari 2 tenaga yaitu dari mesin kendaraan dan juga dari motor listrik.

2 sumber tenaga sekaligus? Namanya juga hybrid. Komponen-komponen kendaraan juga berbeda dengan komponen kendaraan teknologi konvensional. Dalam mobil teknologi hybrid dilengkapi dengan Baterai nickel metal hybride, generator, unit kontrol tenaga, rem generatif, dan motor listrik.

Bagaimana cara kerjanya? Tenang saja, yuk langsung kita bahas bersama. Dalam pembahasan cara kerja kendaraan pastinya meliputi berbagai kondisi, mulai dari kunci kontak “ON”, mulai jalan, kecepatan rendah, kecepatan tinggi, pengereman, dan saat berhenti.

1.       Kunci kontak “ON”

Ketika kunci kontak “ON”, tenaganya langsung diambil dari bateri yang menggerakkan motor listrik, sehingga mesin kendaraan belum menyala.

2.       Mulai jalan

Setelah mobil jalan, daya yang dibutuhkan kendaraan masih kecil, sehingga tidak memerlukan daya besar. Tenaganya juga masih disuplai oleh baterai.

3.       Kecepatan rendah

Kecepatan rendah sekitar dibawah 20 – 30 km/jam juga masih belum membutuhkan daya tinggi. Tenaganya cukup mengambil dari baterai.

4.       Kecepatan tinggi

Untuk mendapat peforma yang bagus, mobil hybrid saat kecepatan tinggi baru membutuhkan tenaga dari mesin yang sumber tenaganya dari bahan bakar. Juga ditambah daya dari motor listrik. Sehingga peforma kendaraan benar-benar optimal.

5.       Pengereman

Berbeda dengan mobil teknologi konvensional, jika mobil konvensional saat terjadi pengeraman tenaga mobil akan terbuang percuma. Sedangkan pada mobil teknologi hybrid ini saat terjadi pengeraman justru melakukan pengisian aki atau biasa disebut regenerative braking. Regenerative braking sendiri prinsipnya adalah mengubah gerak putar roda menjadi generator sebagai suplai listrik untuk mencharger baterai.

6.       Saat berhenti

Umumnya kendaraan bila terjadi kemacetan atau lampu merah, mesin tetap menyala dan mobil tetap diam ditempat. Itulah yang menyebabkan mobil boros. Sedangkan mobil teknologi hybrid ini bila berhenti saat kemacetan dan lampu merah otomatis mesin akan mati dan suplai daya langsung diambil dari bateri yang menggerakkan motor listrik, sebab itulah dikatakan mobil hybrid lebih irit.

Bagaimana pendapat anda? Mudah bukan memahami cara kerja mobil teknologi hybrid. Jadi mobil hybrid meski tenaganya juga disuplai dari baterai, namun tidak memerlukan pengisian karena diisi atau di charger secara otomatis ketika generator nyala. Terus di Indonesia ada mobil hybrid apa saja? Jangan khawatir, saya berikan beberapa contoh ya.

1.       All New Camry 2.5 Hybrid

Mesin tipe Hybrid, 16 Valve, DOHC, In Line 4 silinder, VVT-i, Seri mesin 2AR-FXE, kapasitas silinder 2.494 cc. 205 PS pada putaran mesin 5.700 rpm dengan torsi 20.9 Kg.m saat putaran mesin 4.800 rpm.

2.       Honda CR-Z

Mesin tipe 1.5L 4 silinder, SOHC, 16 Katup i-VTEC, DWB + TBR. 120 PS pada putaran mesin 6.600 rpm. Dapat tambahan daya 20 PS pada putaran 2.000 rpm dengan torsi 78 Nm.

Masih banyak contoh lainnya, namanya contoh cukup 2 saja. Kalau banyak namanya nyebutin loh 😊 . Cukup sekian dulu ya pembahasannya, semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *