Sudah cukup lama tidak menulis di blog ini dikarenakan suatu hal, mohon maaf ya pemirsa. Langsung saja kita bahas topik pembahasan sesuai judul diatas. Emisi gas buang kendaraan bermotor yang berbahan bakar bensin maupun solar terdiri dari zat yang tidak beracun, seperti nitrogen (N2), karbondioksida (CO2), dan uap air (H2O). Ada juga zat yang beracun, seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx) sulfur oksida (SOx), timbal (Pb), dan partikulat.

Sedangkan pada mesin diesel, besarnya emisi ditentukan dalam bentuk opasitas (ketebalan asap) yang tergantung pada banyaknya jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke dalam silinder, karena pada motor diesel yang dikompresikan adalah udara murni. Semakin kaya campuran bahan bakar, maka semakin besar konsentrasi NOx, CO, dan asap. Sementara itu, semakin kurus campuran bahan bakar maka konsentrasi NOx, CO, dan asap juga semakin kecil.

Gas CO jika melampaui batas WHO dapat mengurangi oksigen dalam darah, mengganggu hati dan sakit kepala. CO dapat juga memperlambat refleksi dan radang tenggorokan, lebih jelasnya apabila CO bercampur dengan oksigen dan dihirup oleh manusia maka CO akan bereaksi dengan hemoglobin (Hb) yang mengakibatkan kemampuan darah untuk mentransfer oksigen mulai berkurang.

Gas HC dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, rasa mengantuk dan bercak kulit. HC yang beraroma pada konsumsi rendah dapat menyebabkan iritasi pada mata dan hidung serta dapat meracuni urat syaraf. Sedangkan gas NOx dapat mengganggu sistem pernafasan dan merusak paru-paru. Gas NOx dapat mengganggu pernafasan, merusak jaringan sel dan iritasi pada mata. Jika NOx bergabung dengan air akan membentuk hujan asam dan sangat berbahaya bagi lingkungan.

SOx 50% dikeluarkan oleh kendaraan diesel dapat menimbulkan iritasi pada sistem membran pernafasan dan menyebabkan bronchitis yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Selain itu, timbal (Pb) yang merupakan racun penyerang syaraf  dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak pada janin anak-anak dan dampak lanjutannya adalah tekanan darah tinggi. kemudian partikulat yang terhirup dan mengendap dalam sel paru-paru dapat mengganggu fungsi paru-paru dan menimbulkan flek hitam dalam paru-paru.

Adapun sumber polusi yang disebabkan kendaraan bermotor melalui komponen berikut:

1. Pipa Gas Buang (Knalpot)

Knalpot merupakan sumber pertama polusi sebesar 65-85% mengeluarkan hidrokarbon (HC) yang terbakar maupun yang tidak terbakar, nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), campuran alkohol, aldehida, keton, penol, asam, ester, epoksida, peroksida, dan oksigenat yang lain.

2. Bak Oli

Bak oli merupakan sumber kedua polusi sebesar 20% yang mengeluarkan hidrokarbon terbakar dan tidak terbakar dikarenakan blowby.

3. Tangki Bahan Bakar

Tangki bahan bakar menjadi sumber polusi dikarenakan adanya faktor yang disebabkan oleh cuaca panas dengan kerugian penguapan hidrokarbon mentah sebesar 5%.

4. Karburator

Untuk mesin lama, karburator menjadi pemicu polusi juga yaitu saat posisi stop and go (jalanan macet) dengan cuaca panas maka terjadi penguapan bahan bakar mentah sebesar 5-10%.

Demikian artikel yang bisa kami tulis, semoga sedikit berbagi pengetahuan seputar optomotif ini bisa membantu menyelesaikan masalah dan menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *