3 Komponen Penyebab Putaran Mesin Mobil Naik dan Turun

3 Komponen Penyebab Putaran Mesin Mobil Naik dan Turun

Kendaraan dapat berjalan dengan normal dikarenakan ada mesinnya. Mesin dapat berputar karena ada 3 hal yang mendukung, yakni udara, bahan bakar, dan pengapian. Masing-masing dari ketiga hal tersebut harus terpenuhi sesuai dengan proporsinya.

Apabila salah satu dari ketiganya ada yang bermasalah atau mensuplai lebih dari kebutuhan, maka akibatnya putaran mesin bisa naik maupun turun. Permasalahan yang sering kali terjadi adalah suplai udara dan bahan bakar menuju ruang bakar yang tidak konstan. Akhirnya menyebabkan putaran mesin naik dan turun.

Saat suplai bahan bakar sedikit, putaran menjadi turun. Sebaliknya saat suplai bahan bakar banyak, putaran mesin menjadi naik. Hal ini membuktikan bahwa putaran mesin jauh dari RPM standardnya. Standard terendah RPM mobil adalah 600 – 700 rpm. Terus komponen yang menjadi penyebab putaran mesin naik turun apa aja? Berikut penjelasannya :

Komponen Penyebab Putaran Mesin Naik dan Turun

1. Filter Bahan Bakar Kotor / Tersumbat

Kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar berupa bensin maupun solar pasti membutuhkan filter dalam sistem bahan bakarnya. Jika tidak ada filter maka kotoran yang terkandung dalam bahan bakar akan menjadi masalah bagi mesin kendaraan. Yang lebih parah jika kotoran sudah menumpuk dalam ruang bakar, akan mengakibatkan knocking. Kalau tidak segera diatasi dapat membuat piston anda rusak. Biasanya ditandai dengan mesin sering mati mendadak, endingnya harus turun mesin.

Baca Juga : 3 Penyebab Mesin Mobil Tiba-tiba Mati Mendadak

Kembali lagi pada filter, jika filter kotor maka sesegera mungkin lakukan pembersihan. Tujuan dilakukan pembersihan ini agar distribusi bahan bakar dapat berjalan dengan lancar. Apalagi kendaraan anda sudah dilengkapi dengan teknologi injeksi, maka akan sangat mudah dalam mengidentifikasi kerusakan komponen apa saja cukup melalui indikator lampu MIL (Malfunction Indicator Lamp).

Baca Juga : Cara Diagnosis Kerusakan Sensor-sensor EFI Melalui Lampu MIL

2. ISC (Idle Speed Control) Kotor

Berbicara kendaraan masa kini, pasti tidak asing dengan aktuator sistem injeksi yang satu ini, yaitu Idle Speed Contol disingkat ISC. ISC memiliki peran vital dalam penyalaan kendaraan bermotor, karena fungsi utama ISC yaitu sebagai pengatur idle RPM kendaraan anda.

Cara kerja ISC yaitu berdasarkan pembukaan dan penutupan saluran idle menggunakan solenoid valve. Nah, jika ISC kotor, pastinya akan menghambat kinerja solenoid tersebut yang mengakibatkan rpm mesin naik dan turun bahkan mesin mati.

3. Sensor MAF dan MAP Kotor

Sensor MAF (Mass Air Flow) berfungsi untuk mendeteksi jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar berdasarkan kecepatan aliran udara yang masuk melalui filter udara. MAF terletak pada tabung filter udara, sehingga menyebabkan sensor ini rentan sekali kotor.

Selain itu sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) yang memiliki fungsi untuk mendeteksi kevakuman dalam intake manifold akan mengalami hal serupa. Jika terjadi gagal fungsi pada kedua sensor ini, maka pembacaan datanya pun menjadi tidak akurat. Efeknya rpm mesin jadi tidak stabil alias nyendat-nyendat / putaran mesin naik-turun.

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja MAP Sensor Lengkap Beserta Gambarnya

Meski demikian untuk poin 3 ini jarang sekali terjadi. Namun beda ceritanya jika anda hidup dikawasan polusi atau kawasan pedesaan yang jalanannya jeplok lumpur, dapat dipastikan rentan terjadi hal diatas.

Demikian sedikit berbagi dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!