Perkembangan teknologi hingga saat ini memang tidak bisa dibendung, salah satunya pada bidang otomotif. Perusahaan otomotif dunia yang paling dominan di negara Indonesia masihlah tetap dipegang oleh negara Jepang. Demi memenuhi tuntutan zaman, akhirnya 9 merk perusahaan jepang berkerjasama untuk menciptakan teknologi transmisi masa depan dengan mengedapankan pengurangan bobot transmisi, mengurangi gesekan dan kurangnya energi, meningkatkan torsi, mengembangkan CVT generasi terbaru, serta meningkatkan kinerja gearbox untuk kendaraan hibrida dan meningkatkan gigi reduksi untuk mobil listrik di masa depan.

9 merek mobil Jepang yang bekerja sama ini yaitu Toyota, Nissan, Honda, Suzuki, Subaru, Daihatsu, Mazda, Mitsubishi, dan Isuzu.

Bukan hanya merek otomotif, mereka juga berafiliasi dengan dua pemasok transmisi terbesar di Jepang milik Toyota Group yakni Aisin and milik Nissan yakni Jatco. Dan untuk menyatukan kemitraan mereka berpayung hukum pada TRAMI (Transmission Research Association for Mobility Innovation).

Perusahaan otomotif jepang ini akan menitik beratkan pada pengembangan CVT (Continuously Variable Transmission) dan transmisi untuk mobil hybrid. Mobil dengan transmisi otomatis CVT menggunakan perangkat puli dan sabuk baja sebagai komponen utama pengggerak transmisi. Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin.

Hal ini membuat perpindahan gigi pada mobil yang menggunakan transmisi otomatis CVT sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, hentakan saat perpindahan gigi juga sangat kecil. Kelebihan lain dari mobil transmisi otomatis menggunakan CVT yaitu pengemudi tidak memerlukan RPM tinggi untuk mendapatkan tenaga besar. Dengan RPM mobil yang jarang tinggi membuat mobil dengan transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.

Selain itu, pengembangan mobil hybrid dengan menggunakan CVT akan menghemat efisiensi kinerja mesin hingga 6%. Transmisi ini menggunakan gear mekanikal ketika kecepatan rendah, yang otomatis bisa menghilangkan respon lambat CVT ketika akselerasi awal dan meningkatkan performa mesin. Tak cuma itu, pergantian gigi juga dibuat lebih cepat 20% sehingga lebih halus hingga tak berasa bagi pengemudi.

Baca juga : Cara Kerja Mobil Teknologi Hybrid

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *