Penyebab dan Solusi Motor Berasap – Di Indonesia motor sudah menjamur, semakin banyak keluaran model dan tipe motor-motor terbaru yang dilengkapi dengan teknologi canggih. Bagaimana nasib warga yang tergolong ekonominya menengah ke bawah? Boro-boro mau beli motor canggih, beli bahan bakar aja berat banget kok. Ditambah lagi motornya ngeluarin asap, bisa dibilang bener-bener orang kuno gaptek lagi. Tenang aja guys, berikut ini akan kami sajikan beberapa penyebab motor berasap, baik asap hitam maupun asap putih.

Asap hitam atau hitam pekat?

Penyebabnya :

–          Campuran bahan bakar dan udara jelek

–          Oli yang digunakan tidak berkualitas

–          Busi sudah tidak layak pakai

–          Seal katup / klep keras atau bocor

–          Pembakaran tidak sempurna

Solusinnya :

–          Untuk motor konvensional, setel karburator untuk mendapat campuran bahan bakar dan udara yang baik dengan cara memutar air fuel ratio.

–          Untuk motor dengan teknologi injeksi, setel injector dan trotle body untuk mendapat campuran bahan bakar dan udara yang baik menggunakan alat Fuel Injector Diagnostic

–          Gunakan oli sesuai standard mesin. Kalau di Indonesia rata-rata menggunakan oli standard SAE 20W menyesuaikan iklim tropis. Bila menggunakan oli SAE 0W bahaya, viskositasnya mampu menembus celah-celah kecil, bahkan bisa masuk ring piston ke ruang bakar.

–          Ganti busi setiap menempuh perjalanan 6.000 – 7.000 km

–          Ganti seal katup dengan yang baru (masih lentur)

–          Gunakan BBM yang sesuai standar kompresi mesin untuk menciptakan pembakaran yang sempurna.

Itu tadi penjelasan mengenai motor yang berasap hitam atau hitam pekat. Gimana kalau kasusnya yang keluar bukan asap hitam, justru asap putih atau putih pekat?

Asap putih atau putih pekat?

Penyebabnya :

–          Ring piston rusak / aus

–          Seal katup / klep keras atau bocor

–          Packing silinder head dan blok silinder bocor

–          Menggunakan knalpot racing

–          Oli ikut terbakar

Solusinya :

–          Gantilah ring piston yang telah rusak / aus. Karena mesin dibuat itu pasti ada yang dikorbankan, tidak mungkin antara piston, blok silinder dan ring piston itu mempunyai kekerasan bahan logam yang sama.

–          Ganti seal katup dengan yang baru (masih lentur). Oli masuk keruang camshaft atau noken sebagai penggerak mekanisme katup. Jika seal katup keras atau bocor akibat terlalu panasnya kendaraan, sebaiknya segera diganti agar oli tidak masuk kedalam ruang bakar.

–          Ganti packing antara silinder head dan blok silinder. Kenapa harus diganti? Berdasarkan pengalaman kami di bengkel, ketika packing bocor dan perlakuannya hanya mengencangkan bautnya saja yang terjadi adalah bautnya patah didalam mesin. Justru nanti akan kerja 2 kali. Kebocoran packing ini membuat kompresi bocor, selain itu juga membuat oli keluar jalur dari pelumasan untuk mekanisme katup.

–          Pada sebagian knalpot racing, di desain oli menyemprot ke knalpot untuk pendinginan. Alhasil yang terjadi adalah oli ikut terbakar, sehingga asapnya keluar warna putih karena ada zat aditif oli yang tidak terbakar yang berbahaya bagi kesehatan manusia karena dapat membentuk senyawa karbon monoksida atau CO.

Itulah sedikit pengalaman belajar kami selama menjadi teknisi di bengkel, belajar di bangku perkuliahan otomotif, dan juga pengalaman sebagai guru otomotif. Semoga dengan berbagi ilmu seputar otomotif ini bermanfaat bagi anda. Salam otomotif untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *