Site icon meisetio.com

Cara Kerja Transmisi Manual Mobil Lengkap Komponen + Fungsinya

 

Pada kendaraan roda 4 atau lebih umumnya menggunakan transmisi. Transmisi mobil memiliki fungsi diantaranya :

  1. Untuk meneruskan tenaga yang dihasilkan engine dari kopling ke poros propeller
  2. Untuk menciptakan momen yang dihasilkan engine menyesuaikan beban dan kondisi jalan
  3. Untuk membuat kendaraan dapat berjalan mundur
  4. Untuk memungkinkan kendaraan berada di posisi netral/tidak berjalan meskipun mesin masih menyala

Cara Kerja Mobil Transmisi Manual

Perbedaan antara transmisi manual dan otomatis terletak cara pemindahan gigi transmisi. Pada mobil dengan transmisi manual, harus memindahkan gigi melalui persneling secara mandiri. Gigi percepatan transmisi manual dirangkai di dalam kotak gigi atau gearbox untuk beberapa ukuran kecepatan, rata-rata berkisar antara 3 hingga 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (Reverse).

Cara kerja mobil transmisi manual juga biasa disebut sebagai penerapan prinsip momen. Artinya transmisi akan bekerja berdasarkan rasio dari roda gigi. Dengan perbandingan roda gigi, akan dihasilkan momen yang sesuai dengan beban mesin saat mobil sedang dikendarai. Perbedaan output kecepatan dapat dilakukan dengan mengubah rasio roda gigi pada sistem transmisinya.

Pada saat mobil melewati area yang menanjak, perlu torsi yang besar agar dapat menahan beban mobil. Maka yang terjadi adalah mobil akan mereduksi kecepatan putar melalui transmisi memanfaatkan daya yang sama. Sebaliknya saat mobil membutuhkan torsi yang rendah, maka kecepatan putaran akan ditingkatkan. Inilah cara kerjanya ketika mobil berada dalam perjalanan.

Baca Juga : 12 Komponen Transmisi Manual Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

Komponen Transmisi Manual + Fungsinya

  1. Input Shaft (Poros Input) berfungsi untuk meneruskan secara langsung putaran dari engine guna memutar gigi yang ada di dalam gear box.
  2. Gigi Synchroniser (Gigi Penyesuaian) berfungsi untuk emindahkan gigi pada saat mesin mobil sedang berkerja.
  3. Shift Fork (Garpu Pemindah) berfungsi untuk memindahkan gigi pada porosnya sehingga gigi akan mudah untuk dipasang atau dipindahkan.
  4. Shift Linkage (Tuas Penghubung) berfungsi untuk menghubungkan antara tuas persneling dengan shift fork.
  5. Counter Gear (Gigi Konter) berfungsi untuk menghasilkan torsi dari gigi input menuju gigi percepatan.
  6. Transmision Gear (Gigi Transmisi) berfungsi untuk mengubah output dari gaya torsi yang meninggalkan transmisi.
  7. Gear Box (Bak Transmisi) berfungsi untuk wadah penyimpanan oli transmisi dan dudukan bearing transmisi serta poros-porosnya.
  8. Reverse Idle Gear (Gigi Idle Mundur) berfungsi untuk memungkinkan kendaraan bergerak mundur.
  9. Extension Bearing (Perpanjangan Bantalan) berfungsi untuk melindungi poros output yang ada didalam sistem transmisi serta dapat menahan seal oli belakang.
  10. Bearing (Bantalan) berfungsi untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara permukaan komponen-komponen yang berputar di dalam sebuah sistem transmisi.
  11. Output Shaft (Poros Output) berfungsi untuk mentransferkan torsi dari sistem transmisi ke gigi terakhir.
  12. Gear Lever (Tuas Persneling) berfungsi untuk memungkinkan pengemudi memindahkan gigi transmisi berdasarkan kondisi jalanan.

Demikian sedikit tulisan yang dapat kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Exit mobile version