Site icon meisetio.com

6 Arti Oli Mesin ILSAC : GF-1, GF-2, GF-3, GF-4, GF-5, GF-6 Lengkap Penjelasannya

 

Para sahabat teknisi dan praktisi otomotif. Mobil modern saat ini mulai memerlukan oli mesin dengan spesifikasi khusus. Tak hanya mengandalkan teknologi mesin untuk menghasil mobil irit BBM, pelumas pun perlu disesuaikan agar mampu menunjang kinerjanya agar tetap optimal.

Begitu pun dengan standar kualitas pelumas mesin, tak hanya mengacu pada standar SAE, API, dan JASO. Kini ILSAC juga turut disematkan dalam kemasan oli. Hal ini dikarenakan standar pengujian yang dibuat ILSAC lebih ketat sebagai standar minimum kebutuhan mesin-mesin mobil produksi asal Amerika dan Jepang.

Baca : 3 Arti Kode Oli Lengkap Fungsi + Pengertiannya

Kebutuhan akan pelumas ‘encer‘ yang dalam hal ini memiliki SAE 0W-20, 5W-20 dan 5W-30 untuk mesin-mesin efisien dengan kapasitas mungil, mulai diperlukan.

Di Indonesia, Low Cost Green Car (LCGC) pun mulai memerlukan oli mesin jenis ini, seperti Toyota Agya, Daihatsu Sigra, Honda Brio dan lainnya. Bahkan Toyota Sienta, Daihatsu Xenia terbaru juga memerlukan oli dengan tingkat kekentalan SAE 0W-20.

ILSAC adalah singkatan dari The International Lubricant Standardization and Approval Committee.

Dibentuk pada tahun 1990-an dan terdiri dari perwakilan beberapa perusahaan otomotif terkemuka seperti : Daimler Chrysler Corporation, Ford Motor Company, General Motors dan Japanese Automobile Manufacturers Association.

Raksasa perusahaan otomotif tersebut bekerjasama untuk menentukan spesifikasi kualitas minyak pelumas mesin mobil, diantaranya :

Klasifikasi ILSAC

ILSAC sendiri diklasifikasikan sebagai berikut:

ILSAC GF-1

Oli dengan persyaratan API-SH dan Energi Konservasi II (EC2), sertifikasi diberikan pada tahun 1990 dan ditingkatkan pada tahun 1992, menjadi persyaratan minimum untuk oli yang digunakan pada mobil Amerika dan Jepang tahun itu.

ILSAC GF-2

Menggantikan GF-1 tahun 1996. Oli dengan standard API-SJ dan Energi Konservasi (EC-II). Standar GF-2 diberikan pada oli SAE 0W-30, 0W-40, 5W-20, 5W-30, 5W-40, 5W-50, 10W-30, 10W-40, dan 10W-50. Harus melewati persyaratan ketat dalam kandungan fosfor pada operasional suhu rendah dan deposit pada suhu tinggi serta pengontrol busa.

ILSAC GF-3

Oli dengan spek API SL dan EC-II. Standar GF-3 memiliki parameter yang lebih ketat mengenai efek jangka panjang dari oli pada sistem emisi kendaraan, hemat BBM, pengontrol deposit, dan ketahanan viskositas, serta penurunan additif.

ILSAC GF-4

Bisa dicapai jika oli memiliki standars API Service SM, tetapi lebih mampu menghemat BBM.

ILSAC GF-5

Diperkenalkan pada Oktober 2010. Dirancang untuk memberikan perlindungan deposit suhu tinggi pada piston dan turbocharger, kontrol lumpur yang lebih ketat, hemat BBM lebih ditingkatkan, peningkatan kompatibilitas sistem kontrol emisi, sekaligus dapat dipakai untuk mesin dengan bahan bakar etanol.

Pengujian level GF-5 ini dilakukan pada suhu mesin antara 200-400 derajat celsius. Ini adalah suhu yang mungkin muncul untuk kendaraan berpeforma tinggi. Selanjutnya, pengetes akan melihat berapa diposit yang muncul di piston dan ruang bakar.

ILSAC GF-6

ILSAC GF-6 pun mulai dipersiapkan dan berorientasi terhadap fuel efficiency serta kebutuhan pada oli mesin dengan SAE 0W-16 atau 5W-16. Artinya, celah antar komponen bergerak di mesin mendatang, kian rapat sehingga memerlukan oli mesin yang kian ‘encer’ serta tidak terlalu membebani pompa oli.

Demikian sedikit berbagi informasi yang dapat kami tuliskan. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung. Salam otomotif.

Exit mobile version