Cara Membaca Kode Kelistrikan Lampu Kepala – Pada kendaraan roda empat, lampu kepala merupakan komponen kelistrikan utama untuk penerangan jalan. Terutama pada waktu malam hari. Sistem kelitrikan kendaraan terbagi sangat banyak, ada sistem kelistrikan lampu kepala, lampu hazard, lampu sein, lampu rem, lampu plat nomor dan lain sebagainya.

Dalam artikel ini, khusus membahas kelistrikan lampu kepala. Dalam sebuah kelistrikan pasti ada yang namanya kode kelistrikan agar tidak salah memasang yang berakibat fatal pada komponen lampu kepala. Yuk langsung simak saja penjelasan cara membaca kode kelistrikan lampu kepala berikut ini.

Gambar diatas menunjukkan diagram kelistrikan atau wiring diagram kelistrikan lampu kepala mobil. Keterangannya yaitu:

1.       Lampu kepala kiri

2.       Lampu kepala kanan

3.       Relay lampu jarak dekat

4.       Relay lampu jarak jauh

5.       Saklar jarak jauh dan jarak dekat

6.       Switch

7.       Fuse

8.       Baterai (aki)

Penjelasan Kode Kelistrikan Lampu Kepala

–          Saklar jarak dekat dan jauh

Dalam saklar jarak dekat dan jarak jauh terdapat kode 56; 56a; dan 56b. Kode 56 merupakan kode yang berfungsi menerima arus listrik dari bateri setelah switch terhubung. Kode 56a merupakan kode untuk kelistrikan lampu kepala jarak dekat. Sedangkan kode 56 b merupakan kode untuk kelistrikan lampu kepala jarak jauh.

–          Relay lampu

Dalam relay sebenarnya ada 2 tipe. Yang 1 relay tipe NO (Normally Open) dan 1 nya lagi relay tipe NC (Normally Close). Namun pada umumnya kelistrikan kepala menggunakan relay jenis NO.

Adapun kode yang tertera dalam relay yaitu 30; 87; 85; dan 86. Kode 85 berfungsi meneruskan arus yang didapat dari saklar 56a atau 56b. Kode 86 berfungsi sebagai saluran massa (ground). Kode 30 berfungsi menerima listrik langsung dari bateri. Sedangkan kode 87 berfungsi meneruskan listrik ke beban (dalam hal ini lampu kepala).

–          Fuse atau sekering

Sekering tidak ada kode khusus, kami bahas karena fuse memiliki peran sangat penting dalam kelistrikan lampu kepala. Fuse berfungsi sebagai pengendali arus yang masuk pada switch. Bila arus yang melewati fuse melebihi kapasitas, maka fuse akan putus. Hal ini dilakukan guna menjaga arus yang berlebih tadi tidak masuk switch dan merusak komponen kelistrikan lampu kepala.

Adapun cara kerja sistem kelistrikan lampu kepala yaitu, ketika saklar “ON’ diarahkan pada 56a, maka arus diteruskan ke 85 untuk mengaktifkan switch magnetic relay kemudian arus di ground kan ke 86. Switch magnetic relay yang aktif ini menghubungkan antara terminal 30 dan 87, sehingga arus listrik dari baterai bisa sampai ke beban (lampu kepala). Sebaliknya untuk kode 56b alurnya juga sama. Bedanya kalau 56a untuk lampu kepala jarak dekat, sedangkan 56b untuk lampu kepala jarak jauh.

Demikian sedikit pengetahuan yang bisa kami bagikan, semoga sedikit pengetahuan kami bermanfaat untuk anda. Selamat mencoba, thanks 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *