Site icon meisetio.com

5 Penyebab Kerusakan Kopling Mobil dan Cara Memperbaikinya

 

Bagi anda pengguna mobil dengan transmisi manual pasti ada pedal koplingnya. Kopling pada mobil berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran engine melalui flywheel ke transmisi agar memudahkan pengemudi untuk memindahkan gigi persnelling. Pada aplikasinya saat berkendara, kopling mobil memiliki fungsi yang lebih kompleks, diantaranya :

Desain kopling dibuat sedemikian rupa guna membuat pengemudi semakin nyaman, mulai kopling mekanis menggunakan kabel hingga kopling hidrolik menggunakan fluida. Meski demikian, seiring bertambahnya usia pakai kopling, tentunya kopling juga akan mengalami penurunan fungsi dan kinerja. Oleh karena itu dalam artikel kali ini akan dibahas cara mendiagnosis tanda-tanda kerusakan kopling mobil dan cara memperbaikinya.

1. Power Mobil Hilang (Loss Power)

Ketika mobil terasa kurang tenaga bahkan justru tidak ada tenaga sama sekali, bukan semata-mata permasalahan terjadi pada mesin. Hilangnya tenaga mobil dapat terjadi akibat transfer tenaga yang tidak maksimal dari mesin ke transmisi. Penyebab timbulnya masalah ini diantaranya adalah kampas kopling yang mulai aus dan pegas diafragma sudah lemah. Gejala yang biasa dialami ketika kondisi ini terjadi yaitu :

Cara memperbaikinya adalah dengan melakukan penggantian kampas kopling set.

2. Pedal Kopling Keras dan Berat saat Diinjak

Pedal kopling memang sering terasa keras ketika diinjak, khususnya teruntuk mobil yang jarang sekali dipakai. Hal ini disebabkan kanvas kopling masing menempel pada flywheel. Sehingga cara mengatasi yang paling direkomendasikan adalah dengan membebaskan kanvas kopling tersebut. Langkahnya yaitu hidupkan mesin sambil posisi gigi dimasukkan. Umumnya karena sentakan putaran engine tersebutlah kopling akan terbebas.

Baca Juga : 5 Diagnosis Kerusakan Kopling Mobil Lengkap Beserta Cara Mengatasinya

3. Kopling Bunyi

Penyebab bunyi yang terjadi pada sistem kopling dapat dikarenakan banyak hal, diantaranya :

4. Kopling Blong

Kopling blong ditandai ketika pedal rem terasa empuk dan ringan saat diinjak. Penyebab masalah ini yaitu masuk angin atau terdapat udara didalam sistem hidrolik, atau bisa saja terjadi kebocoran fluida sistem hidrolik. Lakukan pengecekan pada area sistem pengendali kopling.

Periksa kondisi minyak rem, pastikan kapasitasnya memadai. Pada sebagian kendaraan, sistem hidrolik kopling menggunakan cairan minyak rem. Sehingga jika terdapat kerusakan sistem hidrolik rem, akan berimbas pada sistem hidrolik kopling. Periksa kebocoran di beberapa titik, antara lain pada ujung master silinder dan sepanjang selang. Kebocoran fluida ini ditandai dengan adanya resapan

Apabila masalah hanya karena fluida berkurang, cukup tambahkan cairan minyak rem dan melakukan proses bleeding. Tapi ketika terjadi kebocoran, yang perlu diperhatikan ada 2 hal : kebocoran ini bisa disebabkan fitting atau hubungan antar komponen yang kurang kencang dan kebocoran yang disebabkan karena kerusakan komponen yang bersangkutan. Cara perbaikannya adalah lakukan pengencangan pada bagian komponen yang megalami fitting dan lakukan penggantian komponen yang rusak.

5. Kopling Susah Pindah Gigi Persnelling

Permasalahan ini umum dijumpai, namun kebanyakan hal ini menunjukan gejala awal kerusakan sistem kopling. Ketika mengalami hal demikian, tidak boleh langsung menyimpulkan kerusakan pada sistem transmisi. Memang gejala sulit masuk gigi dapat menunjukan berbagai kerusakan. Tapi umumnya saat masalah ini terjadi, kopling hanya perlu di step. Dengan kata lain, masalah ini timbul karena kopling belum terbebas sempurna saat pedal kopling diinjak.

Sehingga untuk mengatasi kopling susah pindah gigi persnelling, hanya perlu melakukan penyetelan celah kopling. Tapi pada sistem kopling hidrolik, biasanya masalah ini terjadi akibat adanya udara didalam sistem hidrolik. cara perbaikannya yaitu perlu melakukan bleeding atau pembuangan udara dari sistem hidrolik.

Demikian sedikit berbagi informasi yang dapat kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Exit mobile version