Mobil terkini telah dilengkapi dengan sistem pendingin fluida menggunakan radiator sebagai medianya. Radiator memiliki banyak komponen pendukung untuk memaksimalkan kinerjanya. Masing-masing komponen radiator juga memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Apa saja komponen radiator itu? Silahkan pelajari dulu artikel yang telah kami tulis sebelumnya.

Baca Juga : 15 Bagian-bagian Komponen Radiator Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

Dalam tulisan ini akan kami bahas tentang tutup radiator. Tutup radiator secara sekilas memang hanya berfungsi untuk menutup radiator agar air coolant dalam sistem tidak keluar saat tekanan radiator meningkat. Tapi ternyata dalam tutup radiator ada katupnya sehingga menjadikan tutup radiator tidak hanya berfungsi sebagai penutup semata.

Fungsi Tutup Radiator

Ketika anda memperhatikan diatas tutup raditor pasti ada angka antara 0.9 – 1.2 bar. Angka tersebut bukanlah hanya hiasan tanpa arti, melainkan sebagai indikator ambang batas kemampuan tutup radiator dalam menjaga tekanan dalam sistem.

Tutup Radiator Mobil berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan dalam sistem pendingin agar tetap konstan sesuai dengan suhu kerjanya. Saat mesin mulai panas, maka air coolant radiator secara perlahan akan menyerap panas dari mesin hingga ujung-ujungnya membuat air coolant radiator mendidih.

Idealnya air mendidih pasti akan meluap keatas bahkan menguap. Disinilah peran tutup radiator untuk menjaga agar tekanan tersebut tidak keluar dan hilang, justru dipertahankan dalam sistem pendingin agar mesin tetap bisa didinginkan berdasarkan prinsip perpindahan kalor.

Prinsip perpindahan kalor yakni semakin tinggi perbedaan temperatur maka akan semakin banyak kalor yang dapat dipindahkan. Hal inilah dasar dari statement yang beredar dimasyarakat bahwa semakin mesin panas, maka kinerja mesin akan semakin efisien.

Cara Kerja Tutup Radiator

Sudah kami singgung diatas bahwa prinsip kerja utama dari tutup radiator adalah mengontrol tekanan agar tetap konstan. Maka, dalam tutup radiator memiliki 2 katup yang biasa disebut Pressure Valve dan Vacuum Valve.

Disaat air coolant menyerap panas mesin, maka akan membuat air radiator meluap hingga ambang batas kemampuan mempertahankan tekanannya. Ketika air pendingin bersuhu panas dan tekanannya melebihi 0.9 bar, maka pressure valve akan membuka sehingga air pendingin akan terdorong keluar melalui overflow tube dan tertampung di reservoir tank. Posisi ini, vacuum valve menutup akibat dorongan dari air pendingin yang menuju reservoir tank.

Sebaliknya waktu tekanan dalam sistem pendingin rendah dan volume air coolant juga berkurang, maka akan tercipta kondisi vakum dalam sistem radiator sehingga membuat vacuum valve terbuka dan air kembali mengalir dari reservoir tank kedalam sistem pendingin. Posisi ini, pressure valve menutup akibat dorongan dari air pendingin yang masuk kedalam sistem radiator.

Adapun reservoir tank mengemban tugas khusus yaitu sebagai tempat penampungan luapan air coolant radiator akibat pemuaian panas serta mengembalikannya kembali kedalam sistem radiator jika keadaan dalam sistem pendingin telah mengalami kevacuman. Tujuan penampungan ini guna mengantisipasi tekanan berlebih yang ditimbulkan radiator sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya semisal selang radiator bocor, seal waterpump bocor, bahkan radiatornya juga bocor.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *