Cara Kerja Motor Starter Mobil – Motor starter merupakan sebuah komponen dalam engine yang berfungsi sebagai penggerak awal suatu kendaraan. Sistem kerjanya yaitu membutuhkan sumber listrik dari baterai (aki) untuk dirubah menjadi energi mekanik berupa putaran. Putaran yang dihasilkan oleh motor starter ini guna memutarkan flywheel yang diteruskan ke poros engkol (crank shaft) untuk menciptakan mekanisme pembakaran dalam suatu engine.

Keterangan tersebut adalah secara fisik atau kasat mata kita melihat. Adapun sistem yang ada didalam motor starter itu sendiri kebanyakan masih belum tau. Nah, dalam artikel kali ini kami akan membahas cara kerja motor starter mobil dengan tujuan bilamana mobil anda mengalami kerusakan. Minimal anda bisa mengetahui komponen motor starter mana yang harus diperbaiki. Yuk langsung simak penjelasan berikut.

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa saat kunci kontak belum posisi “ON”, arus dari baterai sudah standby ke “terminal 30” motor starter sampai ke massa (ground) tidak ada yang putus. Selanjutnya, ketika kunci kontak “ON” arus dari baterai masuk ke “terminal 50” sehingga “pull-in coil” menarik plate untuk menghubungkan “terminal C” dan “terminal 30”. Tertariknya plate ini sekaligus menarik “lever” dan mendorong “gear pinion” untuk menggerakkan “flywheel”. Voltage yang didapatkan oleh “terminal C” langsung disupply dari baterai melalui “terminal 30” sehingga otomatis “pull-in coil” tidak bekerja lagi.

Setelah “gear pinion” terhubung dengan “flywheel”, yang bekerja disini adalah “hold-in coil” untuk menahan putaran agar antara “gear pinion” dan “flywheel” tidak lepas dahulu sebelum engine kendaraan menyala. Setelah engine menyala, putaran “flywheel” akan menjadi lebih besar daripada putaran motor starter. Sehingga secara otomatis “gear pinion” akan terlepas dari “flywheel” bersamaan dengan kita memutus arus kunci kontak menjadi “OFF”. Pull-in coil dan hold-in coil tidak bekerja lagi karena tidak ada arus listrik yang mengalir. Juga membuat lever kembali ketempat semula akibat plate tidak menghubungkan lagi antara “terminal 30” dan “terminal C”.

Sudah faham tentang mekanisme cara kerja motor starter? Itu tadi penjelasan terkait dengan motor starter memutar flywheel. Terus gimana motor starter tersebut dapat berputar?

Kita lihat kembali gambar diatas, telitilah dengan baik. Selain arus listrik menggerakkan lever untuk menghubungkan “gear pinion” dan “flywheel”, arus dari “terminal 50” juga masuk ke “brush”. “brush” berfungsi untuk menyalurkan arus listrik ke “komutator”. Arus listrik dari “komutator” disalurkan ke “armature coil”. “armature coil” ini berbahan inti besi berbalut lilitan tembaga yang berbentuk silinder. Kemudian arus ini bertemu dengan medan magnet yang dinamakan “filed coil (yoke)”.

Seperti teori yang telah kita pelajari bersama, bahwa ketika kumparan tembaga yang dialiri arus listrik bertemu dengan medan magnet. Maka akan menimbulkan gaya putar. Hal inilah yang membuat motor starter dapat berputar, kemudian gear pinion meneruskan putarannya ke flywheel sebagai penggerak mula sebuah engine.

Sedikit tambahan aja, brush mengalirkan arus listrik dalam kondisi komutator berputar. Brush terbuat dari bahan tembaga yang lunak agar gaya geseknya kecil, sehingga komponen brush inilah yang sering mengalami ke ausan. Silahkan anda melakukan perawatan berkala pada motor starter mobil anda.

Demikianlah sedikit berbagi pengetahuan dan pengalaman kami, semoga pengetahuan kami bermanfaat untuk anda. Thanks 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *