Pakem Rem Tromol Atau Rem Cakram? Berikut Penjelasannya – Seperti yang kita ketahui bahwa untuk saat ini telah berkembang 2 macam tipe rem. Yaitu rem tromol dan rem cakram. Muncul banyak pertanyaan dari kedua macam rem tersebut aman mana jika digunakan? Lebih pakem cakram atau tromol? Maka dari itu kami akan sedikit mengulas tentang kedua rem tersebut.

Rem Tromol

Rem tromol merupakan sebuah rem yang pertama kali muncul dengan desain tertutup. Bidang gesekan kampas dengan tromol lebih luas, sehingga secara teori seharunya dengan lebih besarnya bidang gesek akan membuat rem lebih pakem. Namun dengan desain tertutup tersebut membuat panas akibat gesekan antara tromol dan kampas sulit keluar. Panas yang sulit keluar inilah yang membuat rem tromol tidak bisa menghentikan laju kendaraan 100%.

Rem Cakram

Sedangkan rem cakram merupakan sebuah rem yang muncul setelah rem tromol. Bisa disebut pengembangannya lah. Anda pasti juga tau bahwa rem cakram memiliki komponen utama kampas, caliper, dan disc brake (piringan). Dengan desain yang terbuka, maka rem cakram sangat cepat dalam membuang panas akibat gesekan yang ditimbulkan kampas dan disc brake. Hal inilah yang membuat rem cakram lebih pakem dikarenakan bisa menghentikan laju kendaraan 100%.

Perlu diketahui jika pengereman dilakukan secara mendadak, maka akan timbul yang namanya selip pada ban. Dan itu beresiko tinggi untuk terjadinya sebuah kecelakaan.

Baca Juga : 3 Istilah Ban Selip Pada Kendaraan

Perbedaan Rem Tromol dan Rem Cakram

Berikut kami ringkaskan sedikit perbedaan antara rem tromol dan rem cakram:

REM TROMOL

Menggunakan kampas dan tromol; Sistem tertutup; Sulit membuang panas; Hanya cocok pada musim kemarau; Bagus untuk kendaraan berat, misalnya truk dan bus; dan Kebersihan terjaga.

REM CAKRAM

Menggunakan kampas, disc brake, dan caliper; Sistem terbuka; Cepat membuang panas; Cocok pada segala musim; Bagus untuk kendaraan ringan, misalnya motor dan mobil; Cepat kotor

Jika ditarik kesimpulan, berarti rem cakram lebih pakem apabila dibandingkan dengan rem tromol. Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *