Tie rod adalah salah satu spare part mobil yang terletak antara steering gearbox dan knuckle roda. Alat ini adalah penghubung kemudi dengan roda depan mobil.
Disaat mengendarai mobil di jalan lurus dan tiba–tiba mobil terasa seperti oleng atau berbelok sendiri. Hal itu disebabkan tie rod mobil sudah tidak berfungsi dengan baik lagi.
Lebih rinci berikut uraian tentang permasalahan yang sering terjadi pada tie rod :
1. Roda Mobil Terasa Sedikit Oblak Saat Digoyangkan dan Tie Rod Saat Diputar Terasa Enteng
Jika roda mobil sedikit oblak dan tie rod terasa enteng saat diputar, maka penyebabnya adalah baut tie rod end kendor yang mengakibatkan mobil sedikit oleng. Dengan kembali mengencangkannya, maka kerusakan tersebut sudah bisa diatasi.
2. Karet Pembungkus Ball Joint Sudah Robek
Apabila karet pembungkus ball joint robek, maka satu-satunya cara memperbaikinya adalah dengan menggantinya. Hal ini dikarenakan karet tersebut berfungsi agar pelumas dalam ball joint tidak bocor yang mengakibatkan ball joint kering dan menimbulkan masalah yang lebih kompleks.
3. Long Tie Rod Bengkok
Sedangkan bila kerusakan karena long tie rod bengkok, maka harus diganti dengan yang baru demi kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara.
Fungsi Tie Rod
Fungsi utama tie rod yaitu untuk meneruskan putaran kemudi sehingga roda depan bisa belok ke kanan dan ke kiri. Adapun detail fungsi tie rod sebagai berikut :
1. Meneruskan Putaran Kemudi Ke Roda Depan
Tie rod berfungsi untuk meneruskan putaran kemudi ke roda depan. Gerakan memutar batang kemudi yang dilakukan oleh driver saat mengemudi akan diteruskan ke steering gear box yang selanjutnya dirubah menjadi gerakan mendorong dan menarik.
Kemudian gerakan ini diteruskan oleh tie rod untuk menarik atau mendorong sebagian sisi roda depan sehingga roda depan bisa bergeser arah dan berbelok sesuai arah putaran roda kemudi.
2. Pengatur Toe In dan Toe Out Roda Depan Mobil
Fungsi tie rod berikutnya yaitu sebagai tempat untuk mengatur toe roda depan. Toe adalah selisih jarak antara roda depan bagian depan dan roda depan bagian belakang bila dilihat dari atas kendaraan.
Toe dibagi menjadi dua, yaitu toe in dan toe out. Toe berfungsi untuk mengatur agar roda depan bisa menggelinding lurus dan stabil, juga untuk mencegah keausan yang tidak merata pada ban.
Pengaturan toe dapat dilakukan pada sambungan long tie rod dan tie rod end, yakni dengan memanjang-mendekkan ulir agar didapatkan sudut toe yang tepat.
Baca Juga : Fungsi Camber, Caster, Toe In dan Toe Out pada Spooring dan Balancing Ban Mobil
3. Peredam Getaran Roda Agar Tidak Sampai Ke Kemudi
Fungsi tie rod selanjutnya untuk meredam getaran dari roda agar tidak sampai ke kemudi.
Seperti yang diketahui bahwa tie rod dilengkapi dengan ball joint yang bisa menimbulkan gerakan ke segala arah. Ball joint berfungsi untuk memutus gerakan naik-turun dan kekanan-kekiri agar gerakan tersebut tidak merembet hingga ke kemudi.
Sedangkan long tie rod berfungsi meredam getaran ke atas dan ke bawah roda. Adapun tie rod end berfungsi meredam getaran ke kanan dan ke kiri dari roda mobil.
Dengan demikian, roda tetap dapat bergerak dengan bebas juga tidak mengganggu fungsi sistem kemudi. Sehingga, roda kemudi dapat sepenuhnya dikendalikan dengan mudah dan nyaman.
Cara Kerja Tie Rod Mobil
Tie rod terletak diantara steering gearbox dan knuckle roda. Bentuknya memanjang yang menghubungkan antara ujung steering rack dengan roda mobil bagian depan.
Bentuk dari tie rod bermacam-macam dan tidak sama untuk setiap jenis mobil, tergantung dari jenis dan sistem kemudi yang digunakan.
Pada jenis kemudi yang menggunakan steering rack, ada dua jenis tie rod yang dikenal, yaitu rack end (long tie rod) dan tie rod end. Untuk long tie rod, merupakan alat yang dipasang dan terhubung pada bagian ujung steering rack. Jadi alat ini langsung berhubungan dengan kemudi mobil.
Sedangkan tie rod end dipasang dan langsung terhubung dengan tempat roda mobil. Baik long tie rod maupun tie rod end sama-sama berperan penting bagi sistem kemudi mobil.
Cara kerja tie rod yaitu disaat driver memutar roda kemudi, maka gerakan ini akan dilanjutkan ke steering gear box yang selanjutnya dirubah menjadi gerakan mendorong dan menarik.
Kemudian gerakan ini diteruskan oleh tie rod untuk menarik atau mendorong sebagian sisi roda depan sehingga roda depan bisa bergeser arah dan berbelok sesuai arah putaran roda kemudi.
Kerja tie rod ini dilengkapi dengan komponen lain yang bernama ball joint. Ball joint ini berfungsi untuk membantu mengoptimalkan kerja tie rod yang harus bisa menyesuaikan dalam kondisi apapun. Misalnya saat kondisi roda mobil tidak stabil karena suspense, alat ini harus tetap bisa bekerja untuk membelokkan roda.
Demikian sedikit artikel yang dapat kami tuliskan. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung. Salam otomotif.
