Jaman serba canggih dengan teknologi terkini menjadi keniscayaan untuk menggunakan fitur keamanan pada mobil. Terlebih di tahun 2023 ini merupakan tahun resesi sehingga seringkali terjadi kriminalitas terutama kasus pencurian mobil. Salah satu fitur keamanan mobil yang perlu diketahui yaitu Immobilizer. Apa itu Immobilizer pada mobil? Yuk kita simak penjelasan singkat berikut ini
Pengertian Immobilizer
Immobilizer adalah sistem anti maling dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai identitas kunci pada mobil. Apabila kehilangan kunci immobilizer dan berinisiasi untuk membuat duplikat, maka tetap tidak bisa kecuali dilakukan pemrogaman ulang. Hal ini bertujuan agar mobil tetap aman dan terhindar dari pencurian.
Fungsi Immobilizer
Fungsi Immobilizer pada mobil yaitu untuk mendeteksi gelombang radio yang terpasang pada lubang kunci mobil. Mobil tidak akan dapat menyala apabila gelombang radio yang diterima tidak sesuai. Meskipun tipe mobil sama, setiap mobil akan memiliki kunci yang berbeda-beda dikarenakan Immobilizer menggunakan microchip unik yang ditanam pada setiap kunci mobil.
Apabila mobil dinyalakan secara paksa menggunakan kunci kontak yang tidak sesuai sekalipun menggunakan pattern yang sama, maka mesin tetap tidak akan nyala. Bisa disebut juga fungsi Immobilizer adalah mencegah mobil dari pencurian atau kemalingan.
Ketika terjadi malfungsi dari sistem Immobilizer, untuk membuka pintu mobil yang terkunci dapat menggunakan kunci manual. Simpulannya, sistem Immobilizer tetap juga memiliki kelemahan walaupun memiliki kelebihan untuk memberikan keamanan pada mobil.
Baca Juga : 5 Komponen Vehicle Stability Control (VSC) Mobil All New Terios + Fungsi dan Gambarnya
Kelemahan Immobilizer
Meskipun Immobilizer menjadi fitur yang sangat bermanfaat, akan tetapi tetap mempunyai kelemahan atau kekurangannya tersendiri, diantaranya :
1. Gangguan Gelombang
Secara alami gangguan gelombang dapat terjadi kapan saja apabila berada pada tempat-tempat yang dapat mengganggu transmisi gelombang. Gangguan gelombang umumnya akan terjadi pada lokasi yang berdekatan dengan pemancar ataupun Base Transceiver Station provider telepon seluler. Menggunakan remote keyless pada posisi tersebut dapat membuat kesulitan untuk menghidupkan mobil. Alternatif yang dapat dilakukan saat menghadapi masalah tersebut yaitu dengan menginjak pedal rem dan menekan tombol start engine hingga menyala.
2. Pengguna Keyless
Perhatikan lampu indikator Immobilizer saat menyala secara berkala menandakan bahwa waktunya mengganti baterai pada kunci mobil keyless. Untuk menutup maupun menyalakan mobil akan kesulitan apabila tidak membawa kunci cadangan. Hal tersebut disebabkan saat baterai tidak tersedia, keyless akan lebih sulit dalam menghantarkan sinyal melalui transmitter dan transponder untuk disalurkan dan dibaca oleh ECU.
3. Kode Kadaluarsa
Terdapat chip pada Immobilizer yang ditempelkan di remote mobil yang tentunya memiliki limit, yang mana limit tersebut berlaku selama 5 tahun. Setelah pemakaian 5 tahun, wajib mengganti kode Immobilizer. Hal tersebut wajib dilakukan ketika remote mobil mulai sulit merespon tindakan.
4. Perbaikan Rumit
Apabila bukan baterai keyless Immobilizer yang mengalami masalah, berarti terjadi masalah lain pada Immobilizer mobil. Ketika terjadi masalah serius, tentunya akan melibatkan pemrograman ECU, sehingga untuk melakukan servis dan perbaikan kunci dengan harus membongkar kunci secara keseluruhan dan mengadakan riset ulang pada kode. Adapun kisaran biaya yang perlu disiapkan akan berbeda tergantung permasalahan yang timbul. Umumnya biaya perbaikan dapat mencapai 2 juta hingga 15 juta rupiah karena perbaikan tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri dan harus dilakukan di tempat servis yang menyediakan servis Immobilizer.
Demikian sedikit berbagi tulisan yang dapat kami uraikan dalam artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan dapat menambawah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung. Salam otomotif.
Materi yang cukup menarik untuk dipelajari. Solusinya bila kehilangan kunci immobilizer gimana gan?