Prinsip Kerja EGR (Exhaust Gas Recirculating)

Prinsip Kerja EGR (Exhaust Gas Recirculating)

Prinsip Kerja EGR (Exhaust Gas Recirculating) – Kemajuan teknologi memang sangatlah pesat dan bermanfaat untuk setiap aspek kehidupan. Mulai dari aspek pendidikan, budaya, ekonomi, sampai aspek transportasi juga. Salah satu perkembangan teknologi dalam aspek transportasi adalah dikembangkannya sistem EGR (Exhaust Gas Recirculating).

Klausul dikembangkannya teknologi EGR adalah untuk mengurangi emisi gas buang suatu kendaraan. Seperti yang kita tahu bahwa emisi gas buang terutama terdiri dari karbondioksida (CO2) dan air (H20), serta NOx. NOx tercipta atas reaksi antara gas Nitrogen (N2) dengan gas Oksigen (O2). NOx tidak akan bereaksi ketika mesin masih dalam temperatur dingin, melainkan akan bereaksi ketika mesin telah bertemperatur tinggi.

Dengan tujuan mengurangi emisi gas buang yang berbaya bagi tubuh manusia itulah maka dikembangkan sebuah teknologi EGR. Untuk lebih memahami prinsip kerja EGR akan kami bahas pada artikel berikut ini. yuk langsung saja pada inti poin pembahasan berikut.

Cara Kerja EGR

EGR dikembangkan dengan tujuan mengurangi kadar emisi gas buang. Pada prinsipnya EGR bekerja untuk mengembalikan sisa gas pembakaran yang melalui exhaust menuju ke intake manifold. Untuk engine yang masih berteknologi konvensional, pembukaan katup EGR dipengaruhi oleh kevakuman yang terjadi pada intake manifold. Sedangkan untuk engine yang telah berteknologi modern, pembukaan katup EGR telah dikontrol secara elektronik oleh ECU / ECM.

EGR bisa diterapkan untuk kendaraan mesin diesel maupun mesin bensin. Pada mesin diesel, EGR bisa menyalurkan gas sisa pembakaran ke intake sampai 50%. Sedangkan pada mesin bensin, EGR hanya mampu menyalurkan gas sisa pembakaran ke intake sebesar 5 – 15%. EGR juga dilengkapi dengan komponen cooler yang berfungsi untuk mendinginkan sisa gas pembakaran guna menghindari terjadinya self-firing (pembakaran sendiri) dalam ruang bakar. Dalam sistem EGR dilengkapi dengan sebuah katup yang terhubung langsung ke intake manifold. Katup ini berfungsi untuk membuka dan menutup sebagai jalur gas sisa pembakaran yang menuju ke intake manifold.

Kelebihan Dan Kekurangan EGR

Untuk Kelebihan sistem EGR yaitu bisa mengurangi kadar emisi gas buang (NOx) dan juga lebih irit bahan bakar. Sedangkan kekurangannya yaitu bisa mengurangi daya mesin dan jika proporsinya tidak sesuai bisa menyebabkan gagal pembakaran.

Demikian sedikit informasi dan pengetahuan yang bisa kami bagikan melalui artikel kali ini. semoga dengan sedikit tulisan ini bisa menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!