3 Tips Mengenali Kondisi Mesin Mobil Bekas – Anda pengen selalu ganti mobil? Hal yang biasa dilakukan oleh beberapa orang jika ingin sering berganti-ganti mobil adalah dengan cara membeli mobil bekas. Namun perlu diketahui tidak semua mobil bekas masih dalam kondisi prima 100%. Ada kalanya mobil tersebut sehabis kecelakaan, tertabrak sesuatu atapun lainnya. Kemudian sebelum dijual, biasanya ada perlakuan khusus untuk memoles mobil tersebut agar tampilannya memikat pembeli.

Suatu tampilan secara fisik memang boleh menipu kebanyakan orang, namun untuk anda yang tidak ingin terkecoh dengan sebuah penampilan luar, tidak ada salahnya jika membaca artikel ini terlebih dahulu sebelum membeli mobil bekas. Dalam artikel kali ini kami akan membahas tips mengenali kondisi mesin mobil bekas. Yuk langsung pada inti poin pembahasan berikut.

Cara Mengenali kondisi Mesin Mobil Bekas

1.       Ruang Mesin Pernah Dicat

Cara pertama yang kami sarankan adalah dengan melakukan pengecekan pada ruang mesin. Silahkan anda membuka kap mesin, amatilah apakah ada komponen yang terlihat pernah dilakukan pengecatan. Jika ada, bisa jadi mesin mobil tersebut pernah dilakukan “turun mesin”. Jika mobil pernah “turun mesin” bisa dipastikan mobil tersebut pernah mengalami kecelakaan atau tabrakan.

2.       Asap Knalpot Berwarna

Untuk mengenali kondisi mesin berikutnya adalah melalui warna asap pada knalpot mobil. Jika tidak timbul warna asap pada knalpot mengindikasikan mobil masih dalam keadaan baik. Namun jika mobil tersebut mengeluarkan asap berwarna, bisa dipastikan mobil tersebut telah mengalami kerusakan pada beberapa komponen. Asap yang biasa timbul pada knalpot jika mesin mengalami kerusakan adalah asap warna putih, hitam, biru, dan abu-abu.

Baca Juga : 4 Warna Asap Kendaraan Indikasi Kerusakan Mesin

3.       Lakukan Test Drive Agak Lama

Nah, untuk mengenali kondisi mesin mobil bekas yang terakhir ini adalah dengan melakukan test drive. Kami sarankan anda tidak terburu-buru ketika melakukan test drive. Karena umumnya mesin kendaraan ketika masih dingin dengan sudah panas itu berbeda. Memang enak dan ringan ketika kondisi masih dingin, namun ketika sudah perjalanan cukup jauh biasanya kondisi yang dirasakan sudah berbeda.

Demikian sedikit berbagi tips yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. semoga dengan sedikit tulisan ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang anda alami. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *