Kendaraan terkini sudah dilengkapi dengan berbagai macam kecanggihan teknologi. Apa gunanya? Yaitu untuk mengoptimalkan peforma kendaraan serta meminimalisir perawatan. Meski demikian, namanya sebuah teknologi pasti memiliki masa pakainya sendiri. Terlebih lagi jika anda ingin kendaraan awet, justru harus sering melakukan servis berkala.

Yang kami maksudkan kecanggihan teknologi dalam kendaraan adalah teknologi injeksi. Mobil injeksi merupakan pengembangan dari teknologi karburator. Pada karburator, proses pencampuran bahan bakar dan udara dilakukan sebelum masuk ruang bakar sehingga dominan bahan bakar akan menempel pada intake manifold menjadikannya terkesan lebih boros.

Sedangkan pada teknologi injeksi, proses pencampuran bahan bakar dan udaranya langsung pada ruang bakar sehingga sangat tinggi tingkat efisiensi penggunaan bahan bakarnya. Tidak hanya itu saja, mobil injeksi juga dilengkapi dengan berbagai sensor guna memberikan informasi ke ECU (Electronic Control Unit) dalam setiap kondisi dan beban kendaraan. Dengan demikian dalam setiap kondisi yang ada diharapkan mesin injeksi tetap bekerja dengan normal dan optimal.

Gejala Kerusakan Mobil Injeksi

Tidak bisa dipungkiri bahwa kendaraan dengan mesin injeksi juga memiliki gejala kerusakan. Adapun hal sering terjadi yaitu :

  1. Mesin brebet.
  2. Sulit dinyalakan pada suhu dingin.
  3. Gas sering loss.
  4. Kompresi hilang.
  5. Starter berat.

Baca Juga : Starter Mobil Berat? Simak Penyebabnya Berikut

Cara Merawat Mobil Injeksi

Ketika anda mengalami hal demikian diatas, pertanyaan kami adalah kapan terakhir kali anda melakukan servis mobil? dan bagaimana perlakuan anda setiap harinya kepada mobil anda?. Hal tersebut bisa dihindari dengan syarat anda melakukan tips berikut dengan benar.

1. Gunakanlah Bahan Bakar dengan Oktan 92 Keatas

Persyaratan ini merupakan hal yang wajib dilakukan. Kenapa demikian? sebuah bahan bakar dengan nilai oktan tinggi itu bebas timbal sehingga membuat mesin lebih bersih. Ketika mesin bersih, maka tidak akan meninggalkan kerak pada silinder blok. Saat penggunaan bahan bakar tidak tepat atau bahkan anda mengabaikan tips ini, maka dalam mesin anda akan penuh dengan kerak yang memuat starter mobil terasa berat, kompresi hilang, dan gas sering loss.

Baca Juga : Mesin Motor Awet dan Irit Pakai Pertamax, Pertalite, atau Premium?

2. Bersihkan Filter Bahan Bakar

Pemicu utama mesin mobil brebet atau tersendat-sendat adalah ketika campuran bahan bakar dan udara tidak sempurna. Terutama disaat filter bahan bakar kotor, maka suplai bahan bakar ke ruang bakar akan terganggu sehingga menjadikan campuran bahan bakar miskin. Efek campuran bahan bakar miskin adalah mobil akan brebet. Oleh karena itu, setiap 20.000 km sekali silahkan anda melakukan pembersihan pada filter bahan bakar. Oh ya, jika tips nomor 1 dilakukan pastinya pembersihan ini bisa dilakukan 40.000 Km sekali karena kondisi bahan bakar sudah bersih.

3. Rawatlah Aki dengan Baik dan Benar

Bagian penting dalam mesin injeksi adalah aki, dikarenakan semua sensor dapat bekerja ketika mendapat suplai listrik dari aki. Perawatan aki meliputi jumlah volume air aki, pembersihan kerak pada terminal aki, dan charger daya listrik aki. Mengapa aki harus dirawat seperti demikian? Bukankah aki juga mendapatkan suplai listrik dari alternator saat mobil berjalan? Betul sekali. Sekarang saya tanya balik. Apakah aki bisa menyimpan listrik jika elektrolitnya habis? Apakah listrik bisa tersalurkan kedalam aki bila diterminalnya terdapat kerak? Hayoooo. Jadi sudah paham yah untuk poin 3 ini.

Baca Juga : 7 Fungsi Baterai / Aki Pada Sepeda Motor

4. Bersihkan Busi Setiap 30.000 Km

Pembakaran bisa terjadi ketika ada sulutan bunga api dari busi. Disaat busi tidak bisa memercikkan bunga api dengan sempurna yang disebabkan oleh busi berkerak, terlumuri oleh oli, busi retak dan sebagainya akan membuat proses pengapian terganggu. Maka dari itu, kami anjurkan bersihkan atau ganti busi secara berkala setiap kendaraan menempuh jarak 30.000 Km. Pastikan tidak salah memilih busi sesuai dengan kode busi. Kalau sampai salah, bisa jadi ECU yang rusak karena resistansi businya tidak cocok.

Baca Juga : Cara Membaca Arti Kode Busi

5. Hilangkan Kerak pada Socket-socket Sensor

Contact cleaner adalah cairan kimia yang memang diperuntukkan untuk membersihkan konektor-konektor kelistrikan. Tinggal beli dan semprotkan aja udah beres. Hal ini bertujuan agar semua informasi dari sensor-sensor mesin injeksi bisa terbaca oleh ECU dengan baik. Jika terhambat oleh kerak dan korosi, maka fungsi dari sensor akan mengalami kegagalan. Misalkan terjadi kerak pada sensor EOT (Engine Oil Temperature), maka informasi ini tidak akan tersampaikan pada ECU sehingga mesin sulit dinyalakan pada kondisi dingin. Begitu pula dengan sensor lainnya.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *