5 Komponen Rusak Pada Mobil Akibat Gangguan Ban / Roda

5 Komponen Rusak Pada Mobil Akibat Gangguan Ban / Roda

Ban adalah sebuah alat dalam kendaraan yang memiliki fungsi untuk membuat kendaraan bisa melaju dengan nyaman. Bayangkan saja bila ban anda kempos, aus spot (spot wear), bocor, atau bahkan tidak balance. Maka sebagai pengemudi akan merasakan ketidaknyamanan dalam berkendara. Oleh karena itu, ban menduduki kategori genting yang mengharuskan perawatan berkala.

Fungsi Ban Mobil

Ban mobil memiliki peran penting dalam kendaraan, saking pentingnya masuk dalam 3 sistem sekaligus. Kalau diuraikan sebagai berikut :

  1. Ban sebagai sistem pemindah tenaga, karena ban berfungsi untuk melanjutkan putaran engine yang disalurkan melalui kopling, transmisi, axle shaft, dan drive shaft.
  2. Ban sebagai sistem kemudi, karena ban berfungsi untuk mengubah arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi.
  3. Ban sebagai sistem suspensi, karena ban berfungsi untuk menopang berat kendaraan dan meredam getaran dari jalanan.

Jadi jika melakukan trobleshooting ban, maka harus memperhatikan ketiga sistem tersebut. Apabila salah dalam melakukan perawatan dan perbaikan, bisa jadi akan berakibat merusak sistem lainnya.

Kerusakan Komponen Mobil Akibat Gangguan Ban

Telah diuraikan diatas bahwasannya kesalahan penanganan dalam melakukan trobleshooting ban akan mengakibatkan kerusakan pada komponen lain dalam mobil. Diantaranya yaitu:

  1. Pegas Rusak / Patah
  2. Peredam Getaran Rusak
  3. Bantalan-bantalan Roda Rusak
  4. Kerusakan pada Ball Joint
  5. Kerusakan pada Lengan-lengan Kemudi

Pemicu utama dari kerusakan diatas sebenarnya sangatlah mendasar, yaitu Ban Tidak Balance. Ketika ban tidak balance, maka akan menimbulkan sebuah keolengan dan getaran pada mobil. Selanjutnya getaran ini masuk kedalam komponen mobil. Jikalau kendaraan melaju pada kecepatan tertentu, misalnya 80 Km/Jam maka akibatnya komponen-komponen mobil lainnya seperti yang disebutkan diatas ikut mengalami getaran yang ujung-ujungnya mengalami kerusakan.

Apabila bearing roda, ball joint, dan tie rod end mengalami keausan yang berlebihan, maka akan membuat putaran roda oleng dan tidak balance. Saat ban bergoyang pada titik tertentu dan berputar pada kecepatan tinggi, maka akan membentuk lekukan seperti mangkok melingkar pada beberapa bagian tread roda. Hal ini disebut dengan keausan yang tidak wajar / keausan spot / spot wear.

Baca Juga : Perbedaan Ban Mobil Tipe Kering dan Tipe Basah

Kesimpulannya, bilamana ban sering dilakukan perbaikan berkala akan tetap balance. Ban mobil yang balance memiliki kebergunaan yang multifungsi yaitu :

  • Menjamin keselamatan di jalan.
  • Menambah rasa aman dan nyaman dalam berkendara.
  • Menambah umur kendaraan.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!