2 Fungsi Sensor IACV (Idle Air Control Valve) pada Motor Honda Vario 125

2 Fungsi Sensor IACV (Idle Air Control Valve) pada Motor Honda Vario 125

Sensor IACV (Idle Air Control Valve) merupakan sebuah sensor yang terdapat pada semua jenis sepeda motor PGM-FI, diantaranya yaitu All New CB 150, All New Sonic, PCX, dan Vario 150. Sedangkan pada Revo FI, NMP FI, dan Verza hanya ada TPS (Throtle Position Sensor) saja tanpa IACV. Adapun fungsi IACV pada motor CB150R digantikan oleh IAS (Idle Air Screw) yang dapat diatur secara manual.

Fungsi IACV

  1. IACV berfungsi sebagai katup pengatur udara saat kendaraan hidup (menyala) kodisi idle / langsam. Katup dalam IACV ini menggantikan fungsi choke pada motor karburator. Intinya membuat campuran bahan bakar kaya supaya mesin mudah menyala dalam kondisi dingin.
  2. IACV berfungsi untuk meminimalisir keausan mesin dan mempercepat naiknya oli mesin. Ketika mesin keadaan dingin, maka oli akan turun ke bagian carter (bak oli). Sedangkan pembakaran pertama kali terjadi pada head silinder. Disaat mesin dinyalakan, sedangkan oli masih dibawah maka akan terjadi friksi / gesekan antara piston dan blocknya yang mengakibatkan mesin cepat aus. Dengan adanya IACV, maka dapat dipastikan bisa meminimalisir kejadian tersebut.

Baca Juga : Akibat Oli Gardan Motor Matic Habis

Cara Kerja IACV

Sensor IACV bekerja sesuai dengan perintah ECU / ECM yang telah mendapatkan informasi kondisi mesin dari sensor penunjangnya. Kerja dari sensor IACV berkaitan erat dengan sensor EOT (Engine Oil Temperature). Ketika sensor EOT mengidentifikasi suhu mesin dan menunjukkan pembacaan mesin dalam kondisi dingin, maka informasi ini akan dirubah menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU / ECM. Selanjutnya ECU / ECM memberikan perintah kepada sensor IACV untuk menaikkan RPM kendaraan.

Yang perlu diingat adalah diwaktu RPM mesin naik, katup throttle tetaplah dalam keadaan menutup. Sedangkan yang membuka adalah katup IACV. Adapun ketika kendaraan sudah masuk suhu kerjanya, secara otomatis katup IACV akan menutup / nonaktif dan RPM mesin menjadi turun / normal. Hal inilah yang dimaksudkan fungsi sensor IACV sebagai pengendali udara masuk saat mesin kondisi langsam.

Seperti yang diketahui bahwasannya saat pertama kali mesin dinyalakan, oli masih mengendap dibawah bak oli. Agar bisa naik ke silinder head membutuhkan putaran mesin sekitar 1500 – 2000 RPM. Dengan adanya sensor IACV, meskipun mesin kondisi dingin dan tanpa menekan gas agar throttle membuka. Maka RPM akan naik dengan sendirinya sehingga oli cepat naik dan meminimalisir terjadinya keausan pada engine. Hal inilah yang dimaksudkan fungsi sensor IACV untuk meminimalisir terjadinya keausan dan mempercepat naiknya oli ke silinder head.

Anda bisa membayangkan bilamana oli tetap mengendap dibawah karena efek gravitasi bumi dan harus menunggu RPM mesin naik hingga 1500-an untuk menuju silinder head, padahal pembakaran pertama kali terjadi di head silinder. Jika kejadian ini dilakukan terus menerus, sama halnya anda mempercepat umur kendaraan anda. Oleh karena itu, teknologi kendaraan sekarang dilengkapi dengan sensor IACV.

Tanda-tanda Kerusakan Sensor IACV

  • Kendaraan mbrebet.
  • Mesin susah dinyalakan saat kondisi dingin.
  • RPM tinggi tidak mau turun.
  • Posisi langsam / idle tidak normal atau naik turun.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!