Bedah Rahasia Racikan Motor Balap Racing! – Bagi orang awam dalam dunia balap racing tentunya bertanya-tanya sebenarnya anak-anak racing motornya diapain sih kok bisa balap gitu? Apakah mesinnya tidak cepat rusak ya? Sebenarnya dalam dunia racing itu memodifikasi motor menjadi sedimikan rupa guna mencapai kecepatan maksimal untuk lintasan lurus memanjang. Ajang yang di damba-dambakan anak-anak racing adalah ARRC (Asia Road Racing Championship). Yuk langsung simak apa aja yang dilakukan untuk mengubah motor biasa menjadi motor balap racing

1.       Menaikkan kompresi mesin

Ada beberapa cara menaikkan kompresi mesin biasa menjadi mesin racing:

–          Membubut blok silinder

–          Mengganti piston racing

–          Memperpendek deck clearance

–          Membubut head / silinder cop

Menghitung cc mesin aja tidak tau kok menaikkannya. Gimana cara menghitung cc mesin? Huft. Mudah sekali guys.

Bacalah spesifikasi mesin pada kendaraan anda. Misalnya bore (D) = 52 mm; dan Stroke (L) = 54 mm

Rumusnya           : 0,785 x D x L

= 0,785 x 5,2 x 5,4

= 114,6 cc dibulatkan 115 cc

Berarti kalau ingin menaikkan kompresi mesin tinggal memperlebar ruang bakar aja. Kompresi umum standard kendaraan adalah 9 : 1 dan 9,2 : 1. Sedangkan kompresi motor balap bisa 12,8 : 1.

2.       Melakukan porting

Istilah apalagi porting itu? Porting adalah usaha meningkatkan efisiensi volumetric melalui optimasi pemasukan gas ke dalam ruang bakar. Dalam melakukan modifikasi mesin, ada 3 faktor yang menentukan besarnya tenaga mesin.

a.       Efisiensi mesin          : daya dorong piston yang dihasilkan oleh putaran flywheel

b.       Efisiensi thermal       : konsumsi bahan bakar untuk mendorong piston ke TMB

c.       Efisiensi volumtric    : membuat ukuran tepat untuk saluran gas ke ruang bakar

Untuk melakukan porting, biasanya mengganti diameter klep in dan ex. Balap lokal menggunakan klep in diameter 24 mm dan klep ex diameter 21 mm. Sedangkan ajang ARRC klep in menggunakan diameter 22 mm dan klep ex diameter 19 mm. Kata Hawadis selaku Chief Mechanic YRI (Yahama Racing Indonesia).

3.       Memperbesar durasi noken as

Untuk mengimbangi diameter klep, tentunya durasi noken as / camshaft harus diperbesar. Motor standard biasa durasinya hanya sekitar 212 derajat, tapi kalau motor balap idealnya 270 – 330 derajat.

4.       Meninggikan lift max

Standard lift max motor biasa adalah 23% dari diameter klep in. Sedangkan untuk motor balap dengan sirkut lurus tidak begitu memanjang biasanya lift max sekitar 29% – 31% dari diameter klep in. Kalau sirkuitnya panjang bisa sampai 35% dari klep in.

Keuntungan durasi besar dan lift tinggi   :

–          Tenaga mesin besar

–          Mesin bagus pada putaran tinggi

Kerugian durasi besar dan lift tinggi          :

–          Putaran rendah jelek

–          Pegas klep cepat rusak

–          Terjadi valve floating bila pegas klep tidak kuat

–          Coakan klep pada piston harus dalam

Jadi kalau menggunakan klep in diameter 22 mm dan klep ex diameter 19 mm, untuk mengimbangi durasi noken as ya sekitar 270 derajat dengan lift 8,6 mm.

5.       Memperbesar pengapian

Pengapian yang besar ditujukan untuk memperolah pembakaran yang sempurna.

Perbedaan pengapian motor standard dan motor balap yang sering digunakan adalah:

–          Pada putaran mesin rendah sekitar 2.000 rpm, pengapian motor standard diatur 8 – 10 derajat sebelum TMA. Sedangkan pangapian motor balap racing diatur 20 – 30 derajat sebelum TMA

–          Pada putaran mesin menengah ke tinggi sekirar 4.500 rpm keatas, pengapian motor standard diatur 25 – 30 derajat sebelum TMA, sedangkan pengapian motor balap racing diatur 35 derajat sebelum TMA.

–          Busi yang digunakan pada motor balap racing menggunakan busi panas dengan pengapian yang besar.

6.       Memperbesar AFR (Air Fuel Ratio)

Untuk mendapatkan tenaga mesin yang besar. AFR juga dimodifikasi sedemikian rupa, biasanya untuk motor balap racing bisa tembus sampai angka 12,5. Sistem injeksinya diatur dengan throttle body berdiameter 32 mm dan injector custom 180 cc/menit dilengkapi dengan ECU aRacer RCI Super.

Gimana? Sudah sedikit paham tentang motor balap racing kan? Jadi nggak perlu dipikirin lagi bedanya apa motor racing dengan motor biasa yang standard pabrikan. Demikianlah sedikit kutipan pengalaman seputar otomotif yang bisa kami tulis. Semoga ilmu yang kami sajikan bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *