Hal yang paling ditunggu-tunggu oleh perusahaan besar otomotif untuk meluncurkan produksi mobil listriknya adalah perpres tentang mobil listrik. Sebagai salah satu upaya pemerintah dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 adalah dengan mengembangkan mobil listrik. Tren kendaraan masa depan adalah kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan, yaitu mobil listrik ZEV (Zero Emission Vehicle). Lebih jelasnya tentang mobil yang satu ini silahkan baca Cara Kerja Mobil Listrik Zero Emission Vehicle.

Isi Perpres Mobil Listrik

Munculnya perpres tentang mobil listrik ini diawali dari harapan Jokowi yang menyampaikan bahwa dengan menggunakan mobil listrik, maka akan membantu mengurangi penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak). Selain itu juga bisa menghemat devisa sejumlah Rp. 798 trilliun dari pengurangan ketergantungan impor BBM.

Pembahasan Perpres di Kemenperin sendiri dilakukan dalam sebuah rapat tertutup. Dalam rapat tersebut ada sejumlah pihak yang terlibat di dalamnya seperti dari pihak Kementerian Perindustrian sendiri, Asosiasi Pengembang Kendaraan Listrik Bermerek Indonesia (APKLIBERNAS), PT Great Asia Link, Industri Otomotif (Gaikindo dan AISI), serta beberapa pihak lainnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan Perpres mobil listrik akan mengatur industrialisasi mobil listrik, kemudian biaya masuk, persoalan pajak dan kapasitas yang harus dipenuhi. Mengacu pada regulasi yang sudah ada yaitu UU 22 maka kendaraan mobil listrik harus melewati uji tipe dan uji berkala. Uji tipe dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kemenhub dan BPPT, sedangkan uji berkala dilakukan oleh Agen Pemegang Merk (APM).

Nah, mungkin itu dulu yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *