Prinsip Kerja Sistem AC Mobil – AC merupakan singkatan dari Air Conditioner, yaitu suatu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk mendinginkan udara dalam kabin mobil. Kebanyakan orang berfikir bahwa AC bisa dingin karena ada freon, itu saja udah cukup. Namun dalam artikel kali ini kami akan membahas sedikit uraian kenapa freon bisa mendinginkan kabin mobil.

Dulu freon AC mobil masih menggunakan refrigerant R12, masih sangat bahaya jika terlepas ke udara. Sebenarnya dikatakan freon habis itu tidak 100% freon-nya habis, melainkan masih tersimpan 10% gas refrigerant didalamnya. Jika tiba-tiba saja katup dibuka, maka freon R12 ini akan terhempas langsung ke udara. Akibatnya bisa membentuk reaksi kimia CFC (Cloro Fluro Carbon) yang beresiko merusak lapisan ozon.

Ozon sendiri merupakan suatu lapisan atmosfir yang berfungsi melindungi bumi terkena sinar matahari secara langsung, yaitu sinar ultraviolet dan sinar inframerah yang berbahaya pada kulit manusia serta rawan terkena katarak jika terkena mata. Oleh sebab itu, dalam artikel kali ini agar tidak salah persepsi bagaimana sebenarnya prinsip kerja AC mobil akan kami bahas sedetail dan sesingkat mungkin.

Komponen AC Mobil

Sebelum menginjak prinsip kerja AC mobil, alangkah baiknya kita ketahui dulu komponen penunjang terbentuknya sistem pendingin AC mobil satu persatu. Komponen AC mobil meliputi Kompressor, berfungsi untuk memompa dan mensirkulasikan freon kedalam sistem pendingin sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan. Kondensor, berfungsi untuk mengkondensasikan freon dari bentuk gas bertekanan tinggi ke bentuk cair. Filter (Dryer), berfungsi untuk menyaring partikel kotoran dan menyerap uap air yang beredar dalam sistem pendingin. Katup Ekspansi, berfungsi untuk menurunkan tekanan freon dengan cara merubah dari bentuk cair bertekanan tinggi ke bentuk gas. Perubahan bentuk dari cair ke gas ini juga menurunkan suhu freon dengan drastis. Dan terakhir adalah Evaporator, berfungsi untuk menyerap panas yang ada dalam kabin mobil.

Cara Kerja AC Mobil

Berawal dari kompresor yang digerakkan oleh putaran mesin mobil melalui belt yang kemudian memompa dan mesirkulasikan freon kedalam sistem pendingin dalam bentuk gas dengan tekanan tertentu. Gas bertekanan yang dipompa kompresor diarahkan ke kondensor, didalam kondensor tekanan dan panas yang diserap dari kabin dikondensasikan melalui sirip-sirip kondensor. Sehingga gas bertekanan berubah bentuk menjadi cair karena panas telah dilepas. Setelah freon berbentuk cair, kemudian dipompa masuk ke filter (dryer) untuk dilakukan penyaringan kotoran yang ikut beredar dalam sistem pendingin.

Setelah selesai melewati filter (dryer), freon akan dipompa ke katup ekspansi. Ketika melewati katup ekspansi ini terjadi perubahan bentuk dari cair ke bentuk kabut. Perubahan bentuk ini sekaligus menurunkan tekanan dan suhu secara bersamaan. Selanjutnya freon dalam bentuk kabut dipompa masuk ke evaporator. Freon dengan tekanan dan suhu rendah tersebut disembur oleh angin kipas evaporator untuk masuk ke dalam kabin mobil. Sehingga panas yang ada dalam kabin mobil terserap melalui sirip-sirip evaporator. Freon bertekanan dan bersuhu rendah dalam evaporator menjadi bertekanan dan bersuhu tinggi ketika menyerap panas dari kabin mobil. Selanjutnya dipompa lagi masuk kompresor untuk dikondensasikan di kondensor dan seterusnya. Inilah yang dinamakan siklus sistem pendingin AC mobil sekaligus dinamakan prinsip kerja sistem pendingin AC mobil.

Demikian sedikit informasi dan pengetahuan yang bisa kami tuliskan dalam artikel ini. Semoga penjelasan singkat kami bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, Salam Otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *