3 Macam Tipe Pompa Injeksi Pada Mesin Diesel

3 Macam Tipe Pompa Injeksi Pada Mesin Diesel

Tulisan bermula ketika saya menyuruh siswa saya menerangkan tentang motor diesel ke anak-anak SMP ketika giat pelayanan publik guna promosi jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). Ehh ternyata mereka malah bilang “saya belum begitu faham tentang motor diesel pak“. Waduh, sudah lulus tapi belum begitu mendalami materi motor diesel. Okelah namanya masih pembelajaran bisa dimaklumi jika memiliki kekurangan. Dari situlah saya pengen membagi pengalaman seputar otomotif yang pernah saya dapat waktu dibangku perkuliahan. Semoga aja ilmu yang saya bagikan ini bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian. Yuk langsung pada poin pembahasan berikut.

Materi ini saya awali dari macam-macam pompa injeksi pada mesin diesel. Hal ini dikarenakan beda tipe mesin diesel, sistem pompa injeksi yang digunakan juga berbeda. Meski demikian, yang paling banyak digunakan saat ini adalah model pompa injeksi sistem common rail.

Macam-macam Pompa Injeksi Pada Mesin Diesel

1. Pompa Injeksi Tipe In-Line

Pompa injeksi tipe In-Line ini memiliki ciri-ciri yaitu pada fuel deliverynya memiliki plunyer sama dengan jumlah injektornya, kalau injektornya 4 maka plunyernya juga ada 4. Setiap plunyer akan melayani satu buah injektor sehingga bisa diperoleh tekanan injeksi yang tinggi.

Proses kerja pompa injeksi tipe In-Line diawali dari feed pump yang menghisap bahan bakar dari tangki, kemudian menekan bahan bakar yang telah disaring oleh filter ke pompa injeksi. Pompa Injeksi tipe In-Line mempunyai cam dan plunyer yang jumlahnya sama dengan jumlah silinder pada engine. Cam menggerakan plunyer menyesuaikan dengan firing order engine. Gerak lurus bolak-balik dari plunyer akan menekan bahan bakar dan mengalirkannya ke nozzle untuk melakukan injeksi melalui delivery valve. Delivery valve berfungsi untuk mencegah bahan bakar kembali dari saluran bahan bakar ke daerah plunyer, selain itu juga berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari nozzle guna menghentikan proses injeksi dengan cepat.

Dalam motor diesel, camshaft dilumasi oleh engine oil sedangkan plunyer dilumasi oleh solar. Adapun governor berfungsi untuk mengatur banyaknya bahan bakar yang disemprotkan oleh nozzle dengan cara menggeser control rack. Engine akan mati jika control rack digerakan ke arah akhir bahan bakar.

Baca Juga : 3 Penyebab Mobil Dengan Mesin Diesel Lebih Boros

2. Pompa Injeksi Tipe Distributor

Pompa injeksi tipe Distributor memiliki ciri utama yaitu hanya memiliki 1 plunyer untuk 4 buah injektor. Plunyer ini terletak pada sebuah poros pompa sehingga saat poros pompa berputar, maka plunyer akan menekan masing-masing barel secara bergantian. Bergantiannya ini menyesuaikan timing firing order engine.

Proses pompa injeksi tipe distributor diawali dari bahan bakar yang telah disaring oleh water sedimenter dan fuel filter. Selanjutnya bahan bakar ini ditekan oleh van type feed pump ke rumah pompa injeksi. Kemudian bahan bakar melumasi komponen pompa pada saat mengalir ke plunyer. Sebagian bahan bakar akan kembali ke tangki bahan bakar melalui overflow screw sembari mendinginkan bagian-bagian pompa yang dilewatinya.

Plunyer bergerak lurus bolak-balik sambil berputar karena bergeraknya drive shaft, camplate, tappet rollers, plunyer spring, dan lainnya. gerakan bolak-balik plunyer menaikan tekanan bahan bakar melalui delivery valve ke nozzle. Mechanical governor mengatur banyaknya bahan bakar yang diinjeksikan dari nozzle dengan menggerakan spill ring.

Fuel injection timing diatur oleh pressure timer. Timer itu sendiri diatur oleh tekanan pengiriman dari feed pump. Posisi tapped roller diubah-ubah oleh timer untuk mengatur injection timing. Mesin mati bila injeksi bahan bakar berakhir yaitu saat starter switch off, maka arus yang mengalir ke cut off solenoid terputus dan saluran bahan bakar tertutup oleh solenoid plunyer. Efeknya adalah proses injeksi bahan bakar akan berhenti dan mesin akan mati.

3. Pompa Inkeksi Tipe Common Rail

Pada mesin diesel common rail, penyemprotan solar diatur secara langsung oleh injektor dengan perintah ECU. Sehingga, pompa injeksi tugasnya hanya memastikan tekanan solar tetap tinggi. Adapun tekanan yang dihasilkan oleh pompa tipe Common Rail ini mencapai 30.000 hingga 40.000 psi.

Bahan bakar dari fuel pump akan dipompa langsung ke rangkaian common rail, selanjutnya regulasi dari bahan bakar akan tersalurkan ke bagian penampung bahan bakar sebelum diinjeksikan oleh nozzle. Adapun bahan bakar yang tidak terinjeksikan ke ruang bakar akan dikembalikan ke fuel tank melalui return pipe.

Mungkin itu dulu yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan manambah wawasan kalian ya. Jangan sungkan-sungkan untuk sharing melalui kolom komentar dibawah. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!