Diagram Kerja Motor Bakar 4 Tak dan Posisi Piston Pada Tiap Derajat Poros Engkol – Seperti yang kita ketahui bahwa motor 4 tak (4 langkah) memiliki piston sebanyak 4 dan untuk melakukan satu kali siklus pembakaran memerlukan 2 kali putaran poros engkol. Oleh sebab itu antara piston 1 dengan piston lainnya tiap derajat poros engkol melakukan langkah kerja yang berbeda-beda.

Baca Juga : Firing Order Pengapian Mesin Mobil

Ketika anda pernah membongkar engine 4 tak, akan tampak piston 1 dan 4 posisinya sama. Sedangkan piston 2 dan 3 posisinya juga sama. Hal tersebut bukan berarti piston 1 dan 4 sama-sama melakukan langkah kompresi sedangkan piston 2 dan 3 sama-sama melakukan langkah kerja, itu enggak. Untuk lebih memudahkan pemahaman, maka dari itu kami tertarik menuliskan sebuah artikel terkait diagram kerja mobil 4 tak setiap derajat poros engkol. Yuk langsung simak penjelasan berikut ini.

Diagram Kerja Motor Bakar 4 Tak

Penjelasan diagram:

Yang telah kita jelaskan diatas untuk motor bakar 4 tak membutuhkan 2 kali putaran poros engkol untuk melakukan satu kali siklus pembakaran. Oleh karena itu untuk melakukan satu kali siklus pembakaran, poros engkol akan berputar sebanyak 720 derajat. 720 derajat ini penjabaran dari 360 derajat kali 2 kali putaran poros engkol.

Saat posisi piston 0 derajat, silinder 1 akan mengalami langkah isap. Silinder 2 akan mengalami langkah kompresi. Silinder 3 akan mengalami langkah buang. Dan silinder 4 akan mengalami langkah usaha. Saat posisi piston 180 derajat, silinder 1 akan mengalami langkah kompresi. Silinder 2 mengalami langkah usaha, silinder 3 mengalami langkah isap, dan silinder 4 mengalami langkah buang.

Saat posisi piston 360 derajat, silinder 1 mengalami langkah usaha, silinder 2 mengalami langkah buang, silinder 3 mengalami langkah kompresi, dan silinder 4 mengalami langkah isap. Sedangkan saat posisi piston pada 720 derajat, silinder 1 mengalami langkah buang, silinder 2 mengalami langkah isap, silinder 3 mengalami langkah usaha, dan silinder 4 mengalami langkah kompresi.

Seperti yang kita jelaskan sebelumnya tidak mungkin masing-masing silinder melakukan langkah kerja yang sama meskipun posisi piston sama-sama di TMA atau sama-sama di TMB. Kita ambil contoh aja, saat piston pada posisi 360 derajat. Silinder 1 dan silinder 4 sama-sama dibawah, namun melakukan langkah kerja yang berbeda. Untuk silinder 1 melakukan langkah usaha, sedangkan silinder 4 melakukan langkah isap. Dan begitu juga pada derajat posisi piston lainnya berlaku sama.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan kami bisa menambah pengetahuan dan wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *