Perbaiki Lampu Motor Mati? Ketahui Dulu Kelistrikannya AC atau DC – Lampu motor saya mati, saya perbaiki dulu ah. Eits, jangan terburu-buru. Simak dulu artikel berikut ini. Dalam artikel ini akan membahas kelistrikan AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik dan kelistrikan DC (Direct Current) atau arus searah dan perbaikan lampu motor mati. Sebelum memperbaiki lampu motor mati, ketahui dulu kelistrikannya AC atau DC.

Hal yang dibahas dalam artikel ini berbeda dengan artikel Lampu Motor Mati Total, Di Rem Tetap Nyala? Karena dalam artikel ini lampu motor benar-benar mati. Penyebabnya apa? Kita simak yuk.

1.       Ketahui dulu apakah kelistrikannya AC atau DC

Kelistrikan kendaraan bermotor dibedakan menjadi dua, yaitu AC dan DC. Penjelasannya begini, lampu motor dengan kelistrikan AC langsung disuplai oleh sepul. Dari sepul arusnya masuk kiprok (rectifier regulator) yang berfungsi untuk mengatur seberapa besar arus yang dibutuhkan oleh lampu motor agar filamen lampu tidak putus. Cirinya bagaimana lampu motor dengan kelistrikan AC? Gampang, saat mesin idle atau tidak di gas, lampu motor terlihat redup dan ketika di gas pada rpm lebih dari 2.500 akan terang.

Sedangkan lampu motor dengan kelistrikan DC langsung disuplai dari aki, terus fungsinya kiprok apa kalau begitu? Dalam kelistrikan DC fungsi kiprok (rectifier regulator) hanya sebagai pengisi dan penstabil arus ke aki atau baterai. Cirinya bagaimana lampu motor dengan kelistrikan DC? Gampang, ketika kunci kontak posisi “ON” lampu langsung menyala terang benderang. Mudah kan mengetahui kelistrikan lampu motor itu AC atau DC 😊 . Sedikit pengetahuan saja, bahwa aki atau baterai pada sistem kelistrikan DC ini ampere nya lebih besar daripada ampere kelistrikan AC. Karena model DC sistemnya sudah menggunakan fullwave, artinya seluruh kelistrikan kendaraan langsung disuplai oleh aki. Sedangkan fungsi sepul hanya mengisi arus ke aki atau baterai saja.

2.       Pahami alur kelistrikan lampu motor tersebut

Secara umum alur kelistrikan lampu motor AC atau DC itu sama. Listrik yang dihasilkan oleh sepul dialirkan ke kiprok, kiprok membagi arus dari sepul dialirkan ke aki atau baterai dan juga dialirkan ke switch lampu yang akhirnya langsung ke beban (lampu motor). Berarti gak ada bedanya dong? Ada, kalau kelistrikan AC meski baterai dilepas atau tanpa baterai, lampu motor tetap bisa nyala. Juga tanpa kiprok pun bisa nyala, tapi ntar lampunya gampang putus atau mati karena kelebihan tegangan. Sedangkan kelistrikan DC, tanpa aki sudah pasti lampu motor tidak bisa nyala alias mati karena sistemnya sudah fullwave.

Kesimpulannya bila ingin memperbaiki lampu motor yang mati, ketahui dulu akar permasalahannya yaitu kelistrikan motor tersebut pakai kelistrikan DC atau AC. Selanjutnya tinggal perbaiki komponen yang rusak, bisa lampu, kiprok, sepul, aki, switch lampu, ataupun hanya kabelnya. Selamat berkarya pada kendaraan anda 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *