HP Baterai Lepas-Pasang Vs Baterai Tanam – Untuk HP keluaran akhir-akhir ini sangat banyak dijumpai dengan sistem baterai tanam. Bagaimana pendapat kamu tentang perbedaan antara baterai tanam jika dibandingkan dengan baterai lepas-pasang? Nah, sebelum menjawab pertanyaan tersebut akan saya kupas tuntas perbedaan keduanya.

Artikel ini muncul karena banyak sekali pertanyaan yang muncul tentang keunggulan dari baterai lepas-pasang dan baterai tanam. Oleh karena itu saya tertarik menuliskan beberapa kelebihan dan kekurangan dari kedua baterai tersebut. Semoga dengan adanya tulisan ini, kamu tidak lagi bingung dengan perbedaan yang ada pada keduanya. Yuk langsung simak pembahasannya berikut.

1.       Segi Ketahanan Daya

Baterai Lepas-Pasang dayanya lebih cepat habis, dikarenakan bahannya adalah Lithium Ion atau sering disebut “Li-Ion”. Untuk Baterai Tanam memang didesain sedemikian rupa agar dayanya bertahan lama, adapun bahannya adalah Lithium Polymer atau sering disebut “Li-Po”. Jika saya tarik kesimpulan, berarti ketahanan daya baterai Li-Po lebih baik jika dibandingkan dengan baterai Li-Ion.

2.       Segi Ketahanan Terhadap Air

Dengan casing yang didesain rapat, tentunya baterai tanam akan lebih bertahan terhadap air. Untuk baterai lepas-pasang akan rentan terhadap air, dikarenakan air bisa masuk ke sela-sela casing belakang HP. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa baterai tanam lebih tahan terhadap air jika dibandingkan dengan baterai lepas-pasang.

3.       Segi Kerawanan Terhadap “Dooll”

“Dooll” merupakan kata yang muncul ketika suatu komponen tidak bisa merekat pada tempatnya seperti semula. Untuk bateri lepas-pasang jika terjadi “hang” pasti kamu langsung melepas baterai agar HP mati, kemudian dinyalakan lagi. Sedangkan untuk baterai tanam jika terjadi “hang”, kamu pasti bingung bagaimana cara mematikan dengan cepat. Tapi sebenarnya untuk baterai tanam ada kode khusus dengan tulisan “R” menunjuk “Lubang Sangat Kecil”. Didalamnya ada tombol restart.

Kembali tentang “kerawanan terhadap dooll” bisa ditarik kesimpulan bahwa baterai lepas-pasang akan lebih cepat “dooll” bila dibandingkan dengan baterai tanam.

4.       Segi Kemudahan Penggantian Baterai

Untuk kemudahan penggantian baterai saat terjadi kerusakan, tentunya akan lebih mudah pada baterai lepas-pasang. Jadi untuk poin ke-empat ini nggak akan saya bahas lebih detail. Langsung bisa ditarik kesimpulan bahwa baterai lepas-pasang lebih mudah untuk dilakukan penggantian baterai jika dibandingkan dengan baterai tanam.

5.       Overcharger

Sebenarnya kata overcharger muncul ketika baterai dicharger melewati batas yang telah ditentukan. Untuk baterai tanam memiliki tahanan daya yang baik, sehingga arus akan terputus secara otomatis ketika daya baterai telah penuh. Sedangkan baterai lepas-pasang tergantung baterai yang digunakan, baterai biasa atau baterai double IC protection.

Baca Juga : 3 Kelebihan Baterai Double IC Protection

Demikian sedikit informasi yang bisa saya tuliskan dalam artikel kali ini, semoga tulisan ini bermanfaat dan membatu menyelesaikan permasalahan yang kamu alami. Terima kasih telah berkunjung 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *