Dasar Teori Overhoul Injection Nozzle (Job Site Praktik Diesel)

Dasar Teori Overhoul Injection Nozzle (Job Site Praktik Diesel)

Saat ini saya sedang melaksanakan pendampingan KI (Kunjungan Industri) ke Kota Malang. Meski demikian, saya akan menyempatkan untuk menuliskan sedikit pengalaman seputar otomotif yang saya miliki. Oke, kali ini yang akan saya tulis adalah materi kelanjutan dari motor diesel. Adapun lebih spesifiknya yaitu tentang Injection Nozzle.

Injection nozzle terdiri dari nozzle body dan needle. Nozzle menyemprotkan bahan bakar dari pompa injeksi kedalam silinder dengan tekanan tertertu untuk mengatomisasikan bahan bakar secara merata.

Pompa injeksi adalah sejenis katup yang dikerjakan dengan sangat presisi hingga toleransi 1/1000 mm. Oleh karena itu, apabila nozzle perlu diganti maka nozzle body dan needle harus diganti secara bersama-sama.

Injection nozzle harus dilumasi oleh bahan bakar diesel. Adapun nozzle holder memegang nozzle dengan retaining nut dan distance piece. Nozzle holder terdiri dari adjusting washer yang mengatur kekuatan tekanan pegas guna menentukan tekanan bukaan katup nozzle.

Bagian-bagian Komponen Nozzle

Keterangan :

1. Mur pengunci

2. Saluran balik

3. Washer

4. Rumah nozel

5. Plat penyetel

6. Pegas

7. Pasak penekan

8. Plat antar

9. Rumah penahan nozel

Cara Kerja Nozzle

1. Saat Sebelum Penginjeksian


Bahan bakar yang bertekanan tinggi mengalir dari pompa injeksi melalui saluran minyak pada nozzle holder menuju ke oil pool pada bagian bawah nozzle body. Adapun tekanan bukaan jarum nozzle sekitar 100 hingga 150 bar.

Baca Juga : Analisa dan Perbaikan Kerusakan pada Pompa Injeksi Tipe Rotary / Distributor

2. Saat Penginjeksian Bahan Bakar


Tekanan oil pool yang naik akan menekan permukaan ujung needle. Apabila tekanan ini melebihi kekuatan pegas, maka nozzle needle akan terdorong ke atas oleh bahan bakar dan nozzle needle akan terlepas dari nozzle body seat. Posisi ini menyebabkan nozzle menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar.

3. Saat Akhir Penginjeksian


Ketika pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar maka tekanan bahan bakar akan turun, sehingga pressure spring mengembalikan nozzle needle ke posisi semula. Kondisi ini membuat needle tertekan kuat pada nozzle body seat dan menutup saluran bahan bakar.

Sedangkan sebagian bahan bakar yang tersisa akan melumasi semua komponen dan kembali ke over flow pipe. Nozzle needle dan nozzle body membentuk sejenis katup untuk mengatur awal dan akhir injeksi bahan bakar dengan tekanan fuel pump.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan. Semoga dengan sedikit isi artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *