Kalau sudah membahas radiator pasti tidak ada habisnya, mesti to be continue. Meski demikian sedikit demi sedikit akan coba kami uraikan dengan bahasa yang sesimpel mungkin. Yang kita tahu, kalau radiator mobil eror katakanlah bocor. Maka hal ini menjadi pemicu terjadinya mesin overheat bahkan sampai mengeluarkan asap dari kap mesin. Soalnya saya pernah mengalaminya. Hehe.

Baca Juga : 2 Penyebab dan Solusi Keluar Asap dari Kap Mesin Mobil Kia Sedona

Sistem pendingin mobil yang paling umum hingga saat ini adalah radiator, yaitu memanfaatkan fluida sebagai penyerap panas yang dihasilkan mesin. Proses penyerapan panas dengan fluida air coolant ini sangatlah efisien sehingga sampai saat ini radiator masih menjadi primadona sebagai sistem pendingin.

Penyebab Radiator Bocor

Meskipun tingkat efisiensi penyerapan panas sangat bagus, bukan berarti radiator tidak memiliki kelemahan. Justru dengan pemanfaatan fluida air sebagai media penyerap panas, maka akan rawan terjadi kebocoran. Berikut ulasan rincinya :

1. Umur Radiator Sudah Tua

Radiator terbuat dari 2 buah tank yang ditengah-tengahnya terdapat sirip-sirip serta selang pipih. Tujuan desain radiator yang sedemikan rupa adalah agar proses pembuangan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien sehingga peforma mesin dapat terjaga secara optimal.

Sebuah alat dibuat bukan untuk digunakan selamanya, pasti memiliki sebuah umur masa pakai. Dengan kondisi menyerap panas mesin secara terus menerus, maka hal ini lama kelamaan akan membuat dinding radiator secara perlahan mulai terkikis seiring berjalannya waktu.

Pastikan anda memahami umur kendaraan anda dengan cermat. Rata-rata umur ekonomis radiator hanya kisaran kurang lebih 5 tahun, setelah itu anda wajib menggantinya jika tidak ingin terjadi sesuatu hal saat diperjalanan. Kenapa tidak ditambal saja? Saya tidak merekomendasikan karena dinding radiatornya sudah tipis dan harus diganti.

2. Terdapat Sumbatan Dalam Radiator

Yang menjadi poin penekanan saya adalah bukan berarti jika air coolant bermerk dengan harga fantastis itu baik untuk mobil anda. Penggunaan air coolant yang sembarangan justru memiliki resiko tinggi terhadap ketahanan radiator.

Jika anda ingin mengisi air radiator menggunakan air biasa, pastikan air tersebut tidak mengandung unsur garam, kapur, dan merkuri. Lebih baiknya untuk antisipasi gunakan saja air mineral. Mengapa demikian? Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan radiator mobil dari kerak, kotoran, lumpur, dan garam yang dapat menyebabkan saluran radiator tersumbat.

Sumbatan radiator akan membuat gagal fungsi yang ujung-ujungnya menyebabkan radiator bocor karena tekanan tinggi diteruskan kesegala arah sehingga menggerus diding-dinding radiator yang mulai menipis.

Jadi sering-seringlah melakukan servis berkala pada komponen radiator untuk menghindari terjadinya sumbatan dalam sistem pendingin setiap 40.000 Km sekali.

3. Baut Drain Plug Sudah Dol

Drain plug adalah saluran pembuangan yang terletak pada bagian bawah radiator yang memiliki fungsi untuk menguras air radiator. Karena sering dibuka untuk melakukan pembersihan kerak dan endapan kotoran dalam sistem pendingin, hal ini menjadikan bautnya sering dol.

Tentunya jika baut ini dol akan membuat radiator bocor. Tapi tenang aja, hal ini bisa diatasi dengan mengganti baru atau melapisi baut penguras tersebut menggunakan sealtape agar lebih rapat.

Cara Mengatasi Radiator Bocor

Tidak lengkap rasanya jika menguraikan penyebab tanpa dikasih solusi, bagaikan makan sayur tanpa garam. Berikut ini kami sajikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko terjadi kebocoran radiator :

  1. Gunakan coolant radiator yang cocok dengan kondisi mobil anda.
  2. Hindari penggunaan coolant yang mengandung garam, merkuri, dan kapur untuk mengurangi resiko terjadinya endapan kerak, karbon, dan lumpur dalam sistem pendingin.
  3. Setiap kendaraan jalan menempuh jarak 40.000 Km, usahakan melakukan servis radiator.
  4. Jika dalam kurun waktu 5 tahun belum ganti radiator, silahkan menggantinya dengan yang baru.
  5. Manfaatkan sealtape jika baut drain plug sudah mulai longgar / dol.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *