6 Tips Pengecekan Bagian Mobil Untuk Persiapan Perjalan Jauh / Mudik

6 Tips Pengecekan Bagian Mobil Untuk Persiapan Perjalan Jauh / Mudik

Lebaran tahun 2020 merupakan lebaran yang sangat istimewa. Bertepatan dengan pandemi virus covid-19, maka pemerintah melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mengambat laju penyebaran virus corona ini.

Ada juga himbauan untuk tidak mudik, kalau pulang kampung boleh. Karena mudik dan pulang kampung beda. Haha. Tidak salah juga jika anda mempelajari tips berikut yang akan kami bagikan sebagai persiapan perjalanan jauh sebelum mudik.

1. Cek Air Radiator

Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. Air radiator bersirkulasi dalam engine berperan penting sebagai pendingin mesin akibat gesekan antar komponen logam.

Jika air radiator habis, maka satu-satunya pendingin mesin yang tersisa hanyalah oli. Oli memiliki peran ganda dalam mesin selain sebagai pelumas juga sebagai pendingin secara langsung. Meski demikian, keefektifan dalam mendinginkan mesin tidak dapat dijamin.

Akibat dari kehabisan air radiator adalah mesin ‘molet‘ karena terjadi overheat. Bila sudah ‘molet‘, maka mau tidak mau anda harus turun mesin. Tambah biaya mahal. Oleh sebab itu, sebelum melakukan perjalanan jauh untuk mudik silahkan cek air radiator mobil anda. Jika airnya kurang, silahkan tambahi dengan radiator coolant.

Baca Juga : 3 Penyebab Radiator Bocor dan Cara Mengatasinya

2. Cek Kondisi Aki

Aki berfungsi sebagai suplai utama kelistrikan mobil. Jika kondisi aki lemah, silahkan segera melakukan recharger / pengisian ulang.

Untuk mengetahui kondisi aki lemah atau masih baik sangatlah mudah. Apabila mobil anda menggunakan aki basah, cukup lihat batas atas dan batas bawah. ‘upper‘ dan ‘lower‘. Pastikan elektrolit aki tepat diantara keduanya. Itulah kondisi aki yang paling bagus.

Baca Juga : Cara Menggunakan Hydrometer Untuk Mengukur Berat Jenis Elektrolit Aki

Sedangkan bila aki mobil anda sudah dilengkapi dengan lampu indikator, maka cukup melihat warna dari indikator aki. Tanda aki masih bagus, indikatornya menyala berwarna biru atau hijau. Sebaliknya, tanda aki yang sudah jelek indikatornya menyala berwarna merah atau putih.

3. Cek Oli Mesin

Oli mesin berfungsi untuk mempertahankan agar temperatur mesin selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Selain itu juga memiliki fungsi untuk mengurangi panas hasil pembakaran dalam ruang bakar.

Apabila oli mesin sampai kering, wah gawat banget. Harus turun mesin. Oleh sebab itu, sebelum mudik silahkan mengecek kapasitas oli mesin yang masih tersisa dalam engine mobil anda.

Caranya? Silahkan cabut dip stick oli mesin, lihat tanda oli yang masih membekas pada dip stick. Apabila masuk tanda ‘Add‘, maka silahkan tambah oli mesin anda. Yang paling bagus itu berada pada tanda ‘Normal Range‘.

Baca Juga : Kapan Seharusnya Ganti Oli Kendaraan Yang Tepat?

4. Cek Minyak Rem dan Minyak Kopling

2 cairan inilah yang sering menyebabkan kecelakaan bila anda tidak waspada untuk melakukan pengecekan secara berkala. Jika minyak rem atau minyak koling sudah berkurang, maka silahkan menambahinya. Apabila sudah kotor, silahkan kuras minyaknya dan ganti dengan yang baru. Jangan lupa bleeding sistem rem / sistem kopling setelah menggantinya dengan yang baru agar tidak ‘mendal‘ saat diinjak.

5. Cek Tekanan Ban

Setiap kendaraan sudah ada sepesifikasi tekanan ban-nya masing-masing. Berapa berat maksimum yang diizinkan, semua sudah ada standardnya. Oleh karena itu, silahkan lihat spesifikasinya pada kendaraan anda. Bila tekanan ban kurang dari spesifikasi, silahkan menambah anginnya. Bila tekanannya melebihi spesifikasi, silahkan kurangi tekanan anginnya.

Oh ya, jangan lupa disaat mudik selalu membawa dongkrak, kunci roda, dan ban serep. Biasanya jika naik dan turun gunung resikonya lebih besar dibandingkan dengan jalanan perkotaan. Nah, disana juga tidak ada bengkel mobil. Maka dari itu disarankan agar benar-benar cek bagian ini.

6. Bawa Sekring Cadangan

Sekring atau fuse berfungsi sebagai komponen penjaga / pengaman apabila ada part kendaraan yang mengalami arus pendek / korslet. Misalnya, saklar kombinasi mobil ada yang korslet, maka sekring akan langsung putus sehingga arus dari bateri tidak bisa sampai ke saklar kombinasi. Jadi yang dikorbankan adalah sekringnya. Komponen mobil tetap aman.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat melakukan perjalanan, entah lampu korslet dan sebagainya. Yang jelas, paling aman bawa sekring cadangan sebagai antisipasi dari hal-hal yang tidak dinginkan.

Itulah 6 tips yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!