Cara Kerja Mesin Injeksi Saat Kondisi Mesin Dingin – Seperti yang telah kami jelaskan pada artikel sebelumnya tentang prinsip kerja mesin injeksi. Diterangkan bahwa untuk mencapai unjuk kerja mesin yang optimal, maka mesin injeksi didukung sepenuhnya dengan kontrol elektronik (ECU). ECU (Electronic Control Unit) dipacu untuk memberikan sejumlah bahan bakar bakar ke ruang bakar menyesuaikan dengan kondisi putaran mesin. Untuk menyesuaikan kondisi putaran mesin, maka mesin injeksi dilengkapi dengan sensor-sensor tertentu.

Dalam artikel kali ini, kami akan melanjutkan pembahasan lanjut tentang mesin injeksi. Lebih tepatnya kami akan menjabarkan tentang cara kerja mesin injeksi pada setiap kondisi mesin. Untuk lebih jelasnya kita simak pembahasan berikut ini.

1.       Saat Penginjeksian dan Lamanya penginjeksian

Terdapat beberapa tipe penginjeksian dalam mesin injeksi, khususnya yang mempunyai jumlah silinder lebih dari satu. Ada tipe injeksi serentak (simoultaneous injection) yaitu saat penginjeksian terjadi secara bersamaan. Ada juga tipe injeksi terpisah (independent injection) yaitu saat penginjeksian setiap injektor satu dengan yang lainnya berbeda, biasanya menyesuaikan dengan firing order (FO).

Baca juga : Firing Order Pengapian Mesin Mobil

Untuk saat penginjeksian (injection timing) tidak mesti sama persis dengan waktu pengapian yang diatur beberapa derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) di akhir langkah kompresi. Sekali lagi, saat penginjeksian tergantung dari tipe injeksi mesinnya. Misalnya untuk mesin 4 silinder dengan tipe injeksi serentak (simoultaneous injection), tentunya saat penginjeksian injektor satu dengan yang lainnya terjadi secara bersamaan.  Jika FO mesin tersebut adalah 1 – 3 – 4 – 2, saat terjadi injeksi pada silinder 1 pada langkah hisap, maka pada silinder 3 injeksi terjadi pada satu langkah sebelumnya, yaitu langkah buang. Selanjutnya pada silinder 4 injeksi terjadi pada langkah usaha, dan pada silinder 2 injeksi terjadi pada langkah kompresi.

Adapun lamanya penginjeksian bervariasi tergantung dari kondisi putaran mesin. Semakin tinggi putaran mesin, lamanya waktu penginjeksian juga semakin panjang. Hal ini disebabkan semakin bertambah pula kebutuhan bahan bakar pada saat mesin putaran tinggi.

2.       Saat Kondisi Mesin Dingin

Misalnya pada waktu pagi hari yang identik dengan suhu dingin, atau memang motor jarang dinyalakan sehingga terjadi penguapan bahan bakar rendah. Bahan bakar tidak langsung masuk keruang bakar, melainkan masih menempel pada manifold.

Artinya, untuk menghidupkan mesin harus membutuhkan campuran bahan bakar kaya. Kalau motor yang masih menggunakan karburator, untuk memperkaya campuran bahan bakar biasanya dilakukan “Choke”. Tapi berbeda kalau mesin injeksi, untuk memperkaya campuran bahan bakar telah dilengkapi dengan engine/coolant temperature sensor.

Engine/coolant temperature sensor akan mendeteksi kondisi air pendingin yang masih dingin. Temperatur air pendingin yang dideteksi dirubah menjadi signal listrik dan dikirim ke ECU (Elektronik Control Unit). Kemudian ECU akan mengolahnya dan memberikan perintah kepada injektor dengan memberikan tegangan yang lebih lama pada solenoid injektor agar bahan bakar yang disemprotkan lebih banyak (kaya).

Untuk mesin injeksi yang tidak dilegkapi dengan sistem pendingin air atau engine/coolant temperature sensor, maka sensor yang lebih dominan untuk mendeteksi kondisi mesin saat dingin adalah sensor temperatur oli pelumas mesin (engine oil temperature sensor) dan sensor IAT (Intake Air Temperature) pendeteksi udara masuk.

Engine oil temperature sensor akan mendeteksi kondisi pelumas yang masih dingin, selanjutnya dirubah menjadi signal listrik yang dikirim ke ECU. Selain itu juga intake air temperature sensor juga mendeteksi udara yang masuk melalui intake manifold dengan temperature rendah. Kemudian kondisi tersebut dirubah menjadi signal listrik yang dikirim ke ECU.

Udara dingin memiliki kerapatan yang lebih padat, sehingga jumlah molekul udara lebih banyak dibandingkan dengan temperatur udara panas. Agar tetap terjadi perbandingan campuran yang mendekati ideal, maka ECU akan memberikan tegangan pada solenoid injektor sedikit lebih lama agar terjadi campuran bahan bakar kaya.

Dengan demikian, penguapan bahan bakar rendah saat temperatur dingin yang menyebabkan bahan bakar menempel di intake manifold dapat diantisipasi dengan memperkaya campuran bahan bakar. Semua ini dikontrol secara elektronik, jadi anda tidak perlu khawatir jika mobil atau mobil anda dalam kondisi dingin.

Demikian sedikit pengetahuan yang bisa kami bagikan, semoga sedikit ilmu ini bisa bermanfaat untuk anda. Adapun pembahasan terkait mesin injeksi lainnya akan kami bahas pada artikel selanjutnya. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *