Apakah Sama Konstruksi Mesin Injeksi dengan Mesin Karburator? – Bagaimana penadapat anda dengan pertanyaan judul tersebut? Sebelum kami jawab judul diatas, kami sampaikan bahwa artikel kali ini melanjutkan pembahasan mengenai mesin yang telah dilengkapi dengan teknologi injeksi atau EFI (Electronic Fuel Injection). Agar lebih memahami artikel ini, kami sarakan untuk membaca dulu artikel sebelumnya tentang Prinsip Kerja Mesin Injeksi.

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita simak dulu pembahasan berikut ini sebelum kita menarik kesimpulannya.

Konstruksi Mesin Injeksi

Secara umum, konstruksi mesin injeksi dibagi menjadi 3 sistem utama, yaitu a) Sistem bahan bakar (fuel system); b) Sistem kontrol elektronik (electronic control system); dan c) Sistem pemasukan udara (air induction system).

a.       Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar dalam teknologi injeksi ini berfungsi untuk menyimpan, membersihkan, menyalurkan, dan menyemprotkan / menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

Adapun komponen dalam sistem bahan bakar meliputi fuel pump (pompa bahan bakar), fuel filter (saringan bahan bakar), pipa penyalur, fuel pressure regulator (pengatur tekanan bahan bakar), injector (penyemprot bahan bakar).

Fungsi Masing-masing Komponen Sistem Bahan Bakar

–          Fuel suction filter, berfungsi untuk menyaring kotoran agar tidak terhisap oleh pompa bahan bakar.

–          Fuel pump module, berfungsi untuk memompa dan mengalirkan bahan bakar dari tangki ke injektor.

–          Fuel pressure regulator, berfungsi untuk mengatur tekanan bahan bakar dalam sistem aliran bahan bakar agar tetap konstan. Jika tekanan bahan bakar melebihi kapasitas, maka pressure regulator mengembalikan bahan bakar kedalam tangki.

–          Fuel feed hose, berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Fuel feed hose ini berupa selang yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menahan tekanan bahan bakar yang dipompa oleh fuel pump.

–          Fuel injector, berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke ujung saluran intake manifold (klep in) sebelum masuk ruang bakar. Volume penyemprotan tergantung lamanya bukaan nozel. Yang mengatur lamanya bukaan nozel adalah ECM (Electronic Controm Module) atau ECU (Electronik Control Unit).

Proses terjadinya injeksi bahan bakar yaitu saat ECU memberikan tegangan listrik ke solenoid coil injector. Tegangan listrik ini membuat solenoid coil menjadi magnet, sehingga plunyer tertarik dan needle valve (katup jarum) terangkat dari dudukannya. Akhirnya bahan bakar bertekanan yang telah dipompa oleh fuel pump akan memancar keluar melalui injector. Lihat konstruksi berikut ini:

b.       Sistem Kontrol Elektronik

Sistem kontrol elektronik dalam sistem injeksi merupakan komponen utama agar mesin bisa dinyalakan dengan peforma yang optimal. Adapun sitem elektronik terdiri dari berbagai sensor meliputi sensor MAP (Manifold Absolute Pressur), sensor TP (Throttle Position), sensor IAT (Intake Air Temperature), BAS (Bank Angle Sensor), sensor EOT (Engine Oil Sensor), dan lain sebagainya.

Selain sensor-sensor tersebut, dalam sistem kontrol elektronik injeksi ini dilengkapi dengan DLC (Data Link Connector) semacam soket yang dihubungkan pada scan tool atau engine analyzer untuk mencari komponen mana yang mengalami kerusakan. Kalau nggak punya alat scan tool atau engine analyzer, anda bisa mendeteksi kerusakan komponen injeksi melalui MIL (Malfunction Indicator Lamp). Namun tidak kami bahas disini, mungkin pada artikel selanjutnya 😊.

c.       Sistem Pemasukan Udara

Sistem pemasukan udara berfungsi untuk menyalurkan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran. Adapun untuk konstruksi utama sistem injeksi yang terakhir ini komponennya meliputi air box (saringan udara), intake manifold, dan throttle body (tempat katup gas).

Jadi untuk menjawab pertanyaan judul diatas, jawabannya sudah jelas berbeda konstruksinya. Untuk mesin injeksi konstruksinya full elektronik, sistem kerjanya juga dikontrol secara elektronik. Sedangkan mesin yang menggunakan karburator, pencampuran bahan bakarnya masih memanfaatkan prinsip venturi. Sudah jelas kan? 😊

Demikian sedikit berbagi pengetahuan yang bisa kami sampaikan, semoga sedikit berbagi pengetahuan ini bisa bermanfaat untuk anda. Adapun penjelasan terkait injeksi (EFI) lebih lanjut akan kami tuliskan pada artikel selanjutnya. Terima kasih telah mengunjungi situs kami, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *