Kupas Tuntas Cara Kerja Mobil Listrik

Kupas Tuntas Cara Kerja Mobil Listrik

Pada era industri 4.0 ini semua perusahaan saling berkompetisi untuk mengembangkan produknya sehingga lebih nyaman, aman, dan efisien. Salah satunya adalah industri otomotif yang mengembangkan kecanggihan mobil listrik. Untuk saat ini mobil listrik yang paling terkenal adalah mobil listrik produksi Tesla yang telah dipasarkan di negara Amerika Serikat, bahkan mereka menyatakan pada tahun 2025 akan meniadakan mobil IC (Internal Combustion) atau kalau di Indonesia lebih akrab dengan istilah mobil pembakaran dalam.

Mobil listrik berbeda dari mobil mesin pembakaran dalam konvensional (IC), karena mobil listrik tidak memerlukan sebagian besar komponen yang digunakan dalam mobil IC, bahkan kebanyakan yang dibutuhkan adalah komponen baru. Misalnya, mobil listrik Tesla menggunakan motor induksi yang diciptakan oleh Nicola Tesla. Motor induksi memiliki dua bagian: rotor dan stator. Perlu arus alternatif current (AC) yaitu arus bolak-balik yang berfungsi sebagai sumber kekuatan atau daya dari motor induksi ini. Kecepatan mobil listrik dengan sistem motor induksi dapat berkisar dari 0 hingga 18.000 rpm dengan efisiensi tinggi sementara pada mesin pembakaran dalam (IC) sangatlah terbatas (sekitar 2.000-4.000 rpm). Jadi, mesin pembakaran dalam membutuhkan sistem transmisi untuk memindahkan gerakan ke roda. Juga, IC menghasilkan gerakan bolak-balik yang harus dikonversi menjadi gerakan berputar. Ini semua berarti lebih banyak bagian mekanik yang mengurangi efisiensi sistem.

Untuk mobil listrik menggunakan baterai yang terdiri dari kumpulan sel-sel lithium-ion yang terhubung paralel dan seri pada satu sel besar. Baterai 85 kWh berisi lebih dari 7000 sel. Dengan daya tersebut tentunya mampu memberikan sistem pendinginan yang lebih baik. Baterai ditempatkan di bagian bawah rangka mobil yang tepatnya di pusat massa dekat dengan tanah. Sistem tersebut menghasilkan mobil yang responsif. Struktur ruang baterai yang didesain secara keseluruhan di bagian bawah bodi meningkatkan performa aerodinamis mobil. Baterai mensuplai daya DC (Direct Current) atau arus searah dan motor induksi membutuhkan daya AC. Oleh karena itu, inverter digunakan untuk mengkonversi arus tersebut sesuai dengan kebutuhan. Selama konversi daya dari DC ke AC, frekuensi daya AC disesuikan dengan yang diinginkan sehingga mobil listrik bisa melaju dengan kecepatan tertentu sesuai keinginan pengendara. Inverter dapat disebut juga sebagai otak mobil.

Baterai Tesla mampu menempuh perjalanan dengan kecepatan 55 mil per jam hingga 300 mil sekali pengisian baterai penuh. Tesla menggunakan sistem pengereman regeneratif yang mengubah energi kinetik kendaraan menjadi energi kimia yang disimpan dalam baterai. Untuk ini, motor induksi berfungsi sebagai generator saat pengereman. Selain itu, Tesla adalah salah satu perusahaan mobil terkemuka yang menawarkan autopilot. Tidak ada keraguan bahwa autopilot akan menjadi salah satu fitur paling penting dari mobil masa depan.

Nilai pasar perusahaan telah meningkat dan mobil Tesla telah cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin, situasi ini telah memaksa perusahaan mobil lain untuk mengembangkan mobil listrik. Tesla dengan jelas menyatakan dalam surat yang ditulis oleh Elon Musk: “Persaingan sejati kita bukanlah tetesan kecil mobil listrik non-Tesla yang diproduksi, tetapi banjir besar mobil bensin yang keluar dari pabrik-pabrik dunia setiap hari“. Mungkin sikap ini menciptakan simpati dalam pandangan konsumen dan membuat mobil Tesla lebih populer. Dengan satu atau lain cara, Tesla telah memicu transformasi teknologi mobil dari bahan bakar fosil menjadi listrik. Ini berarti masa depan yang lebih hijau bagi umat manusia selama listrik dihasilkan dari sumber yang terbarukan.

Jika ada tambahan terkait mobil listrik silahkan ditambahkan pada kolom komentar, kita bukan orang yang bermaksud menggurui melainkan sharing pengalaman dan wawasan yang dimiliki. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *