Hal yang paling menjadikan risau ketika berkendara adalah saat peforma mobil tidak optimal. Salah satu kendala yang sering dikeluhkan oleh para pelanggan bengkel adalah kopling mobil panther isuzu sulit ditekan atau terasa keras. Yah, hal itu tidak mungkin terjadi begitu saja. Melainkan pasti ada asal muasalnya.

Dari pengalaman yang ada, biasanya pedal kopling terasa keras ditandai beberapa hal berikut :

  1. Pedal kopling tidak mau balik dengan normal. Harus diungkit dahulu pakai kaki baru bisa balik.
  2. Minyak kopling sering berkurang bahkan dikit-dikit habis.
  3. Terdapat rembesan minyak pada karet pelindung luar master kopling bawah.

Ketika kendaraan anda mengalami ciri-ciri seperti diatas, alamat pedal kopling sulit diinjak dan perpindahan gigi persneling terasa keras atau sulit. Bahaya lagi kalau anda sedang dalam perjalanan. Lebih baiknya anda ganti satu set master kopling bawah mobil anda. Kenapa harus satu set? Bukankah lebih mahal?. Pastinya lebih mahal.

Tapi, jika anda cermat. Dengan hanya mengganti seal master kopling bawah, nanti umur pakainya hanya kisaran 3 bulan saja lalu sudah bocor lagi dan minta ganti. Kalau kami sarankan sih ganti satu set aja, nanti umurnya bisa 1 – 2 tahun.

Penyebab Master Kopling Bawah Bocor

Penyebab kebocoran dan aus ini memang kendaraan anda sudah berumur dan jarang banget diservis. Kalau sering melakukan servis berkala tiap 40.000 Km sekali dan mengganti sparepart dengan yang ori dijamin peforma kendaraan akan tetap optimal.

Baca Juga : 13 Hal yang Dilakukan Saat Servis Berkala Mobil 1.000 Km Hingga 40.000 Km

Cara melakukan pengecekan penyebab kebocorannya adalah melepas master kopling bawah, kemudian bongkar aja itu master. lihat bagian sealnya, pasti sudah aus. Begini contohnya.

Ditambah lagi kalau kurang yakin, masukkan jari telunjuk anda kedalam lubang pistonnya. Disitu akan terasa ada coakan atau bagian yang abis termakan oleh gesekan.

Nah, kalau udah terjadi demikian ya ganti aja satu set master kopling bawah. Cukup simpel kan? Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *