Prinsip Kerja Sistem Pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) Pada Mobil

Prinsip Kerja Sistem Pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) Pada Mobil

Prinsip Kerja Sistem Pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) Pada Mobil – Sistem pengapian CDI merupakan sebuah pengembangan dari sistem pengapian konvensional yang masih menggunakan platina sebagai pemutus dan penyambung arus untuk menciptakan tegangan tinggi. Dengan terciptanya tegangan tinggi dalam koil, hal tersebut menjadikan busi mampu untuk menciptakan loncatan bunga api.

Sebelum anda mempelajari lebih jauh tentang sistem pengapian CDI ini, alangkah baiknya anda membaca terlebih dahulu Prinsip Kerja Sistem Pengapian Konvensional Mesin Mobil. Yuk langsung saja pada poin pembahasan artikel berikut ini.

CDI (Capasitor Discharge Ignition)

Sistem pengapian jenis ini lebih mengarah ke sistem pengapian elektrik, karena diatur secara elektrik oleh satu komponen yang disebut CDI (Capacitor Discharge Ignition). Pengertian komponen CDI ini secara umum merupakan sebuat alat yang dapat mengatur dan menghasilkan energi listrik yang sangat bagus di semua rentang putaran mesin (RPM). Mulai dari putaran rendah yaitu pada saat start dan sampai pada putaran tinggi yaitu saat kendaraan di pacu sangat kencang.

Kesimpulannya CDI ini mempunyai fungsi yang sama seperti platina, akan tetapi CDI bekerja menggunakan modul komponen elektrik, sehingga lebih awet dan tahan lama daripada platina, karena tidak mengalami keausan. Jika pada sistem pengapian konvensional mengalami gangguan atau masalah, biasanya bisa di atasi dengan menyetel platina secara manual, akan tetapi pada sistem pengapian yang sudah menggunakan CDI hanya dapat melakukan pengecekan kondisi saja, bila terjadi masalah atau gangguan sebaiknya langsung di ganti saja.

Prinsip kerja

Prinsip kerja sistem pengapian CDI yang menggunakan arus DC yaitu ketika kunci kontak pada posisi “ON”, arus dari baterai akan mengalir menuju ke saklar. Jika saklar “ON” maka arus akan mengalir menuju ke kumparan penguat arus yang ada dalam CDI yang akan meningkatkan tegangan baterai yang mulanya dari 12 volt DC akan di ubah menjadi 220 volt AC.

Setelah itu arus akan di searahkan oleh dioda dan dialirkan menuju kondensor untuk disimpan sementara. Akibat dari putaran mesin, coil pulsa menghasilkan arus yang kemudian menghidupkan SCR, jadi akan memicu kondensor untuk mengalirkan arus menuju ke kumparan primer coil pengapian.

Di saat terjadi pemutusan arus yang mengalir di kumparan primer coil pengapian, maka akan timbul tegangan induksi pada kedua kumparan. Tegangan tersebut akan membuat busi memercikkan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang ada dalam ruang bakar.

Baca Juga : Cara Membaca Kode Kelistrikan / Wiring Diagram Sistem Pengapian CDI-AC Pada Sepeda Motor

Keuntungan Sistem Pengapian CDI

1.       Karena tidak ada kontak, maka tidak ada yang akan aus untuk sistem pengapian ini (timeless, wearless)

2.       Karena bukan menggunakan sistem kontak maka tidak akan terpengaruh pada kotoran, embun pagi, dan juga getaran. (Pagi hari lebih mudah untuk distarter)

3.       Dapat menggunakan koil racing dengan nilai hambatan yang rendah yang tidak dapat digunakan pada sistem pengapian platina. Jika koil racing digunakan pada platina maka dengan cepat akan menghanguskan platina.

4.       Tidak memerlukan penyetelan saat pengapian, karena saat pengapian terjadi secara otomatis yang diatur secara elektronik.

5.       Lebih stabil, karena tidak ada loncatan bunga api seperti yang terjadi pada breaker point (platina) sistem pengapian konvensional.

6.       Mesin mudah distart, karena tidak tergantung pada kondisi platina.

7.       Unit CDI dikemas dalam kotak plastik yang dicetak sehingga tahan terhadap air dan goncangan.

Kekurangan Sistem Pengapian CDI

1.       Agak mahal

2.       Belum banyak montir pinggir jalan yang mengerti

Demikian sedikit tulisan yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!