Sistem Pengapian Konvensional Mesin Mobil (Platina dan Sudut Dwell) – Sistem Pengapian pada engine mobil, tenaga diperoleh dari hasil ekspansi piston melalui pambakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder ruang bakar. Khusus pada motor bensin, campuran bahan bakar udara tidak dapat terbakar sendiri seperti halnya motor diesel. Loncatan bunga api pada busi diperlukan untuk menyalakan campuran udara dan bensin yang telah dikompresi oleh piston di dalam silinder. Karena pada motor bensin proses pembakaran diawali oleh loncatan bunga api yang bertegangan tinggi pada ujung elektroda busi, maka diperlukan sistem pengapian untuk menghasilkan tegangan tinggi tersebut.

SYARAT-SYARAT SISTEM PENGAPIAN

Ada 3 syarat penting yang harus dimiliki oleh motor bensin, agar mesin dapat bekerja dengan efisien yaitu:

1.       Tekanan kompresi yang tinggi

2.       Saat pengapian yang tepat dan percikan bunga api yang kuat

3.       Perbandingan campuran bensin dan udara yang tepat

PENGAPIAN KONVENSIONAL

Platina

Kontak platina merupakan komponen yang menghubung dan memutuskan arus pada rangkaian primer yang dikontrol oleh breaker cam pada distributor. Pemutusan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dan koil pengapian (ignition coil), untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik. Induksi terjadi saat platina (breaker point) diputus atau terbuka. Arus yang mengalir pada kontak platina ini bisa mencapai 5 amper dan tegangan yang dihasilkan kumparan primer bisa mencapai 500 volt. Pada engine 4 silinder, saat engine pada putaran 6000 rpm, kontak platina membuka dan menutup hingga 12.000 kali dengan frekuensi 200 hz. Kontak platina yang rusak dapat mengganggu pengaliran arus pada koil pengapian, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi dan nilai gas sisa pembakaran yang lebih jelek.

Sudut Dwell (Dwell Angle)

Kondisi kontak platina berpengaruh pada sudut dwell, atau bisa juga disebut cam angle. Sudut dwell adalah sudut yang dibentuk oleh cam pada distributor saat kontak platina mulai menutup hingga membuka kembali. Kontak platina menutup dalam waktu yang sangat singkat, hal ini memungkinkan mengalirnya arus ke kumparan primer untuk membangkitkan medan magnet. Bila magnet lemah maka tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil juga rendah, hal ini terjadi terutama pada putaran tinggi. Dengan berubahnya celah kontak platina maka besarnya sudut dwell juga berubah. Semakin kecil celah kontak platina, makin besar sudut dwellnya dan saat pengapian lebih lambat. Semakin besar celah kontak platina, makin kecil sudut dwellnya dan saat pengapian terjadi lebih awal.

Pemeriksaan sudut dwell yang akurat hanya bisa dilakukan dengan alat pemeriksa sudut dwell elektronik (Elektronik Dwell Angle Tester). Penyetelan celah kontak platina harus dilakukan pertama kali, artinya sudut dwell sudah benar sebelum saat pengapian disetel.

Demikian sedikit pembahasan tentang pengapian konvensional yang terfokuskan pada platina dan sudut dwell. Adapun pembahasan lebih lanjut akan kami tuliskan pada artikel selanjutnya. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *