Selamat pagi sobat otomotif, kalian tau apakah compressor itu? Yups, betul sekali. Compressor adalah suatu alat yang berfungsi untuk menciptakan udara bertekanan. Adapun kegunaan compressor sendiri sangat bervariasi, mulai dari membersihkan bagian mesin yang kotor, mengatomisasikan cat pada kendaraan, hingga sebagai alat penggerak pada sistem pneumatic.

Namun dalam artikel kali ini, kita akan spesifik membahas tentang tipe-tipe compressor dan cara kerjanya. Yuk simak poin pembahasan berikut.

Tipe-tipe Compressor

1. Dynamic Compressor

Compressor tipe dynamic menggunakan vane atau impeller yang berputar pada kecepatan tinggi sehingga menghasilkan volume udara kompresi yang besar. Dynamic Compressor memiliki dua jenis, yaitu compressor sentrifugal (radial flow) dan aksial.

a. Compressor Sentrifugal

Compressor sentrifugal merupakan Compressor yang memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh impeller untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya kinetik), yang kemudian diubah menjadi peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya tekan) dengan memperlambat aliran melalui diffuser.

b. Compressor Aksial

Compressor aksial adalah Compressor yang berputar dinamis yang menggunakan serangkaian kipas airfoil untuk semakin menekan aliran fluida. Aliran udara yang masuk akan mengalir keluar dengan cepat tanpa perlu dilemparkan ke samping seperti yang dilakukan Compressor sentrifugal. Compressor aksial secara luas digunakan dalam turbin gas/udara seperti mesin jet, mesin kapal kecepatan tinggi, dan pembangkit listrik skala kecil.

2. Displacement Compressor

Compressor tipe displacement terbagi menjadi dua bagian, yaitu Reciprocating Compressor dan Rotary Compressor.

Reciprocating Compressor sering juga disebut sebagai kompresor piston/torak. Compressor ini memiliki tiga jenis, yaitu compressor piston sistem kerja tunggal, compressor sistem kerja ganda dan compressor diafragma.

a. Compressor Piston Kerja Tunggal

Yaitu Compressor yang memanfaatkan perpindahan piston, Compressor jenis ini menggunakan piston yang didorong oleh poros engkol (crankshaft) untuk memampatkan udara/ gas. Udara akan masuk ke silinder kompresi ketika piston bergerak pada posisi awal dan udara akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi akhir/depan.

b. Compressor Piston Kerja Ganda

Cara beroperasi sama persis dengan kerja tunggal, hanya saja yang menjadi perbedaannya adalah pada Compressor kerja ganda silinder kompresi memiliki port inlet dan outlet di kedua sisinya. Sehingga meningkatkan kinerja Compressor dan menghasilkan udara bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja tunggal.

c. Compressor Diafragma

Yaitu jenis klasik dari Compressor piston, dan mempunyai kesamaan dengan Compressor piston hanya yang membedakan adalah jika pada Compressor piston menggunakan piston untuk memampatkan udara, pada Compressor diafragma menggunakan membran fleksible atau difragma.

Compressor Screw (Rotary Screw Compressor)

Merupakan jenis Compressor dengan mekanisme putar perpindahan positif, yang umumnya digunakan untuk mengganti Compressor piston, bila diperlukan udara bertekanan tinggi dengan volume yang lebih besar.

Baca Juga : Perbedaan Compressor Udara VS Compressor AC Mobil

Cara Kerja Compressor

Diatas tadi sudah dibahas tentang tipe-tipe compressor. Lah cara kerja compressor itu bagaimana? Tenang aja, akan kami jawab dengan bahasa yang mudah dimengerti. Lihat gambar berikut.

Prinsip kerja compressor udara hampir sama dengan pompa ban sepeda atau mobil. Ketika piston bergerak ke atas, tekanan yang ada dibawah silinder akan mengalami penurunan dibawah tekanan atmosfir sehingga udara akan masuk melalui celah katup compressor. Katup compressor dipasang di kepala piston serta dapat mengencang dan mengendur. Setelah udara masuk ke tabung silinder kemudian pompa mulai di tekan dan piston beserta katup akan turun kebawah dan menekan udara, sehingga membuat volumenya menjadi kecil.

Tekanan udara menjadi naik terus sampai melebihi kapasitas tekanan di dalam tabung, sehingga udara akan termampatkan. Setelah di pompa terus menerus tekanan udara di dalam tabung menjadi naik dan siap digunakan ketika katup compressor dibuka.

Nah, sudah mudah kan memahami tipe-tipe compressor dan cara kerjanya? Mungkin demikian dulu yang bisa kami bahas dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terima kasih telah beekunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *