Cara Membaca Arti Kode Busi – Busi merupakan komponen yang berfungsi untuk memercikkan bunga api. Busi berperan penting dalam sistem pengapian kendaraan berbahan bakar bensin, termasuk pertamax, pertalite, dan premium. Karena bahan bakar bensin tidak bisa melakukan pembakaran sendiri meski dalam suhu tinggi.

Beda lagi dengan kendaraan berbahan bakar solar. Solar itu memiliki sifat dapat terbakar sendiri dalam temperatur tinggi, hal ini sering disebut “preignition”. Nah, dalam artikel ini akan kami bahas cara membaca arti kode busi. Yuk langsung simak penjelasan cara membaca kode busi pada merk NGK dan Denso berikut.

1.       Busi NGK

Contoh busi NGK dengan kode CPR8EA-9, cara membacanya adalah:

–          C = Adalah diameter ulir dari busi

[B = 14 mm; C = 10 mm; D = 12 mm]

–          P = Project insulator atau tipe rancangan busi

–          R = Busi dengan resistor

–          8 = Tingkat panas busi, semakin kecil angka busi maka dikategorikan sebagai busi tipe panas. Sedangkan semakin besar angka busi maka dikategorikan sebagai busi tipe dingin

–          E = Panjang ulir dari busi

[H = 12,7 mm; E = 19 mm; L = 11,2 mm]

–          A = Konstruksi bentuk ujung pengapian

–          9 = Celah busi

[9 = celah 0,9 mm; 10 = celah 1 mm]

2.       Busi Denso

Contoh busi denso dengan kode U22FSU9, cara membacanya adalah:

–          U = Diameter ulir busi

[U = 10 mm; X = 12 mm; W = 14 mm]

–          22 = Tingkat panas busi, semakin kecil angka busi maka dikategorikan sebagai busi tipe panas. Sedangkan semakin besar angka busi maka dikategorikan sebagai busi tipe dingin

–          F = Panjang ulir dari busi

[E = 19 mm; F = 12,7 mm; L = 11,2 mm]

–          S = Tipe rancangan busi

–          U = Elektroda sampung busi berbentuk U

–          9 = Celah busi

[9 = celah 0,9 mm; 10 = celah 1 mm]

Dalam kode busi tersebut, terdapat yang namanya tingkat panas busi. Sebenarnya busi itu dibedakan menjadi 2. Yang satu busi panas dan yang satu lagi busi dingin. Untuk busi panas, cocok digunakan pada kendaraan yang memilik iklim suhu dingin. Misalnya motor-motor standard pabrik. Tujuan menggunakan busi panas untuk menghindari terjadinya “pre-ignition”. Sedangkan untuk busi dingin, cocok digunakan pada kendaraan yang memiliki iklim suhu panas. Misalnya motor-motor balap atau motor dengan kompresi tinggi. Tujuan menggunakan busi dingin untuk menghindari proses terjadinya penumpukan karbon dalam ruang bakar akibat pembakaran yang tidak sempurna. Kalau karbon sudah menumpuk, bisa menyebabkan knocking atau detonasi yaitu ledakan kedua setelah busi memercikkan bunga api.

Nah, cukup sekian pembahasan mengenai arti kode busi. Jangan sampai salah memilih busi ya. Semoga artikel ini menambah wawasan kita, selamat belajar. Thanks 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *