6 Jenis Pelanggaran yang Terpantau CCTV E-Tilang di Surabaya + Cara Bayar E-Tilang mulai Januari 2020

6 Jenis Pelanggaran yang Terpantau CCTV E-Tilang di Surabaya + Cara Bayar E-Tilang mulai Januari 2020

Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik akan diberlakukan di Surabaya mulai Januari 2020 ini. Sebagai kamera pemantau, akan dipasang sebanyak 20 CCTV yang disebar pada berbagai titik lalu lintas di Kota Surabaya.

Pasalnya, kamera CCTV ini mampu merekam wajah pengemudi yang ada di dalam mobil yang terbukti melanggar lalu lintas. Bahkan CCTV ini juga mampu merekam wajah pengendara dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

Pelanggar Nomor Polisi Luar Surabaya

Tak hanya pengemudi warga Surabaya, warga luar kota pun bisa tertangkap kamera CCTV tersebut jika nantinya melanggar. Karena itu pemerintah Kota Surabaya juga kerja sama dengan Polda Jatim.

Kombes Budi Indra Dermawan juga menegaskan bilamana pelangggar berasal dari luar daerah, maka berkasnya akan dikirim ke alamat nomor polisi daerah tersebut. Adapun konfirmasinya langsung ke Polres Nopol Setempat.

Baca Juga : Lampu Motor Mati Total, Di Rem Tetap Nyala?

Cara Cek E-Tilang

Bagi pelanggar lalu lintas dapat melakukan pengecekan informasi seputar E-Tilang yang diterima melalui situs web e-tilang yang telah disosialisasikan. Misalnya : cek kisaran denda, lokasi tilang, petugas penindak, dan sebagainya. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Kunjungi situs web etilang.info
  2. Masukkan no blangko atau register kemudian klik CARI (Contoh B12345678)
  3. Selanjutnya akan ditampilkan beragam informasi, mulai identitas pelanggar, penindak, pasal, hingga denda maksimal.

Jenis-jenis Pelanggaran

Terus pelanggaran bagaimana saja yang terpantau oleh CCTV? Sesuai dengan judul, inilah jawabannya :

  1. Tidak menggunakan sabuk keselamatan
  2. Tidak menggunakan helm
  3. Menerobos lampu lalu lintas
  4. Menggunakan ponsel saat berkendara
  5. Melampaui batas kecepatan berkendara
  6. Melanggar marka jalan

Cara Bayar E-Tilang

Menurut kami, mekanisme pembayaran tilang elektronik seperti ini sangat bermanfaat bagi pelanggar yang memiliki mobilitas tinggi. Ini sudah zaman industri 4.0 woy. Hehe. Sistem ini juga menyingkat waktu lantaran proses pembayaran denda tilang menjadi lebih cepat, transparan, dan bebas pungli.

Proses pembayaran denda E-Tilang bervariasi sih. Bisa dilakukan melalui Mobile Banking, ATM BRI, ataupun ATM selain Bank BRI (BCA, Mandiri, BNI, BTN, dan sebagainya). Intinya transfer pembayaran hanya ke Bank BRI. Nih kami tuliskan langkah-langkahnya :

1. Mobile Banking BRI

  • Silahkan anda login pada aplikasi BRI Mobile. Jika belum punya aplikasinya silahkan download dulu di playstore.
  • Klik menu Mobile Banking BRI > Pembayaran > BRIVA
  • Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  • Masukkan nominal pembayaran sesuai dengan jumlah denda yang harus dibayarkan. Jika tidak sesuai, transaksi akan ditolak.
  • Masukkan PIN
  • Simpanlah notifikasi SMS sebagai bukti telah melakukan pembayaran
  • Tunjukkanlah notifikasi SMS kepada penindak guna ditukar dengan barang bukti yang disita.

2. ATM BRI

  • Masukkan kartu debit BRI dan PIN anda kedalam mesin ATM
  • Tekan tombol Transaksi Lain > Pembayaran > Lainnya > BRIVA
  • Masukkan 15 digit nomor pembayaran tilang
  • Pada halaman konfirmasi, pastikan detail pembayaran sudah sesuai, semisal Nomor BRIVA, Nama Pelanggar, dan Nominal Pembayaran
  • Ikutilah instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan transaksi
  • Copy struk ATM sebagai bukti pembayaran yang sah dan disimpan
  • Struk ATM asli diserahkan pada penindak guna ditukar dengan barang bukti yang disita.

3. ATM Selain Bank BRI

  • Masukkan kartu debit (BNI, Mandiri, BCA, BTN, dll) dan PIN anda.
  • Klik menu Transaksi Lainnya > Transfer > ke Rek Bank Lain
  • Masukkan kode Bank BRI (002) diikuti dengan 15 digit nomor tilang
  • Masukkan nominal pembayaran sesuai dengan jumlah denda yang harus dibayarkan. Jika tidak sesuai, transaksi akan ditolak.
  • Ikutilah instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan transaksi
  • Copy struk ATM sebagai bukti pembayaran yang sah dan disimpan
  • Struk ATM asli diserahkan pada penindak guna ditukar dengan barang bukti yang disita.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Meskipun cuman sedikit semoga tetap bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika dirasa manfaat, tolong share tulisan ini. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!