Kendaraan yang baik pastinya dilengkapi dengan sistem pengereman yang baik pula. Akhir-akhir ini kendaraan sudah menjamur di tanah air Indonesia, namun demikian masih banyak yang kesulitan dalam membedakan fungsi dari rem kaki dan hand rem pada kendaraan. Berlatar belakang dari masalah tersebut, saya tertarik untuk membahas fungsi rem kendaraan sebagai berikut. Yuk kita simak sampai tuntas pembahasannya.

Fungsi Sistem Pengereman

Sistem rem merupakan bagian kendaraan yang merupakan aspek pengaman yang paling penting dan harus dapat melaksanakan perlambatan kendaraan dengan baik, stabil dan nyaman serta membuat kendaraan tetap berhenti. Kendaraan dengan sistem rem dalam menjalankan fungsinya harus memiliki kemampuan:

  1. Dapat menghentikan kendaraan dengan cepat.
  2. Gaya rem harus dapat diatur sesuai dengan kehendak sopir.

Hingga saat ini kendaraan jalan raya masih menggunakan rem gesek, yang pada dasarnya rem gesek pada kendaraan secara fisikalis adalah merupakan proses perubahan energi gerak (kinetik) menjadi energi panas. Pengereman kendaraan hingga kendaraan dapat berhenti dalam prosesnya adalah proses gesekan yang diperoleh dari:

  1. Kemampuan gesekan antara ban dengan permukaan jalan (Traksi).
  2. Kemampuan gesekan antara kanvas dengan tromol/cakram (gesekan rem).

Gambar. Proses Pengereman Kendaraan

Antara traksi dan gesekan rem keduanya mempengaruhi besarnya pengereman kendaraan yang besarnya sebesar gaya gesek itu sendiri, semakin besar gesekan akan diperoleh perlambatan yang besar dan begitu pula jika gesekannya kecil akan diperoleh perlambatan yang kecil. Besarnya gaya pengereman diperoleh dari proses gesekan antara kanvas rem dengan tromol / cakram.

Berikut disajikan koefisien gesek ban terhadap kondisi jalanan

  1. Jalan beton dan aspal yang kering
  2. Jalan makadam dan plester yang kering
  3. Jalan beton dan aspal yang basah
  4. Jalan makadam yang basah
  5. Jalan plester yang basah
  6. Jalan makadam yang berlumpur

Koefisien gesek pada traksi dan gesekan rem adalah termasuk gesekan dua benda yang bergerak sehingga dalam proses gesekan tersebut akan timbul panas, semakin lama dan cepat gerakannya semakin tinggi temperatur yang ditimbulkannya juga jika pada gesekan tersebut terdapat lapisan diantara dua permukaan yang bergesekan maka akan terjadi perubahan koefisien gesek yang semakin kecil. Penurunan nilai yang demikian berdampak buruk dan tidak diharapkan dalam pengereman kendaraan karena penurunan nilai berdampak langsung terhadap besarnya gaya gesek yang pada akhirnya kinerja pengereman menurun (kecil–hilang).

Baca Juga : 7 Penyebab Rem Blong dan Cara Mengatasinya

Rem Kaki Kendaraan

Fungsi Rem kaki yaitu untuk mengurangi sampai menghentikan kecepatan kendaraan. Rem kaki harus berfungsi untuk semua roda.

Hand Rem / Rem Tangan

Fungsi Hand Rem / Rem Tangan / Rem Parkir yaitu untuk memacetkan putaran roda (parkir, dsb), dipasang untuk rem belakang. Juga dapat berfungsi sebagai rem cadangan, misalnya jika dalam perjalanan rem kaki tidak berfungsi.

Demikianlah artikel tentang fungsi rem kaki dan hand rem pada kendaraan yang bisa kami tuliskan kali ini. Semoga sedikit tulisan ini bisa membantu menyelesaikan masalah dan menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *