Sebuah kendaraan bisa melakukan sebuah perjalanan dikarenakan mempunyai roda. Roda merupakan salah satu komponen kendaraan yang berfungsi untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Adapun suatu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan tersebut adalah spooring dan balancing.

Pengertian Spooring dan Balancing

Spooring adalah pekerjaan atau penyetelan suatu sudut geometri roda depan dan belakang kendaraan agar selaras sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Balancing adalah suatu proses menganalisa putaran roda atau juga getaran pada ban mobil akibat beban yang diterima pada ban mobil.

Manfaat Sporing dan Balancing

  1. Meningkatkan kenyamanan dalam berkendara.
    Roda adalah part kendaraan yang terbuat dari karet sehingga mampu meredam getaran secara langsung akibat gesekan dengan jalanan aspal, tanah, maupun batuan. Sebuah kenyaman berkendara akan didapat ketika roda berfungsi dengan baik.
  2. Menghemat pemakaian ban.
    Dalam melakukan spooring meliputi 4 hal, yaitu camber, caster, toe, dan turning radius. Tujuan tersebut agar roda bisa berjalan sebagaimana mestinya. Bila roda berjalan tidak sesuai fungsinya, semisal roda miring keluar (camber positif) maka bagian roda luar akan lebih cepat aus daripada bagian roda dalam. Jika roda sudah berjalan sesuai semestinya, maka pemakaian ban tentunya akan lebih hemat.
  3. Menghemat pemakaian bahan bakar.
    Berjalannya kendaraan dengan mulus akan memperingan kerja dari mesin. Mesin dapat berjalan dikarenakan kerja dari sistem pembakaran. Jika ditarik benang merah, maka roda yang bekerja sesuai dengan fungsinya akan mampu menghemat pemakaian bahan bakar.
  4. Menghindari keausan yang tidak merata pada ban.
    Keausan tidak merata pada ban disebabkan setelan camber terlalu positif atau terlalu negatif, caster terlalu positif atau terlalu negatif, dan seterusnya. Hasil dari spooring dan balancing yang sesuai spesifikasi kendaraan akan mencegah terjadinya aus ban yang tidak merata.
  5. Kendali mobil menjadi lebih stabil.
    Kemudi berat merupakan akibat arah laju masing-masing roda yang tidak sinkron. Proses spooring adalah mensinkronkan masing-masing roda agar bisa berjalan sesuai dengan kehendak pengemudi. Ketika proses spooring baik, maka kendali kemudi mobil akan lebih stabil.
  6. Posisi stir dapat segera kembali lurus setelah belok.
    Dengan melakukan geometri roda, artinya roda bisa dikendalikan dengan baik dan stabil. Ketika kemudi dilepaskan, maka roda akan segera kembali pada posisi lurus dengan sendirinya.
  7. Menghilangkan suara berdecit pada ban ketika belok.
    Berbelok yang baik adalah tidak menimbulkan suara. Ketika kemudi dibelokkan, kemudian timbul suara berdecit artinya mobil harus segera dilakukan turning radius. Ketika proses turning radius sudah selesai, maka suara berdecit saat berbelok akan hilang.
  8. Menyelaraskan kelurusan roda kemudi.
    Spooring dan balancing merupakan suatu tindakan agar masing-masing roda bisa berjalan secara selaras. Artinya jika kemudi diarahkan kedepan, maka masing-masing roda akan berjalan selaras kearah depan akibat penyetelan camber, caster, toe, dan turning radius yang sudah sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
  9. Meningkatkan kestabilan dalam berkendara.
    Arti stabil disini adalah kondisi dimana roda bisa saling tersinkronkan sehingga arah laju roda sesuai dengan kehendak pengemudi. Selain itu, ketika jalanan lurus maka sebagai pengemudi akan merasa nyaman dan aman karena arah laju mobil bisa dikendalikan dengan mudah.
  10. Menjaga keawetan kaki-kaki / understeel mobil.
    Ketika sebuah ban tidak bisa diarahkan dengan baik dan berkelok-kelok dengan sendirinya serta tidak segera dilakukan perawatan berkala, maka efeknya adalah kaki-kaki atau understeel mobil akan cepat rusak.

Baca Juga : Istilah Umum Spesifikasi Kendaraan Roda Empat (Mobil)

Ciri-ciri Kendaraan Waktunya Melakukan Spooring Balancing

  1. Kemudi terasa berat untuk dibelokkan.
  2. Ketika kemudi dilepas, laju kendaraan menjadi tidak terarah.
  3. Keausan sisi ban dalam dan luar berbeda.
  4. Setelah menempuh perjalanan 10.000 Km sekali.

Rawat dan servislah kendaraan anda secara berkala agar bisa mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Demikian artikel yang bisa kami tuliskan kali ini. Semoga dengan tulisan ini bisa menyelesaikan masalah dan menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *