Prinsip Kerja Sistem Pengapian Konvensional Mesin Mobil – Ketika anda ingin mempelajari sebuah teknologi, mulailah dengan mempelajari teknologi konvensional terlebih dahulu. Hal ini ditujukan agar mudah memahami teori secara umum yang kemudian teknologi konvensional ini dikembangkan menjadi teknologi modern. Untuk artikel kali ini, kami akan membahas materi terkait prinsip kerja sistem pengapian konvensional pada mesin mobil. Yuk langsung pada poin pembahasan berikut.

Baca Juga : Sistem Pengapian Konvensional Mesin Mobil (Platina dan Sudut Dwell)

Prinsip Kerja

Apabila kunci kontak dihubungkan, arus listrik akan mengalir dari baterai melalui kunci kontak ke kumparan primer, kemudian diteruskan ke platina (breaker point) dan ke massa. Dalam keadaan platina (breaker point) masih tertutup. Mengakibatkan mengalirnya arus pada kumparan primer, maka inti besi menjadi magnet.

Pada saat engine distart, poros engkol berputar sekaligus memutarkan poros distributor bersama camnya. Apabila cam menyentuh kontak platina, maka kontak platina akan terbuka. Bila platina (breaker point) membuka, arus yang mengalir pada kumparan primer akan terputus dan kemagnetan pada inti besi akan segera hilang. Hilangnya kemagnetan ini akan menyebabkan kumparan primer dan kumparan sekunder timbul tegangan induksi.

Karena jumlah kumparan pada kumparan sekunder lebih banyak dari kumparan primer, maka tegangan yang timbul pada kumparan sekunder akan lebih besar atau dengan kata lain pada kumparan sekunder akan timbul tegangan tinggi. Tegangan tinggi akan disalurkan ke rotor distributor untuk dibagi-bagikan ke busi pada tiap silinder yang mengakhiri langkah kompresinya. Selanjutnya tegangan tinggi pada busi akan diubah menjadi percikan bunga api guna pembakaran bahan bakar pada ruang bakar.

Baca Juga : Firing Order Pengapian Mesin Mobil

a.       Saat Kontak Pemutus Tertutup

Arus mengalir dari baterai – Kunci Kontak – Kumparan primer koil – Kontak Poemutus – Massa (Terjadi pembentukan medan magnet pada inti koil).

b.       Saat Kontak Pemutus Terbuka

Arus primer terputus dengan cepat maka: Ada perubahan medan magnet (medan magnet jatuh) dan terjadi arus induksi tegangan tinggi pada sirkuit sekunder (terjadi loncatan bunga api di antara elektroda busi)

Demikian sedikit tulisan kami tentang prinsip kerja sistem pengapian konvensional. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa membantu menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *