Ingin Ganti Warna Cat Mobil? Ikuti Langkah Dasar Repainting Berikut – Sebelum membahas dasar dari repainting (pengecatan ulang) bodi kendaraan, kami paparkan sedikit informasi dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan peningkatan pesat angka penjualan kendaraan bermotor roda 4. Pada tahun 2006, angka penjualan kendaraan bermotor roda 4 mencapai 319.000 unit. Tahun 2013, sudah mencapai angka 1.200.000 unit penjualan. Kalau tahun 2018 ini bisa dibayangkan aja ya berapa banyak kendaraan bermotor yang ada di Indonesia? Hehe, tentunya dengan banyaknya kendaraan yang tidak didukung infrastruktur jalan yang memadai akan menyebabkan kemacetan. Kemacetan ini rawan sekali dengan benturan, benturan menyebabkan bodi mobil penyok, cat tergores dan lain sebagainya.

Dari permasalahan yang sering dialami banyak pihak inilah yang membuat kami tertarik untuk menuliskan bagaimana sebenarnya prosedur pengecatan itu. Akhirnya timbul bisnis “Ketok Magic”, Bodi Repair, Repainting Mobil dan masih banyak lagi. Nah, dalam artikel kali ini kami akan membahas prosedur dasar pengecatan bodi kendaraan. Bagi anda yang tertarik mengganti warna cat mobil anda, silahkan simak penjelasan berikut ini.

Prosedur Dasar Pengecatan Bodi Kendaraan

Langkah-langkah pengecatan kendaraan adalah diawali dari persiapan permukaan, proses pengecatan surfacer, pengecatan dasar, proses pengecatan inti dan terakhir penyempurna hasil pengecatan.

Persiapan permukaan dilakukan dengan tujuan berikut:

–          Melindungi metal dasar, mencegah karat dan bintik.

–          Memperbaiki daya lekat (adhesi), meratakan daya rekat antar lapisan.

–          Memulihkan bentuk aslinya dengan mengisi bagian yang penyok dan goresan

–          Merapatkan permukaan, mencegah penyerapan material cat yang digunakan pada top coating.

Proses persiapan permukaan terdiri dari tindakan lapisan bawah (substrate treatment) berupa aplikasi dempul (putty) dan surfacer. Selanjutnya ada proses pelapisan cat dasar dan aplikasi cat inti. Adapun penyempurnaan hasil pengecatan berupa proses polishing.

Sedangkan bila anda ingin mengganti cat lama dengan cat baru, harus melakukan proses pengelupasan cat lama terlebih dahulu. Pada langkah pengelupasan cat ini ada 2 macam, yaitu:

1.       Pengecatan dengan Pengelupasan Total

Pengelupasan total cat kendaraan sebagai berikut:

a.       Soda api : Soda api hanya cocok digunakan pada pengelupasan cat bodi kendaraan bidang kecil dikarenakan efisiensi biaya.

b.       Brander Las : Brander las hanya cocok digunakan pada pengelupasan cat bodi kendaraan bidang kecil dikarenakan efisiensi biaya.

c.       Kompor : Kompor sangat cocok untuk pengelupasan cat bidang besar, murah dan efisien.

d.       Amplas : Amplas digunakan setelah soda api, brander las, atau kompor untuk menghaluskan bodi kendaraan. Amplas menggunakan kertas gosok grit 100, 120, 220, sampai grit 600.

2.       Pengecatan Tanpa Pengelupasan Total (oversped)

Pengecatan tanpa pengelupasan total bilamana bidang yang akan di cat hanya sebagian, maka caranya adalah di amplas menggunakan kertas gosok grit 120, 320, sampai grit 600.

Setelah pengelupasan cat selesai, unit yang akan di cat dicuci terlebih dahulu menggunakan air yang dicampur dengan sabun /deterjen kemudian di keringkan menggunakan techreg.

Demikian penjelasan dasar pengecatan yang masih sampai pengelupasan cat, adapun penjelasan berapa perbandingan cat, alat dan bahannya apa aja, akan kami bahas pada artikel berikutnya. Terima kasih telah mengunjungi situs kami, semoga artikel ini bermanfaat. Salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *