1. Produksi Massal Bidang Otomotif
Produksi massal mobil Benz Vello mengalami perkembangan yang sangat pesat ketika dipasarkan di dataran Eropa khususnya Jerman. Produksi pertama mereka mampu membuat 1.200 unit dan dipasarkan pada tahun 1902.
Mobil Benz Vello dianggap ramping dan merupakan mobil kecil pertama. Hal yang terpenting dari Benz Vello adalah kendaraan roda empat dengan sistem kemudi double pivot yang selanjutnya dikembangkan oleh Carl Benz.
Ford mengklaim bahwa mereka juga mampu melakukan produksi massal pertama di dunia. Ford memproduksi mobil model T yang mana harganya mampu dijangkau oleh masyarakat pada umumnya. Ford model T dipasarkan di dataran Amerika dan ditujukan untuk masyarakat kelas menengah.
2. Istilah Lain Produksi Massal
Produksi massal, juga dikenal sebagai aliran produksi atau produksi terus-menerus yaitu sistem produksi dalam jumlah besar dari produk yang standar, termasuk dan terutama pada lini perakitan. Bersama-sama dengan pekerjaan produksi dan produksi batch, itu adalah salah satu dari tiga metode produksi.
3. Contoh Produksi Massal Otomotif
- Produk Ban mobil
- Produk Ban motor
- Astra mobil toyota
- Astra montor honda
- Astra Truk
- Produk Ban truk
- Produk Aki mobil atau motor
- Produk Radiator motor atau mobil
4. Ciri-ciri Produksi Massal
Ciri-ciri produksi massal antara lain sebagai berikut:
- Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar
- Biaya per unit rendah
- Bertujuan menguasai pasar
- Dijual di pasar bebas
- Hampir tidak ada variasi produk
- Harus ada stok untuk memenuhi kebutuhan saat massa tunggu
5. Pengertian Produksi Massal
Dilansir dari Corporate Finance Institute, produksi massal adalah teknik industri pembuatan barang yang identik dalam jumlah besar dan jangka waktu yang lama.
6. Tujuan Penelitian Proses Produksi
Tujuan penelitian proses produksi adalah untuk menguji proses produksi. Pengujian dilakukan untuk memeriksa perihal proses yang berjalan saat ini telah cukup optimal dalam menghasilkan produk sesuai ketentuan.
7. Efektivitas Produksi Massal
Produksi massal akan lebih efektif dan efisien dalam memperoleh keuntungan dari produk yang dihasilkan dibandingkan dengan produksi satuan yang relatif membutuhkan banyak waktu untuk memproduksi produk tersebut.
Baca Juga : 7 Materi Proses Konversi Energi Kendaraan Ringan SMK Kelas XI Fase F
8. Kerugian Produksi Massal
Produksi massal tidak akan berjalan dengan baik karena dikerjakan secara berurutan. Jika salah satu proses produksinya tersendat dapat terjadi gagal produksi sesuai target. Ketika menentukan desain alur produksi, sebuah perusahaan harus memikirkannya dengan matang.
9. Manfaat Produksi Massal
- Jalannya Proses Produksi Lebih Efektif dan Efisien
- Hanya Membutuhkan SDM Yang Sedikit
- Proses Pengawasan Produksi Lebih Longgar
- Meminimalisir Kesalahan Produksi
10. Contoh Produsen Otomotif Jepang
Jepang mempunyai banyak perusahaan yang memproduksi mobil, kendaraan konstruksi, motor, ATV, mesin, dan sebagainya. Contoh produsen otomotif Jepang adalah Toyota, Honda, Daihatsu, Nissan, Suzuki, Mazda, Mitsubishi, Subaru, Isuzu, Kawasaki, Yamaha, dan Mitsuoka.
11. Karakteristik Produksi Massal
Produksi massal ini mempunyai karakteristik tertentu antara lain :
- Jumlah produksi yang sangat besar
- Produk yang dihasilkan sejenis
- Sistem produksi menggunakan mesin
- Memiliki urutan pengerjaan
- Minim pengawasan
12. Tahap Persiapan atau Perencanaan Produksi Massal
Tahap persiapan atau perencanaan merupakan tahap awal dalam sebuah perencanaan, tahap ini meliputi tahap mendesain produk yang akan diproduksi, menyiapkan bahan yang akan digunakan untuk kegiatan produksi, melakukan riset serta pengembangan terhadap produk yang akan dibuat.
13. Keuntungan Produksi Massal
- Produksi massal adalah proses otomatis yaitu dijalankan oleh mesin
- Menekan biaya pengeluaran untuk pegawai
- Tingkat produksi menjadi meningkat
- Banyak modal yang dapat ditingkatkan dengan mengurangi beban biaya pegawai
- Mesin untuk produksi massal biasanya berharga murah?
14. Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah proses yang melibatkan perencanaan, organisasi, arah, dan pelaksanaan kegiatan produksi. Tujuan akhir dari setiap solusi dan proses produksi adalah untuk mengubah koleksi bahan baku menjadi produk jadi. Beberapa orang menyebut manajemen produksi sebagai penyatuan 6 M :
- Men (Manusia)
- Money (Uang)
- Machines (Mesin)
- Materials (Material)
- Methods (Metode)
- Markets (Pasar)
15. Dokumentasi Persyaratan Produk
Dokumentasi persyaratan produk atau yang biasa dikenal dengan PRD (Product Requirements Documentation) biasanya terkait dengan:
- Daftar lengkap fitur yang akan disertakan dalam produk
- Metrik kinerja spesifik yang harus dipenuhi setiap fitur
- Perkiraan volume produksi
- Biaya target
- Targetkan jadwal rilis produk
- Roadmap produk
16. Tahapan Produksi Massal
- Dokumentasi Persyaratan Produk
- Validasi dan Pengujian Teknik
- Validasi dan Pengujian Desain
- Validasi dan Pengujian Produksi
- Proses Produksi
17. Tahapan dalam Perencanaan Produksi
Menurut British Standards Institute, ada empat tahap, langkah, teknik, atau hal-hal penting dalam proses perencanaan dan pengendalian produksi. Empat tahap atau langkah dalam perencanaan dan pengendalian produksi adalah:
- Routing (Penyusunan Alur)
- Scheduling (Penjadwalan)
- Dispatching (Penugasan)
- Follow-up (Peninjauan ulang)
Dua langkah awal yaitu Routing dan Penjadwalan, berhubungan dengan perencanaan produksi. Dua langkah terakhir yaitu Penugasan dan Follow-up, berhubungan dengan kontrol produksi.
18. Routing (Penyusunan Alur)
Routing adalah langkah pertama dalam perencanaan dan kontrol produksi. Routing dapat didefinisikan sebagai proses menentukan jalur (rute) pekerjaan dan urutan operasi. Hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah:
- Kuantitas dan kualitas produk
- Karyawan, mesin, dan bahan yang akan digunakan
- Jenis, jumlah dan urutan operasi pabrik
- Tempat produksi
