Apa Sih Teknik Otomotif Itu?

Apa Sih Teknik Otomotif Itu?

Apa Sih Teknik Otomotif Itu? – Teknologi otomotif akhir-akhir ini berkembang begitu pesat. Selain didorong oleh tuntutan masyarakat akan kebutuhan alat transportasi yang nyaman, aman, cepat, murah, juga didorong oleh tuntutan dunia yang harus ramah lingkungan.

Salah satu perkembangan teknologi otomotif yang mencolok yang dapat kita lihat untuk saat ini adalah sistem pemasokan bahan bakar kedalam mesin. Pada mesin bensin, sebelumnya (hingga saat ini masih ada) sistem pemasokan bahan bakar ke dalam mesin menggunakan teknologi karburator. Kemudian teknologi tersebut disempurnakan dengan teknologi electronic fuel injection (EFI). Hingga saat ini, teknologi EFI telah dikombinasikan dengan motor listrik sehingga muncul teknologi sistem hybrid. Teknologi karburator, EFI, dan hybrid pun terus berkembang untuk mencapai kesempurnaan teknologi.

Pada mesin diesel, sistem pemasokan bahan bakar sebelumnya (hingga saat ini masih ada) menggunakan pompa injeksi (injection pump), baik pompa injeksi segaris (inline pump) maupun jenis pompa injeksi distributor (distributor pump). Kemudian teknologi tersebut disempurnakan menggunakan teknologi EFI diesel. Hingga saat ini sistem pemasokan bahan bakar mesin diesel telah menggunakan teknologi sistem common rail yang tidak lagi menggunakan pompa injeksi, namun menggunakan supply pump yang jauh lebih baik kemampuannya.

Dari sisi sistem pengapian, teknologi otomotif juga mengalami perkembangan pesat. Mulai dari sistem pengapian platina (contact poin), sistem transistorized coil ignition (TCI) sampai sistem capasitive discharge ignition (CDI).

Dari sistem pengereman, teknologinya juga mengalami perkembangan. Mulai dari rem tromol (drum brake), rem cakram (disc brake) sampai dengan sistem rem cakram yang dikombinasikan dengan anti lock braking system (ABS).

Dari sisi injeksi bahan bakar ke ruang bakar juga tak kalah teknologinya. Mulai dari injeksi langsung (direct injection) sampai injeksi tidak langsung (indirect injection) walaupun hingga saat ini kembali lagi ke teknologi injeksi langsung, baik mesin bensin maupun mesin diesel.

Teknologi-teknologi lain pun juga berkembang sehingga didapatkan kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor yang dapat memenuhi tuntutan pasar. Secara umum, ada 4 tuntutan teknologi kendaraan bermotor yang harus dipenuhi sekarang ini, yaitu:

1.       Harus dapat menghasilkan peforma yang tinggi (high performance)

2.       Harus dapat menghemat pemakaian bahan bakar (fuel economy)

3.       Harus dapat menghasilkan suara dan getaran yang rendah (low noise and vibration)

4.       Harus dapat menghasilkan emisi gas buang yang rendah (low emission vehicle)

Kendaraan denga peforma tinggi saat ini dituntut dengan kapasitas silinder (cc) yang lebih kecil dan perbandingan kompresi yang besar, sehingga tetap menghasilkan daya (power) yang besar. Mesin jenis ini biasanya disebut compactable engine dan saat ini lagi tren di masyarakat. Biasanya kalau mobil dengan kapasitas silinder 1500 cc. Misalnya, Suzuki Swift, Suzuki Aerio, Honda Jazz, Toyota Yaris, Hyundai Getz, Nissan Grand Livina, Chevrolet Aveo, dll. Sedangkan untuk sepeda motor dengan kapasitas silinder 110 – 125 cc. Misalnya, Supra X 125, CS-1, GL Max, Karisma, Kirana, Shogun 125, Smash, Skywave, Spin, New Vega, New Jupiter Z, Mio, dll.

Kendaraan dengan teknologi penghematan bahan bakar saat ini dituntut berteknologi EFI dan hybrid (untuk mesin bensin) serta EFI diesel dan common rail (untuk mesin diesel). Hal itu masih ditambah dengan teknologi katub variabel. Misalnya, VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent) pada teknologi toyota, VTEC (Variavle valve Timing and Lift Electronic Control) pada teknologi honda, MIVEC (Mitsubisi Innovative Valve Electronic Control) pada teknologi mitsubisi, dll. Selain itu, perkembangan teknologi katub juga mengarah pada poros nok ganda (double overhead camshaft / DOHC) menyempurnakan teknologi poros nok tunggal (single overhead camshaft / SOHC) yang telah dulu ada.

Kendaraan juga harus menghasilkan tingkat kebisingan dan getaran yang rendah. Hal ini untuk menjamin bahwa kendaraan bermotor memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Disamping itu, kendaraan bermotor juga harus memenuhi ambang batas emisi gas buang. Hal ini untuk menjamin bahwa kendaraan bermotor yang sedang diproduksi atau yang telah dipasarkan memenuhi syarat ramah lingkungan.

Di Indonesia, saat ini pabrikan kendaraan bermotor dituntut untuk memenuhi Euro II Emission Standard. Hal itu dimaksudkan untuk membantu menukseskan program langit biru (blue sky program) yang telah dicanangkan oleh pemerintah dan mereduksi pemanasan global (global warming).

Teknologi yang dikembangkan hingga saat ini adalah catalytic converter yang dipasang di knalpot untuk mengurangi emisi CO, HC, dan NOx. Air induction system dipasang di exhaust port untuk mengurangi emisi CO dan HC. Exhaust gas recirculation (EGR) yang dipasang pada exhaust system untuk mengurangi emisi NOx. Thermal reactor yang dipasang pada exhaust system untuk mengurangi emisi gas CO dan HC. Charcoal canister yang dipasang pada saluran bahan bakar untuk mengurangi emisi HC. Crankcase emission control digunakan untuk mengurangi CO dan HC akibat evaporasi (penguapan) di bak oli.

Empat tuntutan teknologi diatas telah dipenuhi dan terus dikembangkan oleh pabrikan otomotif, sehingga nantinya kendaraan bermotor yang lebih nyaman dan aman yang berbeda dari saat ini tidak mustahil akan dinikmati oleh masyarakat luas.

Gimana nih? Sudah faham kan teknik otomotif itu apa? Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan. Jangan lupa sharing kalo ada kekurangan dalam artikel ini, saya hanyalah manusia biasa yang ingin terus belajar. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!