Wiring diagram kendaraan merupakan sebuah rangkaian kelistrikan yang saling terhubung antara satu komponen dengan komponen lainnya. Dengan adanya wiring diagram, diharapkan para mekanik atau pelajar otomotif dapat memahami alur kelistrikan suatu kendaraan agar mudah melakukan perbaikan bilamana terjadi problem.

Problem kendaraan itu sangatlah variatif. Jika terjadi kerusakan pada kendaraan konvensional, maka anda harus mencari satu persatu problemnya dari sistem mana. Sangat tidak efisien bagi mekanik pemula karena waktunya sudah habis untuk mencari akar permasalahan.

Sedangkan pada kendaraan yang telah menerapkan sistem EFI, ketika terjadi problem pada salah satu sistem langsung terdeteksi pada kedipan lampu MIL (Malfunction Indicator Lamp) di dasboard kendaraan anda. Semisal motor anda kehabisan oli, maka sensor EOT (Engine Oil Temperature) secara otomatis akan mendeteksi kerusakan tersebut dan mengirimkan sinyal ke ECU / ECM, kemudian informasi ini bisa anda baca di dasboard dengan jumlah kedipan lampu MIL sebanyak 7 kali.

Baca Juga : Kode Kerusakan Sistem PGM-FI Honda Supra X 125R Pada MIL

Kode Wiring Diagram Kelistrikan Supra X 125 PGM-FI

Semua sensor yang ada pada motor Supra X 125 PGM-FI terhubung langsung ke ECU / ECM. Sensor-sensor dalam sistem PGM-FI berfungsi untuk mendeteksi berbagai macam kondisi pada kendaraan, misalnya :

  • Mendeteksi kecepatan putaran mesin.
  • Membaca suhu cairan pendingin mesin.
  • Mendiagnosa suhu oli mesin.
  • Membaca sudut kemiringan kendaraan saat berbelok.

Dan masih banyak lagi lainnya, tugas selanjutnya sensor-sensor tersebut yaitu mengubah kondisi-kondisi tersebut menjadi bentuk sinyal-sinyal elektrik. ECU / ECM menerima sinyal elektrik dari masing-masing sensor dan menjalankan fungsi komponen pengendali berdasarkan informasi tersebut. Oleh karena itu semua kabel-kabel sensor terhubung ke ECU / ECM.

Baca Juga : Cara Membaca Arti Warna Kabel Kelistrikan Pada Motor Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki

  1. Sensor IAT (Intake Air Temperature) terhubung ke ECU dengan kode kabel GR/L
  2. Sensor TP (Throttle Position) terhubung ke ECU dengan kode kabel Y
  3. Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) terhubung ke ECU dengan kode kabel LG/Y
  4. Sensor BAS (Bank Angle Sensor) terhubung ke ECU dengan kode kabel R/L
  5. Sensor EOT (Engine Oil Temeprature) terhubung ke ECU dengan kode kabel Y/L
  6. Sensor Injector terhubung ke ECU dengan kode kabel P/G
  7. Semua arus negatif / massa / ground terhubung ke ECU dengan kode kabel G/O

Jangan sampai salah dalam menancapkan kabel ketika melakukan troubleshooting, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem EFI kendaraan anda. Maka dari itu, sebagai guru pembimbing ataupun trainer dalam perusahaan otomotif harus selalu mendampingi kegiatan para mekanik pemula.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *