Komponen Kelistrikan Pengapian Mobil Konvensional – Sebuah kendaraan roda 4 alias mobil bisa menyala dan berjalan tentunya menggunakan sistem pengapian. Sistem pengapian sudah berkembang sedemikian rupa, mulai dari sistem pengapian konvensional sampai sistem pengapian CDI.

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas mengenai sistem pengapian konvensional. Dimana masih menggunakan “Platina” untuk membangkitkan kelistrikan pengapiannya. Yuk langsung pada inti pembahasan berikut.

Komponen Kelistrikan Pengapian Konvensional

1.       Baterai / Aki

Baterai berfungsi sebagai sumber listrik utama dalam kendaraan roda 4. Jika dalam dalam sistem kelistrikan pengapian, baterai sebagai sumber arus listrik untuk ignition coil. Yang paling penting disini fungsi baterai adalah untuk menghidupkan mesin.

2.       Kunci Kontak

Kunci kontak sendiri memiliki beberapa kode, tergantung mobil tersebut diproduksi oleh negara mana. Kalau mobil jepang kode kunci kontaknya: B, IG, ST, dan ACC. Sedangkan mobil produksi eropa mempunyai kode: 30, 15, dan 50.

–          B / 30 (Baterai) berfungsi menghubungkan arus listrik dari baterai

–          IG / 15 (Ignition) berfungsi untuk menghubungkan arus dari baterai ke Coil +

–          ST /50 (Starter) berfungsi untuk menghubungkan arus dari baterai ke motor starter terminal 50

–          ACC (Aksesoris) berfungsi untuk menghubungkan arus dari baterai ke aksesoris mobil.

3.       Ignition Coil

Coil berfungsi untuk merubah listrik tegangan 12 Volt menjadi listrik teganagn 25.000 Volt. Didalam coil terdapat 2 kumparan yang dapat menciptakan arus tegangan tinggi. yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.

Kumparan primer berfungsi untuk menciptakan medan magnet. Sedangkan kumparan sekunder berfungsi untuk mengubah induksi elektro magnetik menjadi tegangan tinggi saat kontak platina terputus.

4.       Distributor

Distributor berfungsi untuk mendistribusikan hasil tegangan tinggi coil ke busi melalui kabel tegangan tinggi. Distributor membagi tegangan tinggi ke busi menggunakan firing order (urutan pengapian)

Baca Juga: Firing Order Pengapian Mesin Mobil

5.       Kabel Tegangan Tinggi

Kabel tegangan tinggi berfungsi menyalurkan tegangan tinggi yang dihasilkan Coil ke distributor, dan dari distributor ke busi. Intinya jika menggunakan kabel biasa pasti meleleh karena tidak mampu menahan tegangan sebesar 25.000 Volt. Makanya menggunakan kabel tegangan tinggi.

6.       Busi

Busi berfungsi untuk memercikkan bunga api. Loncatan bunga api busi didapat dari tegangan tinggi yang dihasilkan oleh coil yang disalurkan melalui kabel tegangan tinggi.

Wiring diagram kelistrikan pengapian konvensional sebagai berikut:

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan, semoga sedikit informasi ini bermanfaat untuk anda. Terima kasih telah mengunjungi situs kami, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *