Mobil dapat berjalan dengan cara mengubah energi kimia menjadi energi gerak. Perubahan energi ini dilakukan oleh komponen yang disebut mesin. Mesin (engine) mobil terdiri dari berbagai sistem diantaranya yaitu Sistem Starter yang komponennya terdiri dari baterai, motor starter, kunci dan relay; Sistem Bahan Bakar yang berfungsi untuk menyuplai bahan bakar dan kemudian mencampurnya dengan udara; Sistem Pengisian berfungsi untuk menyuplai energi listrik dari baterai dan energi ini nantinya dapat digunakan untuk menyalakan mesin serta sistem starter.
Selain itu juga ada Sistem Pengapian yang berfungsi untuk menghasilkan listrik yang digunakan dalam proses pembakaran di ruang bakar; Sistem Pendinginan digunakan untuk mendinginkan dan menjaga suhu mesin agar suhu pada mesin tetap stabil; Sistem Pelumasan fungsinya adalah untuk mencegah komponen cepat mengalami keausan, mengurangi panas yang terjadi akibat komponen yang saling bergesekan dan melumasi komponen saat mesin bekerja; serta Sistem Pembuangan Sisa Gas Pembakaran berfungsi menyalurkan gas sisa pembakaran ke luar mesin dan mengurangi suara bising pada mesin.
Baca Juga : 38 Nama Komponen Mesin Mobil Lengkap dengan Gambar + Fungsinya
Komponen Mesin 4 Tak dan Fungsinya
Selain sistem yang diuraikan diatas, mesin mobil juga terdiri dari komponen-komponen penyusunnya diantaranya :
1. Cylinder Head (Kepala Silinder)
Cylinder Head (Kepala Silinder) berfungsi sebagai tempat untuk membakar campuran udara dan bahan bakar kendaraan sehingga dapat menghasilkan tenaga. Dalam kepala silinder terdapat sebuah mekanisme yang dinamakan valve train. Fungsi mekanisme tersebut adalah mengatur posisi valve agar membuka atau menutup guna menciptakan pembakaran yang tepat sesuai firing order.
2. Blok Silinder
Blok Silinder berfungsi sebagai tempat atau dudukan untuk naik turunnya piston. Bagian mesin mobil inilah yang fungsinya memindahkan serta membentuk panas menjadi tenaga mekanik. Oleh karena itu, jika ingin mesin kendaraan memiliki tenaga yang maksimal, pastikan tidak terjadi kebocoran gas yang terdapat di antara silinder dan piston. Jadi, bentuk dari lubang silinder akan menyesuaikan bentuk piston. Selanjutnya, piston akan naik turun di dalam lubang silinder tersebut. Agar piston bekerja dengan baik, maka lubang silinder harus selalu halus dan licin.
Baca Juga : Firing Order Pengapian Mesin Mobil
3. Piston
Piston berfungsi untuk mengatur volume silinder. Juga dapat diartikan untuk mengubah gerak naik turun piston (torak) menjadi gerak putar yang akhirnya dapat menggerakkan roda gila (fly wheel). Piston diharuskan memiliki tingkat ketahanan terhadap suhu panas yang kuat dan tekanan tinggi, karena cara kerja komponen ini berhubungan langsung dengan proses pembakaran dan harus bekerja dengan kecepatan yang maksimal.
4. Connecting Rod (Batang Piston)
Connecting Rod (Batang Piston) berfungsi sebagai penghubung antara piston dan poros engkolnya. Dengan adanya penghubung inilah, energi yang diterima piston kemudian akan disalurkan kepada poros engkolnya. Selanjutnya, energi tersebut akan berubah menjadi energi gerak putar.
5. Ring Piston
Ring Piston berfungsi untuk merapatkan piston dengan dinding silinder dengan tujuannya agar tidak ada kebocoran gas saat mesin bekerja. Selain itu, ring piston juga berfungsi mencegah masuknya oli ke bagian ruang pembakaran. Ring piston juga memiliki kemampuan mengikis oli yang terdapat pada dinding silinder jika terjadi kelebihan. Komponen mesin ini terbagi menjadi tiga, yakni ring kompresi satu, ring kompresi dua, dan ring oli.
6. Crankshaft (Poros Engkol)
Crankshaft (Poros Engkol) berfungsi untuk mengubah piston yang bergerak lurus menjadi gerakan yang memutar melalui batang pistonnya. Gerakan memutar tersebut selanjutnya akan disalurkan ke flywheel. Poros engkol juga menjaga piston agar dapat bergerak normal. Kerja poros engkol dibantu oleh connecting rod dan letaknya di bagian bawah blok silinder. Pada jenis mesin yang sejajar, terdapat beberapa susunan pena engkol yang sama dengan silinder. Bentuk crankshaft biasanya ditentukan oleh silinder dan dipengaruhi urutan pengapiannya.
7. Oil Pan (Karter)
Oil Pan (Karter) berfungsi sebagai alat yang menampung oli sebagai pelumas mesin. Komponen ini letaknya berada di bawah blok silinder. Jika dalam mesin tidak ada pelumas, maka komponen-komponen mesin akan cepat panas dan aus yang akhirnya rusak. Di dalam karter terdapat sebuah ventilasi yang menyambungkannya dengan udara dari luar. Selain itu, dalam oil pan atau karter ini juga terdapat sebuah drain plug yang fungsinya mengganti oli kendaraan.
Demikian sedikit berbagi informasi yang dapat kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.
