Bagi anda pengguna mobil dengan transmisi manual pasti ada pedal koplingnya. Kopling pada mobil berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran engine melalui flywheel ke transmisi agar memudahkan pengemudi untuk memindahkan gigi persnelling. Pada aplikasinya saat berkendara, kopling mobil memiliki fungsi yang lebih kompleks, diantaranya :
- Memudahkan proses pindah gigi persnelling
- Memperlembut gerakan mobil saat awal berjalan
- Mempermudah pengemudi saat di lampu merah atau jalanan macet tanpa harus memindahkan gigi
- Melepaskan hubungan engine brake sehingga mobil dapat bebas meluncur
Desain kopling dibuat sedemikian rupa guna membuat pengemudi semakin nyaman, mulai kopling mekanis menggunakan kabel hingga kopling hidrolik menggunakan fluida. Meski demikian, seiring bertambahnya usia pakai kopling, tentunya kopling juga akan mengalami penurunan fungsi dan kinerja. Oleh karena itu dalam artikel kali ini akan dibahas cara mendiagnosis tanda-tanda kerusakan kopling mobil dan cara memperbaikinya.
1. Power Mobil Hilang (Loss Power)
Ketika mobil terasa kurang tenaga bahkan justru tidak ada tenaga sama sekali, bukan semata-mata permasalahan terjadi pada mesin. Hilangnya tenaga mobil dapat terjadi akibat transfer tenaga yang tidak maksimal dari mesin ke transmisi. Penyebab timbulnya masalah ini diantaranya adalah kampas kopling yang mulai aus dan pegas diafragma sudah lemah. Gejala yang biasa dialami ketika kondisi ini terjadi yaitu :
- Akselerasi mobil lambat meskipun mobil di gas
- Mobil hanya meraung keras (RPM tinggi) tapi jalannya lambat
- Terdapat bunyi kasar dari mesin
Cara memperbaikinya adalah dengan melakukan penggantian kampas kopling set.
2. Pedal Kopling Keras dan Berat saat Diinjak
Pedal kopling memang sering terasa keras ketika diinjak, khususnya teruntuk mobil yang jarang sekali dipakai. Hal ini disebabkan kanvas kopling masing menempel pada flywheel. Sehingga cara mengatasi yang paling direkomendasikan adalah dengan membebaskan kanvas kopling tersebut. Langkahnya yaitu hidupkan mesin sambil posisi gigi dimasukkan. Umumnya karena sentakan putaran engine tersebutlah kopling akan terbebas.
Baca Juga : 5 Diagnosis Kerusakan Kopling Mobil Lengkap Beserta Cara Mengatasinya
3. Kopling Bunyi
Penyebab bunyi yang terjadi pada sistem kopling dapat dikarenakan banyak hal, diantaranya :
- Kopling yang bergetar : Getaran pada kopling bisa terasa ketika mobil akan berjalan. Getaran ini timbul karena kualitas kanvas kopling yang kurang bagus atau imitasi atau keadaan permukaan flywheel yang tidak rata. Hal ini sering terjadi usai kita melakuan penggantian kampas kopling.
- Bunyi ketika kopling diinjak : Bunyi timbul saat kopling diinjak pertama dan bunyi itu hilang saat dilepas. Kemungkinan terbesar adalah adanya masalah pada release bearing. Cara memperbaikinya adalah lakukan penggantian release bearing.
- Bunyi pedal kopling karena kurang pelumasan : Bunyi ini akan muncul khususnya pada mobil yang jarang digunakan. Bunyi ini mirip decitan pada area pedal saat digerakan. Walau bunyi ini kecil namun menimbulkan perasaan tidak nyaman saat berkendara sehingga akan mengganggu. Untuk mengatasinya, berilah pelumas seperti oli atau grease agar bunyi tersebut hilang
- Bunyi kopling ketika mesin start : Bunyi ini muncul ketika mesin menyala saat pedal kopling tidak diinjak. Permasalahan ini terjadi karena terdapat keolengan atau keausan pada pilot bearing. Untuk menghilangkan bunyi tersebut, lakukan pembongkaran sistem kopling untuk memperbaikinya.
4. Kopling Blong
Kopling blong ditandai ketika pedal rem terasa empuk dan ringan saat diinjak. Penyebab masalah ini yaitu masuk angin atau terdapat udara didalam sistem hidrolik, atau bisa saja terjadi kebocoran fluida sistem hidrolik. Lakukan pengecekan pada area sistem pengendali kopling.
Periksa kondisi minyak rem, pastikan kapasitasnya memadai. Pada sebagian kendaraan, sistem hidrolik kopling menggunakan cairan minyak rem. Sehingga jika terdapat kerusakan sistem hidrolik rem, akan berimbas pada sistem hidrolik kopling. Periksa kebocoran di beberapa titik, antara lain pada ujung master silinder dan sepanjang selang. Kebocoran fluida ini ditandai dengan adanya resapan
Apabila masalah hanya karena fluida berkurang, cukup tambahkan cairan minyak rem dan melakukan proses bleeding. Tapi ketika terjadi kebocoran, yang perlu diperhatikan ada 2 hal : kebocoran ini bisa disebabkan fitting atau hubungan antar komponen yang kurang kencang dan kebocoran yang disebabkan karena kerusakan komponen yang bersangkutan. Cara perbaikannya adalah lakukan pengencangan pada bagian komponen yang megalami fitting dan lakukan penggantian komponen yang rusak.
5. Kopling Susah Pindah Gigi Persnelling
Permasalahan ini umum dijumpai, namun kebanyakan hal ini menunjukan gejala awal kerusakan sistem kopling. Ketika mengalami hal demikian, tidak boleh langsung menyimpulkan kerusakan pada sistem transmisi. Memang gejala sulit masuk gigi dapat menunjukan berbagai kerusakan. Tapi umumnya saat masalah ini terjadi, kopling hanya perlu di step. Dengan kata lain, masalah ini timbul karena kopling belum terbebas sempurna saat pedal kopling diinjak.
Sehingga untuk mengatasi kopling susah pindah gigi persnelling, hanya perlu melakukan penyetelan celah kopling. Tapi pada sistem kopling hidrolik, biasanya masalah ini terjadi akibat adanya udara didalam sistem hidrolik. cara perbaikannya yaitu perlu melakukan bleeding atau pembuangan udara dari sistem hidrolik.
Demikian sedikit berbagi informasi yang dapat kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.
