5 Tips Berkendara Nyaman Di Musim Kemarau Panjang

5 Tips Berkendara Nyaman Di Musim Kemarau Panjang

Tidak sedikit pengguna kendaraan bermotor yang memilih berkendara menggunakan sepeda motor dimusim kemarau yang berkepanjangan. Pasalnya sangat efektif untuk memecah kemacetan kota agar kita cepat sampai pada tujuan. Kondisi panas terik matahari yang sangat menyengat ditambah lagi macetnya jalan raya akan membuat emosi kita juga tersulut membara.

Penyebab Kemarau Panjang

Climate Earli Warning System (CEWS) milik BMKG memberikan peringatan dini mengenai bencana kekeringan kepada masyarakat. Dikatakan bahwa awal musim kemarau di Indonesia terjadi pada Mei – Juni ini. Puncaknya sendiri diperkirakan terjadi pada Agustus – September. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya kemarau panjang, diantaranya :

  1. Angin Muson Timur
    Angin ini bertiup dari Benua Australia menuju Asia. Perjalanan angin yang bertiup dari Benua Australia biasanya akan membawa angin kering atau musim kemarau dikarenakan perjalanan laut yang ditempuh dari Australia menuju Asia sangat sempit sehingga tidak cukup waktu mengumpulkan awan hujan atau terjadinya kondensasi.
  2. El-nino
    Anomali cuaca ini terjadi karena adanya perubahan suhu yang terjadi di kawasan Samudera Pasifik. Suhu di kawasan Samudera Pasifik berubah menjadi hangat yang menyebabkan kawasan Amerika terjadi badai dan di kawasan Asia Tenggara mengalami musim kemarau. Tetapi disaat bersamaan el-nino ternyata juga membawa berkah bagi kawasan Indonesia bagian Timur. Adanya perubahan tekanan di kawasan Samudera Pasifik menyebabkan ikan tuna banyak yang bermigrasi ke daerah yang lebih dingin yaitu di kawasan Samudera Hindia.
  3. Gerak Semu Matahari
    Pasalnya saat ini matahari tengah melintas tepat di kawasan khatulistiwa dan menyebabkan suhu panas. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Stasiun BMKG, suhu panas bisa mencapai 38 derajat C. Kondisi ini perlu diwaspadai karena akan berdampak pada kesehatan seperti terjadinya dehidrasi bahkan sampai kepada gangguan pernapasan akut, sehingga masyarakat dihimbau untuk menghindari banyak beraktivitas di luar ruangan dan banyak mengkonsumsi air minum.

Baca Juga : Perbedaan Ban Mobil Tipe Kering dan Tipe Basah

Berkendara Nyaman Saat Kemarau Panjang

Musim kemarau yang berkepanjangan membuat perjalanan menjadi cepat letih dan sangat menguras energi. Bisa jadi pemicunya adalah panas terik matahari di kemarau ini. Kalau sudah tahu penyebab kemarau panjang adalah proses alami siklus semesta, maka kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tapi kita bisa menyikapi permasalahan kemarau ini waktu berkendara dengan beberapa tips berikut :

1. Gunakan Visor Helm Dark

Panas matahari yang begitu terik akan memantulkan cahaya yang begitu silau. Jika kita berkendara menatap cahaya matahari secara langsung akan membuat pandangan kita terganggu dan tidak nyaman. Maka kami menyarankan para driver supaya menggunakan helm dengan visor dark atau smoke dengan tujuan agar cahaya yang menyilaukan bisa diredam oleh helm dan tidak menyerang mata secara langsung.

2. Pakilah Baju Yang Tidak Menyerap Panas

Pakaian yang menyerap panas akan memicu percepatan tubuh kita menjadi gerah dan justru akan berpotensi memicu menaikkan emosi saat mengemudi. Gunakan pakaian putih, jangan menggunakan pakaian hitam. Karena sifat baju hitam sangat tidak cocok jika digunakan saat terik panas matahari. Hal ini berbeda dengan visor helm loh guys, pakaian hitam tidak meredam panas justru menyerap panas sehingga tubuh kita juga mudah sekali gerah.

3. Persiapkan Tumbler

Menyediakan tumbler atau botol minum ini tujuan utamanya adalah guna menghindari dehidrasi saat mengemudi di bawah panas terik matahari. Oh ya, kalau bisa tempatkan tumbler di tempat yang praktis dan mudah dijangkau. Pastikan perbanyak minum air putih untuk menghindari kekurangan cairan tubuh.

4. Utamakan Keselamatan

Suhu panas yang kian meningkat di siang hari sangat mudah membuat kita kecapekan dan kehilangan konsentrasi. Oleh karena itu disarankan agar saat mengemudi untuk lebih bersabar dan mengemudikan kendaraan secara normal dan santuy saja. Tidak perlu terburu-buru dan perhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Pokoknya utamakan keselamatan deh, jangan mudah tersulut emosi meski kondisi suhu matahari tidak bersahabat.

5. Kendalikan Emosi

Disaat tubuh sudah mulai kelelahan dan mengalami dehidrasi, lebih baik istirahat saja. Paling penting lagi atur emosi kita. Dengan suhu udara yang begitu panas sangat berpotensi membuat kita mudah terpancing emosi. Kalau sudah emosi akan sangat berbahaya bagi diri kita sendiri karena fokus konsentrasi berkendara telah hilang. Akhirnya berkendara ‘ngawur‘ dan tidak peduli dengan nyawa sendiri.

Demikian sedikit berbagi tips yang bisa kami tuliskan. Semoga bermanfaat bagi para bembaca. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *