5 Diagnosis Kerusakan Gangguan Sistem Rem Mekanik / Konvensional

5 Diagnosis Kerusakan Gangguan Sistem Rem Mekanik / Konvensional

Rem adalah salah satu sistem dalam kendaraan yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan gerakan roda. Bisa juga diartikan guna memperlambat dan menghentikan laju kendaraan. Kalau lebih rinci lagi, fungsi rem ada 3, yaitu :

  • Mengurangi kecepatan kendaraan
  • Menghentikan kendaraan yang sedang melaju
  • Menjaga kendaraan agar tetap berhenti (parkir)

Rem kendaraan saat ini dibagi menjadi 2 model, yaitu model tromol dan model cakram. Semua ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pelajari lebih lengkap pada tulisan kami sebelumnya ya.

Baca Juga : Perbedaan Rem Tromol dan Rem Cakram Lengkap Beserta Gambarnya

Dari dua model tersebut, ada yang mengatakan bahwa rem tromol lebih pakem karena bidang geseknya lebih lebar. Ada juga yang menyatakan bahwa rem cakram lebih joss kerana sifat pembuangan panasnya sangat efektif. Meski demikian, kadang kala rem cakram itu juga bisa seret dan macet.

Baca Juga : 5 Cara Memperbaiki Rem Cakram Mobil Seret dan Macet

Dalam dunia otomotif sangat dianjurkan melakukan perawatan berkala pada semua sistem pendukung kendaraan. Tidak boleh kelewatan juga yang tidak kalah penting yaitu perawatan sistem rem. Banyak terjadi kecelakaan dijalan biasanya disebabkan oleh rem blong, rem tidak fungsi, dan lain sebagainya. Itu semua tidak terjadi dengan tiba-tiba loh. Tanda-tandanya bisa dikenali kok.

Baca Juga : 7 Tanda Rem Mobil Bermasalah yang Perlu Anda Ketahui

Langkah akhir dari pengetahuan yang kalian miliki tentang sistem rem adalah kalian harus mampu mendiagnosis atau menganalisis penyebab gangguan sistem rem. Jika ada pelanggan yang datang ke bengkel kalian, lantas jawaban kalian sangat rinci dan detail, tentunya hal itu menjadi kepuasan tersendiri bagi pelanggan menunjukkan bahwa kalian benar-benar mekanik profesional. Berikut rincian detail analisis penyebab kerusakan sistem rem :

1. Pedal Rendah atau Pedal Membalik :

  • Fluida sistem rem bocor
  • Sistem kemasukan udara
  • Piston seal aus atau rusak
  • Pada rem belakang, celah sepatunya diluar dari penyetelan
  • Master silinder rusak
  • Push rod booster diluar penyetelan

2. Rem Menyeret :

  • Gerak bebas pedal rem minim
  • Langkah tuas rem parkir diluar dari penyetelan
  • Kabel rem parkir macet
  • Celah sepatu rem belakang diluar dari penyetelan
  • Pad atau lining retak / bergeser
  • Piston macet
  • Piston beku
  • Jangkar atau pegas pembalik rusak
  • Push rod booster diluar penyetelan
  • Sistem booster vakum bocor
  • Master silinder rusak

3. Rem Menarik :

  • Piston macet
  • Pad atau lining basah oleh oli
  • Piston beku
  • Piringan tergores
  • Pad atau lining retak / bergeser

4. Pedal Keras Tapi Rem Tidak Efisien :

  • Fluida sistem rem bocor
  • Sistem rem kemasukan udara
  • Brake pada atau lining aus
  • Pad atau lining retak / bergeser
  • Celah sepatu rem belakang diluar dari penyetelan
  • Pad atau lining basah oleh oli
  • Pad atau lining mengkilap
  • Piringan tergores
  • Push rod booster diluar penyetelan
  • Sistem booster vakum bocor

5. Bunyi dari Rem :

  • Pad atau lining retak / bergeser
  • Pemasangan baut kendor
  • Piringan tergores
  • Plat penyangga pad kendor
  • Sliding pin aus
  • Pad atau lining kotor
  • Pad atau lining mengkilap
  • Jangkar atau pegas pembalik rusak
  • Shim anti-squeal rusak
  • Hold down spring rusak

Demikian artikel yang bisa kami buat. Semoga dengan sedikit tulisan ini dapat membantu menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!