6 Tipe Sistem Suspensi Mobil Lengkap dengan Komponen, Fungsi, dan Gambarnya

6 Tipe Sistem Suspensi Mobil Lengkap dengan Komponen, Fungsi, dan Gambarnya

Sistem suspensi adalah sebuah bagian dari kendaraan yang berfungsi untuk meredam getaran pada kendaraan akibat jalan tidak rata, jalan berlubang, maupun saat jalanan menikung. Sistem suspensi dibuat guna menambah kenyamanan dalam berkendara. Bila kendaraan tidak dilengkapi dengan suspensi rasanya seperti naik gerobak saja. Haha. Dibawah ini kami sajikan penjelasan lengkap tentang suspensi, yuk belajar bersama.

4 Fungsi Suspensi Pada Kendaraan

  • Menyerap dan mengurangi beragam getaran, ayunan, dan guncangan yang diterima oleh kendaraan yang disebabkan oleh tidak ratanya permukaan jalan.
  • Melindungi penumpang dan barang, serta menambah stabilitas pengendaraan.
  • Menopang bodi kendaraan pada porosnya.
  • Menjaga hubungan geometris yang benar antara bodi kendaraan dan roda.

4 Komponen Utama Suspensi dan Fungsinya

  1. Pegas berfungsi untuk menetralkan guncangan akibat ketidakrataan jalan.
  2. Shock Absorber berfungsi untuk menambah kenyamanan berkendara dengan membatasi ayunan bebas dari pegas.
  3. Stabilizer berfungsi untuk mencegah kendaraan mengayun ke samping.
  4. Linkage berfungsi untuk menahan komponen-komponen suspensi tetap pada tempatnya, serta mengontrol gerakan longitudinal dan lateral dari masing-masing roda.

Macam-macam Jenis dan Tipe Suspensi

Secara umum, suspensi dibagi menjadi 2 jenis jika ditinjau dari struktur suspensinya. Pertama, suspensi jenis rigid yang terdiri dari 4 tipe. Kedua, suspensi jenis independen yang terdiri dari 2 tipe. Jadi kalau ditotal ada 6 macam tipe suspensi. Berikut rinciannya :

Suspensi Tipe Rigid Axle

Model suspensi ini kedua rodanya ditopang oleh sebuah axle housing atau axle beam, sehingga roda kiri dan kanan bergerak secara bersamaan. Adapun karakteristiknya sebagai berikut :

  • Konstruksinya sederhana
  • Pemeliharaannya mudah
  • Cukup tahan untuk penggunaan beban berat
  • Saat berbelok, bodi kendaraan mengalami sedikit kemiringan
  • Karena unsprung weight besar, kenyamanan berkendara kurang baik
  • Adanya sedikit perubahan pada wheel alignment saat roda naik dan turun. Akibatnya terdapat sedikit keausan ban
  • Sering terjadi getaran dikarenakan gerakan roda kiri dan kanan saling mempengaruhi satu sama lain.

1. Tipe Trailling Arm with Torsion Beam

Tipe trailling arm umum digunakan pada suspensi belang pada kendaraan model FF (front engine front wheel drive). Strukturnya terdiri dari suspension arm dan stabilizer bar yang di las pada axle beam yang dapat dipuntir. Saat terjadi rolling pada jalan menikung, maka stabilizer bar akan memuntir terhadap axle beam-nya sehingga rolling-nya berkurang dan kestabilan berkendara tetap terjaga.

2. Tipe Parallel Leaf Spring

Tipe parallel leaf spring / pegas daun parallel ini biasa digunakan pada suspensi depan truk dan bus, serta pada suspensi belakang kendaraan niaga. Konstruksi suspensi pegas daun parallel sederhana namun kuat. Akan tetapi kenyamanan berkendara kurang baik karena pegasnya kurang lembut.

3. Tipe Leading & Traillng Arm with Lateral Rod

Tipe leading atau trailing arm dengan lateral rod biasa digunakan pada suspensi depan dan belakang dari truk. Kekokohannya tinggi serta kenyamanan berkendaranya juga bagus.

4. Tipe 5-Link

Tipe 5-link digunakan pada suspensi belakang kendaraan. Model ini memberikan kenyamanan berkendara yang paling baik jika dibandingkan dengan semua jenis rigid axle.

Suspensi Tipe Independen

Model suspensi independen setiap roda ditopang oleh sebuah independent arm yang bertumpu pada bodi kendaraan, sehingga roda kiri dan kanan bergerak secara independent. Adapun karakteristiknya sebagai berikut :

  • Unsprung weight rendah
  • Kenyamanan berkendara baik
  • Lantai dan posisi engine mounting dapat dibuat lebih rendah dikarenakan tidak adanya axle penghubung roda kiri dan kanan
  • Titik berat kendaraan rendah
  • Konsruksi agak rumit
  • Tread dan alignment berubah sesuai dengan gerakan naik dan turun roda
  • Dilengkapi dengan batang stabilizer untuk mengurangi rolling saat belok serta menambah kenyamanan saat dikemudikan

1. Tipe Macpherson Strut

Tipe macpherson strut paling banyak digunakan untuk suspensi depan pada mobil berukuran kecil dan menengah. Suspensi macpherson berbentuk tegak yang didukung oleh sebuah peredam kejut sekaligus menjadi titik pusat sudut caster mobil. Konstruksinya cukup sederhana sehingga unsprung weight dapat dikurangi.

Kekurangan suspensi macpherson yaitu dikarenakan titik tumpu suspensi besar, akan terdapat sedikit gangguan dari wheel alignment depan apabila ada kesalahan dalam pemasangannya. Selain itu suspensi ini kurang mampu menerima beban berat dan berubahnya sudut kemiringan geometri roda ketika berbelok, sehingga daya cengkram ban terhadap jalan kurang optimal.

2. Tipe Double Wishbone

Tipe double wishbone secara luas digunakan pada suspensi depan truk-truk kecil dan mobil MPV. Konstruksi tipe double wishbone memiliki ciri rodanya ditaruh pada bodi kendaraan melalui upper dan lower arm, sehingga geometri suspensi dapat didesain sesuai dengan keinginan menurut panjang dari upper dan lower arm serta mounting arm-nya. Biasanya agar ban tidak aus secara berlebihan, maka upper arm didesain lebih pendek dari lower arm sehingga tread ban ke ground camber tidak berubah.

Kekurangan suspensi double wishbone yaitu membutuhkan ruang yang lebih besar dan cepat rusaknya komponen balljoint, long tie rod, dan end tie rod. Untuk mengurangi resiko tersebut, maka seringlah melakukan spooring dan balancing roda secara berkala.

Baca Juga :

Oskilasi dan Kenyamanan Berkendara

Oskilasi adalah ayunan pegas yang diulang-ulang beberapa kali hingga pegas kembali pada kondisi semula. Penjelasanya yaitu disaat roda-roda kendaraan melintasi permukaan jalan yang bergelombang, maka pegas akan terkompresi dengan cepat. Selanjutnya untuk melepaskan energi tekanan tersebut, maka pegas akan berkontraksi berusaha kembali pada panjang aslinya.

Perbedaan Sprung Weight dan Unsprung Weight

Sebuah bodi kendaraan yang ditopang oleh pegas disebut Sprung Weight. Sedangkan roda, poros, serta komponen lain dari mobil yang tidak ditopang oleh pegas disebut Unsprung Weight.

Semakin besar sprung weight sebuah mobil, maka akan semakin baik pula kenyamanannya. Sebaliknya apabila yang besar adalah unsprung weight maka mobil tersebut akan cenderung mudah terguncang.

Macam-macam Sprung Weight

1. Pitching

Pitching adalah ayunan naik dan turun dari titik berat kendaraan terlihat dari bagian depan dan belakang mobil. Pitching biasa terjadi apabila kendaraan melintasi jalan kasar, tidak rata, dan belubang.

2. Rolling

Rolling adalah ayunan bodi kendaraan kearah samping saat kendaraan belok atau melintasi jalanan tidak rata sehingga pegas salah satu sisi mobil ada yang memanjang dan ada yang memendek.

3. Bouncing

Bouncing adalah ayunan bodi kendaraan naik dan turun secara bersamaan disaat kendaraan melaju kencang pada jalan bergelombang.

4. Yawing

Yawing adalah gerakan ke kanan dan ke kiri dari garis pusat longitudinal kendaraan. Saat kendaraan melintasi jalanan dimana pitching terjadi, sangat memungkinkan untuk terjadinya yawing.

Macam-macam Unsprung Weight

1. Hopping

Hopping adalah bouncing roda naik dan turun yang biasanya terjadi pada jalan yang berombak ketika mobil melaju dengan kecepatan menengah dan kencang.

2. Tramping

Tramping adalah ayunan naik dan turun dengan arah yang berlawanan dari roda kanan dan kiri hingga menyebabkan roda melompati permukaan jalan. Hal ini sering terjadi pada kendaraan dengan suspensi rigid axle.

3. Wind-up

Wind Up adalah fenomena dimana akselerasi atau tenaga putar pengereman yang bekerja pada pegas daun berusaha untuk memutar pegas daun di sekitar poros.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini dapat menambah wawasan pembaca sekalin. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!